Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Category Archives: AGENDA PELATIHAN PERTANIAN ORGANIK

« 1 ... 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 »

PELATIHAN PERTANIAN ORGANIK ALA KTO GELOMBANG VII

Pelatihan pertanian berbasis organik hingga bulan Pebruari 2013 ini, sudah memasuki periode ke -7.  Peserta pelatihan kali ini berasal dari Bengkulu, Jawa Barat dab Jawa Tengah.  Kami berharap peserta pelatihan gelombang VII ini kelak  menjadi pioner -pioner dalam mengubah cara bertani konvensional yang mengutamakan tehnik berbasis kimia ke tehnik pertanian berbasis organik,yang lebih simpel,murah, ramah lingkungan  dan hasil melimpah.
Gambar 1. Peserta Pelatihan dari kiri ke kanan, Bp. Amin Sinuraya ( Mukomuko- Bengkulu), Bp. Cahyohartono (Bandung),Bp. Zakaria ( Muntilan- Magelang), Sdr. Maherdheni ( Purbalingga-Jateng), Sdr. Mundakir (Kudus-Jateng), Ahmad Syaikhu ( Sukabumi-Jabar), Sdr. Mulyansyah ( Lembang- Bandung), Bp. Faozi ( Samarang- Garut), Bp. Pramono ( Bekasi).
Gambar 2 A. Suasana saat pelatihan.  Acara pelatihan di bulan Pebruari  2013 ini berlangsung pada tanggal 15-16.  Tempat pelatihan di lakukan di BALAI PELATIHAN TANI, KPO yang  beralamat di Tutugan -Haruman- Leles – Garut – Jabar
Gambar 2. B. Petani junior dan senior sedang menyimak materi pelatihan.  Peserta diharapkan  kelak ,bisa menjadi “pengemudi handal” dalam menjalankan “roda”  pola pertanian ala KTO.
Gambar 2.C. Peserta sedang mengamati alat peraga sederhana yang  di demo -kan, sebagai ilustrasi…betapa pentingnya pertanian organik dalam “menjalankan kendaraan” pertanian kita.
Gambar 3 .A. Selain dalam ruangan peserta juga pelatihan bisa mengamati secara langsung ke lapangan, percontohan tanaman yang menggunakan tehnik pertanian organik ala KTO.  Walaupun ada beberapa tanaman yang terkena virus kuning/keriting, tetapi tanaman tetap berbuah dengan lebat.
Gambar 3.B.  Hujan rintik-rintik tidak menghalangi kegiatan pengamatan ini.  Peserta pelatihan  juga bisa mengamati langsung tanaman yang berusia 2 bulan- an ini, hampir tidak ditemukan adanya tanaman yang LAYU.
Gambar 3.C.  Bp. Amin Sinuraya,sedang mengamati hasil aplikasi berbasis pertanian yang menggunakan pestisida organik ala KPO.  Hujan Gerimis bukan jadi penghalang, pakai “payung” kertas Dus pun jadi…( maklum  …bukan petani “asli”… he he).
Gambar 4. Bp. Zakaria mewakili peserta pelatihan gelombang VII memberikan sambutan disaat perpisahan.  Semoga ilmu yang didapatkan selama pelatihan bisa bermanfaat.  Selamat “berjuang” saudara-saudara kami. 
Memang pelatihan ini baru “langkah awal”, sebelum kita “mengendarai” kendaraan sesunguhnya dijalan yang banyak “tikungan tajam” ,”turunan” dan “tanjakannya”.  Kiat-kiat untuk menghadapi apabila kondisi sedemikian ini selanjutnya bisa diterapkan didaerahnya masing-masing.  Koordinasi minimalnya  untuk “satu putaran” kedepan  ,kami harapkan terus dilakukan.  Sebelum untuk selanjutnya kami harapkan makin banyak “pembalap-pembalap” handal di negeri ini.
Ayo …saudara-saudaraku… dengan ilmu yang kita dapatkan,kita  berlomba dan KEJAR KETERTINGGALAN  pertanian di negeri ini, dengan KECEPATAN  “FULL SPEED” tetapi tetap  memperhatikan kewaspadaan….
Kami berharap,  kelak semakin banyak  petani  yang  memahami tehnik untuk  MENYEHATKAN TANAMANNYA dengan konsep pertanian berbasis organik ala KPO.
JAYALAH PERTANIAN INDONESIA…

PELATIHAN PERTANIAN ORGANIK ,GELOMBANG VI

Peserta pelatihan organik ala KTO,kembang langit kali ini, berasal dari Lampung- Jawa Barat- Jawa Tengah dan Jawa Timur. Pelatihannya sendiri dilaksanakan  di kliniktaniorganik- KEMBANG LANGIT, pada tanggal 11-12 Januari 13, di Leles – Garut – Jawa Barat.

Gambar 1. Berdiri dari kiri -ke kanan peserta pelatihan gelombang VI, Mas  Tri Suseno (Solo), Bp. Hari  Hermanto (Jakarta), Adi Muhadi ( Pringsewu – Lampung), Agil Mahardika (Solo), Kang Alimuddin ( Karang Tengah- Garut),  Bp. Trijono ( Solo), Kang Supriatna/Upri ( Sucinaraja- Garut), Bp.Suhadi ( Banyuwangi-Jatim), Bp. Sitam (Boyolali-Jateng), Kang Wawan Warman ( Sucinaraja- Garut), dan kang Arikenda (  Ujung Berung – Bandung).

Gambar 2. Selain di dalam ruangan,kami melakukan pula kunjungan ke kebun percontohan yang menggunakan tehnik,KTO.  Peserta bisa langsung mengamati secara nyata hasil aplikasi contoh pertanian organik ala KTO.

.

.

.

Gambar 3.Suasana pada saat  pelatihan dilangsungkan.

Gambar 4. Bp. Rusli Gunawan (KTO),sedang memberikan  pencerahannya dalam merubah pola pikir,ke konsep pertanian organik

Gambar  5. Pada acara pelatihan kali ini ada yang agak berbeda yaitu Sdr. Ujang ( Bertopi hitam)  ” Straring”    dalam percontohan kami selama ini,datang langsung dan bertukar pengalaman dengan para peserta pelatihan.

Gambar 6.   Petani-petani Senior, Bp. Tri (kiri) dan Bp. Sitam (kanan),tetapi walaupun senior  semangat beliau untuk bergerak dan mengorganikkan pertanian indonesia,masih tetap tinggi,tidak kalah oleh semangat petani  muda.

Sukses pak, semoga sesampainya di tempat masing-masing bisa melaksanakan dan mempraktekkan ILMU  yang kita dapatkan.

  Mari kita bekerja sama bahu membahu,walaupun kita bergerak secara “bergerilya”  kami yakin suatu waktu kita akan bergerak dan terus bergerak  sehingga  makin banyak yang mendorong    langkah kita,saudara-saudaraku…

PELATIHAN PERTANIAN ORGANIK ( KTO), GELOMBANG VI

Untuk mempertegas bahwa yang kami paparkan selama ini,tentang TEORI-TEORI BARU dalam dunia pertanian  khususnya pertanian berbasis organik,ala kliniktaniorganik (KTO),kami mengajak peserta pelatihan langsung ke kebun percontohan yang  sudah secara berulang menggunakan tehnik ala KTO.  Peserta pelatihan kali ini,datang dari Garut- Bandung- Solo (Jateng)- Banyuwangi (Jatim) dan ada pula  yang berasal  dari Lampung. Acara pelatihannya sendiri diadakan pada tanggal 11- 12 Januari 2013, di Garut- Jawa Barat.

1

Gambar 1. Tanaman Sdr. Ujang Makin subur saja,usia tanaman hingga saat ini 2 bulan kurang 5 hari..Kunjungan “lapang” peserta pelatihan pertanian organik ala KTO, ANGKATAN VI.

2

Gambar 2. Peserta dari Solo ,Jakarta dan dari Garut sedang mengamati,percontohan tanaman yang menggunakan tehnik pertanian organik ala kembang langit.  Kami berharap dengan kunjungan lapang ini,peserta pelatihan ,bisa mengamati langsung kondisi tanaman yang selama ini,hanya baru terlihat di “dunia maya”.

3

Gambar 3 . Peserta  Senior dari Solo (Bp. Tri)  dan Junior dari Bandung (Kang Ari)  , bisa berbagi ilmu dan  pengalaman di KTO,Kembang Langit.  Peserta bisa mengamati secara langsung, hasil aplikasi  perihal teori-teori yang selama ini kami biasa  sampaikan.  Kami menulis teori kami dan kami buktikan hasilnya di “lapangan”.  Bahkan ini sebenarnya bisa kami sebutkan  merupakan “perulangan” praktek yang kemudian kami rumuskan menjadi TEORI PERTANIAN ORGANIK ALA KTO.  Meminjam istilahnya “senior” penggiat organik dari Solo, Pak Tri, menurut beliau : PENULIS perihal pertanian,sangat banyak,tetapi baru sekedar tahap teori tetapi   BELUM  pada tahap PELAKSANAAN dan CONTOH PRAKTEK. Kami berharap tidak termasuk pada  golongan  demikian ,pak Tri.

4

Gambar 4. Peserta dari Banyuwangi  (Bp. Suhadi,sedang  aktif mengamati dan mencatat hasil -hasil aplikasi ) Bang Adi dari Lampung  (bertopi)  dapat bersilaturahmi   di Garut.  Peserta  tampak puas dengan apa yang dilihat dan diamatinya.  Peserta bisa mengamati langsung, yang selama ini dilihat   di WEB dan Youtube  kami, tentang tanaman cabe yang tingginya 2 meter dan berbuah lebat (pada hasil aplikasi musim tanam yang lalu dilokasi yang sama dengan yang dikunjungi saat ini).

5

Gambar 5. Peserta bisa mengetahui secara PRAKTIS  ,bagaimana  TEORI pertanian berbasis organik dengan istilah : ” GAS ,KOPLING dan REM “, yang selama ini, hanya dibaca melalui web KTO.

6

Gambar  6. Secara langsung  peserta bisa pula  mempelajari bagaimana cara pengendalian hama dan penyakit dengan tidak mengandalkan pestisida, tetapi dengan mengatur POLA MAKAN/PUPUK.

7

Gambar 7. Peserta pelatihan ,bisa mengamati hasil aplikasi pada tanaman cabe ( yang selama ini kami jadikan parameter  untuk  tanaman lainnya),bagaimana  cara mengendalikan hama Thrips,tungau, kutu kebul ,keriting daun, virus kuning,layu fusarium, lalat buah, busuk daun, dan busuk buah secara  ORGANIK ala KTO.

8

Gambar 8. Tidak kalah pentingnya,peserta latihan pertanian organik ala KEMBANG LANGIT,juga bisa bertukar pengalaman secara langsung  dengan pengelola/pemilik  tanaman ,yaitu  sdr. Ujang.

9

Gambar  9. Pak Sitam Prasetya seorang carik dari Solo  yang tertarik untuk mendalami tehnik pertanian organik ala kliniktaniorganik.  Selama ini kami  lebih sering menampilkan petani-petani muda atau pemula untuk di “Mind set”  pada pola pertanian organik ,dengan alasan ibarat kertas baru, lebih mudah mengisinya dan tidak usah “menghapus data lama” terlebih dahulu.  Namun dalam pelatihan kali ini  Ada istilah baru yang kami dapatkan dari peserta pelatihan angkatan ke -6  ini,yaitu : Usia tua tidak menghalangi untuk mengubah pola pertanian yang selama ini digunakan,apalagi dijaman serba KOMPUTER seperti saat ini,penulisan tidak membutuhkan banyak kertas,jadi CUKUP DI DELATE ,kemudian COPY- PASTE saja.  Demikian pula dalam hal ini ,bagi  petani  “senior-senior”  yang setelah sekian lama menggunakan tehnik pertanian kimia dan  telah menyadari kekeliruannya,silahkan saja kalau ingin mengikuti pola pertanian pertanian berbasis organik ala KTO.  Caranya mudah ternyata, cukup  DELATE data tehnik lama,kemudian bisa dilakukan COPY- PASTE tehnik pertanian organik yang  selain ramah lingkungan ternyata biaya produksinya rendah dan terpenting lagi, sesuai dengan harapan petani secara umum yaitu : PRODUKTIFITASNYA YANG TINGGI.