Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Category Archives: KLINIK PERTANIAN ORGANIK

« 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 ... 129 »

Tahun Baru, Inovasi Baru Terus dilakukan

Memasuki tahun baru 2019 kami dari klinik pertanian organik Kembang Langit terus melakukan inovasi inovasi di bidang pertanian baik dalam hal pengelolaan lahan, teknik  pemupukan dan pengendalian hama penyakit tanaman nya.

Memasuki tahun baru ini kami mencoba menerapkan metode bercocok tanam cara klinik pertanian organik di tanah Marjinal. Tanah yang secara umum bisa dikatakan tanah yang miskin akan unsur hara tanahnya bertekstur liat dan pada umumnya petani enggan bercocok tanam pada lahan yang demikian.

Tanah yang di dalam ilmu tanah biasa disebut sebagai tanah podsolik merah kuning(PMK), tanah yang lebih dicocok digunakan untuk pembuatan batu bata Genting atau keramik.

Lokasi tantangan yang dilakukan pada saat ini berada di Samarinda Kalimantan Timur. Tanah yang notabene merupakan tanah bekas galian dari pertambangan batubara yang sebenarnya sangat tidak cocok untuk ditanami komoditas seperti tanaman cabai.

. Seperti terlihat dalam gambar di atas bagaimana warna tanah merah dan kuning nya yang sangat tidak ideal untuk ditanami tetapi kami bersama Mitra kami dari Samarinda tersebut mencoba untuk melakukan hal-hal yang sebenarnya tidak lazim dilakukan oleh petani lainnya.

Varietas cabe Keriting  yang ditanam nyapun bisa dikatakan varitas “abal-abal” karena bibitnya diambil dari sisa masak di dapur sedangkan varitas Cabe rawit  menggunakan varietas Dewata. Lokasi penanaman tepatnya di Desa Besaung Kecamatan Sempaja Utara Samarinda Kaltim.

Tanaman dipindahtanamkan pada awal minggu pertama bulan November 2018. Tanaman dibuat 1 baris dan satu lobang berisi 2 3 bahkan ada yang 4 batang per lubang tanam nya Sangat rapat, apalagi tanah termasuk jenis tanah yang tidak subur.

Ini merupakan inovasi terbaru dari klinik kami yang dilakukan dan kami berharap suatu waktu apabila Teknik ini berhasil digunakan pada tanah podsolik merah kuning maka sebenarnya sangat banyak lokasi-lokasi yang selama ini tidak dimanfaatkan kerana memang dianggap tidak cukup subur untuk ditanami.

Kalau melihat pertumbuhan tanaman yang pada saat ini berusia 55 hari kami dan mitra sangat optimis dengan kondisi perkembangan tanaman yang sangat subur dan mudah-mudahan saja kedepannya pun pertumbuhan tanaman tetap terjaga dan terhindar dari serangan hama dan penyakit dan juga faktor kekurangan unsur hara.

Bisa juga dilihat, versi youtube nya. Monggo

https://youtu.be/_EWDanhFDnY

Kiat Membesarkan Buah secara Aman

Setelah pada pertengahan bulan Desember tahun 2018 Mitra kami dari Malang ini Mas Angga panen jeruk nya, saat ini per tanggal 30 Desember 2018 beliau panen kembali dengan jarak hanya 15 hari dari panen sebelumnya.

Ada hal yang menjadi catatan kami bersama yaitu adanya usaha untuk membesarkan ukuran buah jeruk supaya bisa lebih besar lagi dibandingkan dengan ukuran yang biasanya. Adapun cara yang dilakukan adalah dengan mempertinggi tekanan gas dalam segi pemupukannya yaitu dengan cara memberikan kadar gas nitrogen yang lebih tinggi.

. Hasilnya memang terlihat di mana ukuran buah menjadi lebih besar dan bisa masuk kualitas di grade A atau tergolong buah super.

Langkah ini memang Bukannya tidak beresiko tetapi segala sesuatunya memang dipertimbangkan atau diperhitungkan secara matang dari segi plus dan minus nya. Dengan usaha pemberian kadar gas yang tinggi, resiko nya yaitu selain ukuran buah memang menjadi lebih besar tetapi terjadi kerapuhan kulit buah sehingga buah menjadi lebih mudah busuk dan lebih rentan terserang oleh lalat buah.

 

Hal ini memang jelas apabila dihubungkan dengan teori yang sering kamu ungkapkan yaitu ” teori balon gas”. Semakin membesar semakin menggelembung ukuran kulit buah Maka semakin rentan dan mudah nya buah terkena serangan hama atau penyakit.

Oleh karena itu dalam pemberian kadar gas yang tinggi sebaiknya dipertimbangkan dan pemberiannya disarankan tidak pada saat buah menjelang panen karena hal ini jelas menjadikan buah jaringannya menjadi lebih tipis dan mudah terkena serangan lalat buah.

Disinilah letak atau peran dari ” perasaan ” seberapa kuat kita memberikan tekanan ataupun ,pertimbangan agar buah tetap kuat dan tidak mudah terkena oleh serangan hama dan penyakit tersebut. Hal lain yang bisa dilakukan untuk mengurangi tingkat resiko pada saat kita mengupayakan pembesaran buah adalah dengan menguatkan insektisida melalui semprotan dari atas yaitu dengan cara meningkatkan dosis PESNATOR plus ditambah dengan pemberian dimetoat dan asefat yang dosisnya kita naikkan menjadi 0,4 mili per liter air.

Menanggulangi Keriting daun, Dengan Perasaan….

Perkembangan tanaman cabe merah besar varitas Colombus Mitra kami Bapak Roni dari Tabalong Kalimantan Selatan hingga saat ini pertumbuhannya terus membaik di saat usia memasuki bulan ke empat. Tanaman yang dipindahtanamkan pada tanggal 27 Agustus 2018 ini hingga saat ini sudah panen 13 kali.

Perawatan sedari awal secara bertahap untuk mengendalikan penyakit keriting daun baik yang disebabkan oleh hama trips tungau ataupun akibat kondisi cuaca hingga saat ini Terus masih bisa dikendalikan. Bahkan di usia yang memasuki bulan ke 4 berbagai jenis hama dan penyakit bisa dikatakan relatif terkendali

Sebagai ilustrasi hasil per tanggal 24 Des 2018 ,yang telah didapatkan oleh Bapak Roni dari Desa Banua baru hingga petikan ke 13 sudah mendapatkan 2845 kg dari jumlah tanaman 2500 batang. Dengan kondisi tanaman yang masih segar hasil yang dicapai sudah lebih dari 1 kg per batang nya kami berharap tanaman ini bisa mencapai 2 kg per batang nya.

Adapun sejak awal kami bersama-sama dengan Mitra dari Kalimantan Selatan ini, berupaya sejak awal untuk mengendalikan Agar tanaman terhindar dari keriting daun. Memang dalam mengendalikan keriting daun ini perlu kehati-hatian kerana salah dalam pengelolaannya bisa-bisa tanaman kebablasan dan menjadi rentan terkena hama maupun penyakit di kemudian hari.

Cara pengelolaan keriting daun tersebut Biasanya kami dorong perlahan menggunakan protektan dan biopestis yang kami aplikasikan dengan cara dikocorkan maupun disemprotkan. Sedangkan insektisida kimia yang kami gunakan sangat standar yaitu menggunakan bahan aktif Prevonofos, imidacloprid dan abamektin itupun dengan dosis 6 mili per 17 liter air.

Kombinasi ini ternyata sangat efektif apabila dipadukan dengan pola klinik pertanian organik kembang langit walaupun secara umum petani mengatakan bahwa bahan aktif tersebut sebenarnya sudah tidak relevan lagi.

Memang dalam pengelolaan pengendalian keriting daun ini perlu pelan-pelan dengan perasaan, apa lagi sambil memadukan dengan penggunaan pupuk nitrogen dari bawah yang didorong secara perlahan karena apabila kelebihan pemberian nitrogen kimia tersebut, bisa menyebabkan tanaman justru “berbalik “kondisi tunasnya menjadi berkerut.

Artikel dengan latar belakang taanamannya pak. Roni ini, berikutnya kami tutup per 27 Januari 2018, karena tanaman sudah tidak dipelihara lagi dan dianggap sudah cukup. adapaun hasil per batangnya sampai dengan akhir bulan januari 2019 ini adalah dirata rata, 1.8 kg per batangnya. Kami sudah cukup puas pada kondisi curah hujan yang cukup tinggi di Kalsel /Tabalong ini.