11 Juni 2012

PERTANIAN ORGANIK, ala KPO KL ,HASIL BERLIPAT

Ternyata tidak kalah dengan hasil yang diperoleh dengan sistem pertanian kimia,hasil yang diperoleh dengan sistem pertanian organik, ALA KPO KL, hasilnya bahkan bisa lebih dari sistem pertanian kimia.

Gambar 1. Seperti yang telah kita lihat bersama di bagian web kami yang lalu,beberapa hasil aplikasi tehnik klinik pertanian organik,KEMBANG LANGIT,HASILNYA tidak mengecewakan,bahkan cenderung, berkualitas SUPER…

Gambar 2. Dengan memperhatikan tehnik pengendalian hama dan penyakit secara organik,ternyata membawa dampak positif juga terhadap produktifitas,hasilnya terkadang  diluar dugaan. Gambar ini kami ambil dari lokasi,H. Sungka…,di desa Cikandang Kec. Cikajang Garut- Jabar.  Tampak dalam gambar,putra-putra H. Sungka, yaitu H. Rahmat dan H. Bambang,mengamati hasil aplikasi ala klinikpertanianorganik,KEMBANG LANGIT.  Tanaman kubis terbebas dari bengkak akar/akar gada,hama ulat kubis /Plutella xyllostella dan bercak daun Alternaria brassicae.

Gambar 3. Seperti yang terlihat pada gambar 1,2 dan 3 diatas ini…kubis, berdaun sangat lebar…walau masih dalam proses pembentukan “crop”,tapi biasanya dengan ukuran daun yang Jumbo begini,hasil buahnya…besar -besar…

Tanaman kubis ini ditumpang sarikan dengan tomat,jumlah tanaman tomat  yang ditanam,sekitar 40.000 pohon, ini yang dibilang :

“HABIS TOMAT TERBITLAH KUBIS”, hasil buah tomat yang telah di peroleh sekitar 80  ton- an,namun kalau memperhatikan potensi buah yang ada tampaknya,tomat masih bisa menghasilkan sekitar 1 kg  -an /tanaman . Perlakuan yang telah dilakukan pada tanaman ini yaitu 3 kali pengecoran PROTEK-tan dan 4 kali penyemprotan.

Gambar 4. Sudah sangat banyak hasil -hasil yang  berkualitas SUPER yang telah dicapai dengan sistem pertanian organik,ala kembang langit,diantaranya seperti yang diraih oleh Bp. Ismail petani semangka dari Ds. Hamparan perak, Kec. Bulucina,Kab.  Deli Serdang Sumatera utara ini.

Gambar 5.  Rata -rata yang dicapai 5.5 kg per buah,bahkan sekitar 10 %,kelebihan besar dan beratnya sehingga,kesulitan dalam menjualnya.  Ukuran di Medan berdasarkan informasi yang kami dapatkan,apabila lebih dari 5.5 kg ,sulit untuk menjualnya…

Seperti halnya “crop” kubis yang apabila kebesaran,sulit juga untuk menjualnya…Dilema lagi untuk petani kita…,