27 Agustus 2019

Hama thrips tungau pengganggu utama di musim kemarau

Selain hama Thrips , hama tungau juga termasuk diantara hama yang sulit dikendalikan. Gejala serangan tungau yang paling khas adalah, daun juga menjadi keriting tetapi daunnya menggulung ke bawah/ sepeerti sendok yang terpuntir kebalik. Daun bagian bawah berwarna seperti tembaga dan ada benang benang halus berwarna putih. Ada yang biasa salah kaprah yang mengatakan ini adalah akibat dari air seni dari hama tersebut tetapi sebenarnya justru karena akibat dari Tungau yang mengisap cairan daun.

Sambil kita mempelajari perihal hama tungau ini , kita seperti biasa sambil menerapkannya, karena teori tanpa praktek itu, “kosong”………………..Bisa diperhatikan tanaman mitra kami bp. Dokter Alfredo dari Kuantan, Riau yang sudah petik sebanyak 21 kali ( petik 2 kali seminggu), sebenarnya bekas dari serangan hama thrips dan tungau terlihat nyata. Daun daun , mengecil ada yang cekung ke bawah adapula yang keatas. Namun dengan pola KPO KL ini, kita berusaha agar bagaimana pun kondisinya di usahakan agar tanaman tetap bertahan dan menghasilkan/produktif.

Tungau bisa bertahan pada musim penghujan tetapi Tungau sangat senang pada kondisi kering /kemarau. Perkembang biakannya menjadi lebih cepat baik waktu penetasan telurnya atau pun fase satu ke fase berikutnya pada proses menjadi tungau dewasanya. Oleh karena itu pada saat musim kering yang lama/kemarau, serangan tungau ini bisa menjadi tak tertahankan. Hal ini sudah sering petani petani alami. Bisa dibayangkan berdasarkan hasil penelitian /pengamatan, dari satu tungau betina bisa berkembang biak dalam jangka satu bulan menjadi jutaan tungau tungau baru.

Dengan jumlah petikan selama 2.5 bulan ( usia total kurang lebih 6 bulanan), tanaman mitra termasuk yang berhasil dalam melewati masa masa sulit di musim kemarau ini, di saat tanaman banyak yang rontok dan tak mampu melewati masa masa sulit /kemarau seperti saat ini. Harga mahal bisa sebagai parameter, betapa sulitnya memelihara cabe agar bisa berbuah/ panen.

Dengan metode sederhana cara KPO KL ini, serangan tungau dan thrips pada tanaman cabe nya pk dokter, tergolong bisa tertanggulangi dan tidak mengganggu perkembangan tanaman secara keseluruhan apalagi hasil yang di capai sudah diatas 0.5 kg per batangnya. Dengan harga dikisaran 50- 70 ribuan per kg , hal ini sudah termasuk mamuaskan apalagi pak dokter termasuk pemula dan tidak intens tiap hari untuk bisa memelihara tanamannya.

Serangan Tungau yaitu dengan cara menusuk daun pada bagian permukaannya kemudian akan menghisap cairan daun tersebut. Terkadang tanaman sampai tunas mengering. Selain merusak daun, bagian lain seperti batang dan buah bisa terkena pula oleh serangan tungau ini. Sungguh berat dampaknya, buah yang bengkok bengkok bisa juga akibat serangan tungau ini.

Solusi yang biasa kami lakukan adalah memberikan semprotan Protektan dan Biopestis sebanyak 2-3 tutup per tangki 17 liter airnya, selain itu biasa kami tambahkan sedikit akarisida dengan merk apapun saja, dengan dosis 0,3 mili per liter airnya. Sederhana dan bukan teori teori saja….