Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Category Archives: AGENDA PELATIHAN PERTANIAN ORGANIK

« 1 ... 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16

PELATIHAN PERTANIAN ORGANIK ALA KEMBANG LANGIT,GELOMBANG I

Pelatihan pertanian organik ala kembang langit,Gelombang pertama dilaksanakan pada tanggal 15 Sep 2012,di Kec.Leles Garut.

Acara pelatihan ini,berlangsung di ruangan berupa penyajian materi,tehnik-tehnik budidaya secara organik,ala kliniktaniorganik,kembang langit selain itu juga dilakukan acara kunjungan lapang,untuk memantau kondisi tanaman yang selama ini secara berseri kami tampilkan di web kami.

Kegiatan kunjungan Lapang,di kamojang Bandung

Mohon maaf,kondisi gambar diambil menjelang Petang,jadi gambarnya agak buram

1.Kelompok tani dari Probolinggo, Jatim, Bp. Bambang dkk,sedang memantau langsung tanaman yang sedang dikelola oleh Bp. Tata Supita,diwilayah Kamojang Bandung.

2.Bp. Bambang yang merupakan petani “jadi-jadian”  he he,karena profesi sejatinya beliau adalah  PNS,dari Dinas Kesehatan,Paiton Probolinggo.

3.Bp. Teguh,yang berasal dari Banjarnegara, Jateng,juga mengikuti pelatihan ini,akhirnya …saudara kami yang selama ini kami dengar suaranya saja,dapat bertatap muka…bersilaturahmi…

4. Seperti janjian saja,berbaju kotak-kotak…,untung ukuran kotaknya,agak gedean…coba kalau ukuran kotaknya  kecil-kecil…,bisa -bisa disebut pendukung…salah satu calon Gubernur di salah satu propinsi ,he he he…

5.  Bp. Teguh dari Banjarnegara,Jateng ini,juga bukan petani “asli”,karena sehari-harinya bekerja sebagai PNS di instansi pemerintahan di Banjarnegara.  Kepedulian dan adanya “kesenangan” dalam dunia pertanian,mendorong Bp. Teguh untuk mendalami,tehnik pertanian organik ala kembang langit.

6. Salah satu peserta dari Banjarnegara sedang mengamati,tanaman tomat dan cabe yang sedang dibudidayakan,tampak dalam gambar ukuran buah tomat yang masih besar-besar.

7.Pengamatan/kunjungan lapang  yang dilakukan pada senja hari,menyebabkan gambar agak “buram”,namun secara umum kondisi tanaman apabila dibandingkan dengan tehnik yang menggunakan tehnik kimia murni,jauh berbeda hasilnya.

8.

9. Bp. Yuswal (Rompi orange),Dari Cikarang- Bekasi, Jabar, sedang melakukan Kunjungan lapang pada lokasi  tehnik yang menggunakan kimia murni…

10.(Berlatar belakang,tanaman  ‘tetangga”(Menggunakan tehnik kimia) yang sudah tidak produktif lagi.Tanaman dibelakang ini,selalu kami pantau perkembangannya sejak dari awal.

11. Hasil petik/panen ke 5 kalinya yang siap angkut,dari jumlah kurang lebih  5000 batang,petikan hari ini sekitar 1.5 ton.

Sementara petani lain yang menggunakan tehnik kimia murni,sudah tidak panen lagi,Bp. Tata supita yang menggunakan tehnik pertanian organik berbasis organik kembanglangit,masih panen.  Walaupun saat ini,kemarau cukup panjang…tanaman kekurangan air yang sangat…berat.

Sistem pertanian organik yang bisa “menyimpan serat”,menyebabkan tanaman,lebih bisa bertahan didalam kondisi ekstrim kering.

Semoga menjadi tambahan motivasi,bagi saudara-saudara kami yang mengikuti pelatihan ini dan juga petani -petani lainnya di seluruh Indonesia.

PELATIHAN BERBASIS PERTANIAN ORGANIK ALA KEMBANG LANGIT,GELOMBANG I

Tehnik budidaya yang tidak ber “pola baku” tapi bisa di”rumuskan”,mungkin  hal ini yang agak membedakan konsep pertanian organik ala kembang langit ini.

1.Sdr. Dadang Purwa Gelar S.P.,sedang memperagakan cara-cara  sederhana yang aplikatif dan  bisa diterapkan oleh petani,dalam konsep pertanian organik secara umum.

2.(Dihadiri peserta dari Cikarang Bekasi Jabar, Banjarnegara Jateng dan Probolinggo ,Jatim).

Menurut metode kami,pemupukan tidak bisa dipola sejak awal sebelum tanam,sama halnya dengan “mengemudi kendaraan” ,tidak cukup diberikan informasi kepada pengemudi pemula,sbb: “Nanti di kilo meter sekian ada tanjakan,injak “gas” sampai  kecepatan 60 km/jam,bagaimana apabila pada saat itu ada orang nyebrang atau ada kendaraan lain yang sedang berpapasan dengan kendaraan kita? Kira-kira apa jadinya? Oleh karena itu pula yang kami terapkan tidak menggunakan pola baku S.O.P,sistem pemberian GAS NITROGEN,dirancang sejak awal. Lebih parahnya lagi,dengan sistem S.O.P ini,petani tidak diberi tahu,apabila jalan menurun…REM …NYA APA?

3.Rombongan Bp. Yuswal dan keluarganya dari Cikarang- Jabar ( yang aslinya orang Aceh), sedang asyik…menyimak paparan materi yang diberikan ” DRIVE TRAINER “.  Kami menyebut pelatihan kami dengan ‘LATIHAN MENGEMUDI’,sebab untuk membawa kendaraan itu,tidak cukup dengan mengatakan teori ,menyetir kendaraan itu sbb: kalau jalan menurun,injak rem,kalau jalan menanjak injak gas,kalau mau pindah “gigi” over kopling,kalau jalan belok, “banting” stir kekiri atau kekanan.

4. Teori mengemudi tersebut mudah dikatakan,tapi kalau sudah dijalan raya,sangat sulit bagi pengemudi pemula.  Istilah yang kami gunakan diatas hampir sama dengan praktek dalam dunia pertanian. Ada saatnya “nge Gas” ada saatnya “ngerem”,ada saatnya pindah kopling…Bisa dibayangkan untuk pemula apabila jalan menurun “Gas” ditancap sekencang-kencangnya”,akibatnya bisa diduga….

5. Walaupun Acara berlanjut sampai tengah malam…,namun karena acara berlangsung santai diselingi senda gurau,rasa kantuk pun…hilang

6.Dalam pelatihan ini,kami memberikan metode dasar “tehnik-tehnik mengemudi”,selanjutnya untuk memperlancar dalam prakteknya bisa dilakukan di daerah-masing-masing.

7. Sebagai “CO PILOT/ CO DRIVER” kami siap mendampingi saudara-saudara untuk memperlancar cara mengemudinya.   Dengan tehnologi “canggih” seperti saat ini,kami siap mendampingi perkembangan tanaman saudara-saudara,dengan catatan : KAMI DIKIRIMI GAMBAR,sebab dengan gambar ini,nantinya kami bisa mengambil keputusan,apakah  tanaman di “GAS” atau di “REM” atau cukup “PINDAH KOPLING “saja.

8.Kami memaklumi,terkadang petani sudah mempunyai tehnik sendiri-sendiri,bahkan kalau ada 100 petani,kita minta pendapatnya bagaimana caranya mengatasi “tanaman yang kerdil?” pasti jawaban dan tehniknya akan berbeda satu sama lain.

9. Oleh karena itu dalam pelatihan  ini salah satunya kami ingin merobah pola berpikir petani diantaranya  , ( meminjam istilah saudara kami dari Probolinggo), ditempat beliau kalau ‘MEMBERI PUPUK SEDIKIT” disebutnya PETANI YANG TIDAK PUNYA UANG”.  Padahal sudah nyata akibatnya,tanaman diberi banyak pupuk kimia TERUTAMA  PUPUK KIMIA YANG MENGANDUNG BANYAK GAS NITROGEN,akibatnya tanaman bukannya sehat tapi malahan …SAKIT, STROKE DAN  “KEMBALI KETANAH”.

10.Secara garis besarnya,metode pelatihan yang kami berikan adalah,MENGUBAH POLA PIKIR TERLEBIH DAHULU,kemudian setelah itu baru memberikan   tehnik-tehnik pertanian berbasis organik ,tentunya ALA KEMBANG LANGIT.

11.Sedang break..dulu…

Harapan kami,setelah mengikuti pelatihan singkat di KEMBANG LANGIT ini,makin banyak petani yang bisa menjadi  PEMBALAP-PEMBALAP, FORMULA I.

KAMI BERHARAP ,ILMU “MENGEMUDI” INI DAPAT TERSEBAR…..SEBARKAN ILMU,SEBAB TIDAK AKAN BERKURANG ILMU YANG  DIMANFAATKAN…

SEMOGA SUKSES SAUDARA-SAUDARA KU….

INFORMASI PELATIHAN PERTANIAN ORGANIK

Untuk pelatihan pertanian berbasis organik,ala kembanglangit ini ,Kami tidak memungut biaya   baik untuk pelatihan dan penginapannya

( sedangkan akomodasi  dan transportasi dan lain sebagianya ditanggung peserta)

Bagi anda yang berminat,baik perorangan maupun kelompok,silahkan menghubungi    kantor kami.

Pelatihan kami lakukan 2 (dua )kali dalam sebulan,awal bulan dan pertengahan bulan.

Jumlah peserta dibatasi 10 orang per gelombang.

PADA PERTENGAHAN BULAN SEPTEMBER INI,AKAN DIADAKAN PADA TANGGGAL 15-16 SEP 2012

HARI SABTU DAN MINGGU

BAGI ANDA YANG BERMINAT,KAMI PERSILAHKAN MENGHUBUNGI BP. RUSLI GUNAWAN 081323218330.

JADWAL PELATIHAN UNTUK PERTENGAHAN BULAN SEPTEMBER 2012,SUDAH PENUH.

BAGI ANDA YANG BERMINAT UNTUK MENGIKUTI PELATIHAN BISA DAFTAR UNTUK GELOMBANG BERIKUTNYA.

DEMIKIAN INFORMASI DARI KAMI,HARAP MAKLUM.

1. Keterpurukan dunia pertanian kita sudah sejak lama,bahkan pada era Menristek Bapak B. J. Habibie tanda-tanda keterpurukan tersebut sudah ada.  Mungkin anda masih ingat pada pertengahan  tahun 1996,tehnologi tinggi anak bangsa berupa pesawat CN 235,yang diproduksi IPTN Bandung ditukar /imbal beli  dengan BERAS KETAN dari Thailand? Sangat Ironis memang,negara agraris  “barteran” pesawat dengan BAHAN BAKU ‘DODOL’.  Dalam hal ini bisa kita ambil suatu pelajaran bahwa tehnologi kita kayaknya terlalu mercusuar dengan tidak memperhatikan latar belakang sumberdaya alam  sebagai negara agraris. Akhirnya ujung -ujungnya tehnologi tinggi tersebut kembali  bermuara pada “urusan perut”.

2. Memang bukan hanya sumber daya alam saja yang dibutuhkan,tenyata tehnologi tinggi (istilah Pak Habbibie,HIGH TECH) dibidang pertanianpun sangat diperlukan.  Banyak orang memandang remeh tentang tehnologi pertanian,bahkan tidak sepadan dengan tehnologi ,dibidang industri – industri yang  “High tech”.  Seandainya kita balik sekarang ini,tehnologi dibidang pertanian kita optimalkan dan hasilnya berlebih dan  melimpah sangat mungkin petani bisa membeli kendaraan bertehnologi tinggi sekelas MERCEDES BENS sekalipun, demikian pula apabila seandainya seluruh petani kita bisa meningkatkan kualitas produksinya,tidak mustahil negara bisa barteran sebuah komoditas pertanian dengan pesawat boing ,seperti halnya yang terjadi pada tahun 60 -an, dimana karet mentah dari negara kita di barter dengan pesawat dari amerika.

3.  Tehnologi pertanian hingga saat ini masih dianggap,tertinggal ,primitif,kampungan  dan tehnologi yang gampang dan mudah,tetapi kenyataannya mengapa negara agraris seperti kita masih mengabiskan ANGGARAN NEGARA yang tidak kecil  hanya untuk mengimpor beras,beras

ketan bahkan cabe  walau hanya untuk sambal sekalipun?  Kalau demikian berarti banyak yang “salah” dalam metode tehnologi pertanian kita.

4.

5.Setelah kami melalukan serangkaian pengamatan ,percobaan  dan penelitian  (yang tidak ada yang membayarnya dari instansi manapun, selama  kurang lebih 12 tahun).

6.

Kami tidak berharap  suatu waktu, KITA SEBAGAI NEGARA AGRARIS,  MEMBARTER SEBUAH PULAU (KARENA PESAWAT HIGH TECH ,TIDAK DIPRODUKSI LAGI) DENGAN BERAS KETAN.