8 Februari 2017

INOVASI PERTANIAN, ala KPO-KL, TERUS BERLANJUT

Pertanian kita yang kian hari kian terpuruk , memang banyak faktor penyebabnya dan salah satunya adalah akibat  rendahnya produksi, sehingga supplay produksi sangat minim.

Seperti saat ini, harga cabai rawit masih dikisaran diatas Rp.110.000 per kg nya, apa ngak salah nihh? harga nya hampir setara dengan daging sapi.  selidik punya selidik dari informasi jaringan mitra kami dari seluruh Indonesia, ahl ini diakibatkan oleh , kerusakan tanaman karena busuk buah/antraknose.

PhotoGrid_1486389796631

( Semoga tanaman mitra kami yang berada di Cikajang, tepatnya di desa Mekar sari, Cimanuk- Garut ini, kondisinya aman dan sehat hingga akhir musim tanam).

Penyakit busuk buah/antraknose ini, sudah sering kami bahas dalam artikel artikel sebelumnya. Pada kesempatan ini, kami akan mencoba membahas perihal inovasi , pembaharuan metode dibidang pertanian.

PhotoGrid_1486389807475

( Tanaman mitra kami , pada saat pengambilan gambar 4 bulan kurang seminggu, 3 Pebruari 2017, kondisinya, aman dan ‘sejahtera’ ).

Pembaharuan yang kami lakukan dalam hal ini adalah, dan kami langsung sosialisasikan dengan cara ,penaman SATU BARIS  DITENGAH. Selain itu, yang kami lakukan disini adalah pola, AJIR MINIMALIS.  penggunaan ajir seminimal mungkin, yaitu hanya dibagian tepi, dan selebihnya dipasang  per 3 meter satu batang ajir.  Sebagai penyanggahnya kami, pasang dengan tali samping saja.

PhotoGrid_1486389787063

( Sdr. D .Iskandar, yang sengaja datang dari  Kadudampit, Sukabumi, untuk studibanding dengan pola demikian, dengan posisi yang ditanam satu barispun, paritannya sudah terasa sempit, dengan buah yang sangat lebat) .

Selain itu pola yang kami terapkan yaitu , JARAK TANAM nya hanya sekitar 20-25 cm saja, jarak tanam yang sebenarnya sangat riskan untuk penanaman di bulan bulan basah seperti saat ini.

PhotoGrid_1486389817484

( Kondisi tanaman dilihat dari bawah, dengan tidak membuang tunas lateral, kami syukuri, karena ranting tanaman juga ,masih memberikan buah yang banyak pula.)

Hal lain yang diterapkan oleh mitra  kami , adalah SATU LOBANG DIISI  3-4  bahkan ada yang 5 batang per lobang tanam.  Suplay makanan yang cukup dan sesuai kandungannya, perlu diperhatikan benar agar tanaman tidak kekurangan ‘gizi’.

PhotoGrid_1486389765260

( Kami sangat bersyukur karena tanaman sdr. Khoer yang ditanam dengan pola demikian walaupun ber’himpitan’, tetapi terhindar dari busuk buah /antraknose dan layu.)

 pemberian POCAniL, dan Cas sangat membantu tanaman dalam usaha , ketahanan tanaman agar terhindar dari Antraknose.

PhotoGrid_1486543726373

Sementara itu dengan pola pemberian PROTEKTAN, BIOPESTIS, membantu  tanaman agar tunasnya terus menaik dan meninggi tetapi terhindar dari hama thrips, keriting daun dan virus kuning. Sementara itu , ulat pun sepertinya enggan datang dengan pola penerapan PESNATOR.

Semoga saja pola baru ini, bisa meningkatkan produktivitas tanaman, tetapi ada satu catatan yang perlu diperhatikan pola ini, yaitu sinar matahari, agak kurang mengenai daun tanaman.

Semoga saja, sukses sdr. Khoer  bersama pola  kolaborasi  KPO-KL ini….. Amiiin