Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Category Archives: KLINIK PERTANIAN ORGANIK

« 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 ... 129 »

Layu Fusarium dan tehnik pengendaliannya

Banyak cara yang petani lakukan untuk menanggulangi penyakit layu khususnya layu yang disebabkan oleh cendawan atau jamur Fusarium. Ada yang menggunakan cara kimia Ada pula yang secara technics mechanic atau ada pula yang menggunakan cara melawan cendawan Fusarium dengan menggunakan cendawan antagonis.

 Hal yang lazim dilakukan oleh petani untuk mengendalikan layu fusarium ini antara lain adalah dengan memberikan perlakuan kimia seperti dengan pengecoran fungisida berbahan aktif tembaga dan lain-lainnya.

 .Ada pula yang menggunakan cara yang umum yaitu dengan Pengobatan dengan menggunakan Cendawan Seperti Cendawan antagonis Tricoderma.

Secara teknis mekanis, biasanya berupa, petani melakukan pemadatan tanah dengan cara menginjak-injak tanah di sekitar areal perakaran yang terdapat gejala-gejala kelayuan.

 Sedangkan cara  Klinik Pertanian Organik Kembang Langit lakukan agak berbeda yaitu dengan menggunakan tehnik tersendiri untuk  menekan pertumbuhan cendawan fusarium sebagai lawan atau antagonisnya.  Pengaplikasiannya terdapat pada CAS dan Freshtan , yang di kocorkan hanya dengan 5- 10 sendok /tutup per 200 liter airnya.

Hasilnya sebagaimana yang kita lihat pada perkembangan tanaman mitra kami Mas Syafak dari Samarinda, Kalimantan Timur ini. Tanaman yang ditanam pada daerah Marjinal daerah yang kurang Subur ,tanah Podsolik Merah Kuning, Di mana  tanahnya banyak kekurangan unsur Hara nya dan cenderung bersifat masam tetapi tampak bahwa pertumbuhan tanaman tetap sehat dan terhindar dari layu fusarium.

 Tanaman yang per tanggal 22 Januari 2019 saat ini berusia 75 hari. walaupun tanah cenderung masam yang Biasanya berkorelasi dengan berkembangbiak nya cendawan penyebab layu fusarium tetapi dengan metode yang kami kembangkan ini tanaman secara keseluruhan bisa dikatakan Aman dari layu fusarium.Walaupun ada yang layu tetapi masih dalam taraf wajar karena jumlahnya sangat minim istilah kami (hanya 1-2 batang  saja).

 Sarankan pada saat menggunakan CAS dan Freshtan untuk tidak mengaplikasikannya dengan Bakterisida, jenis apapun. selain itu silahkan sedangkan Penggunaan Fungisida atau insektisida secara bersamaan  dengan CAS dan Freshtan tidak apa apa.

Semoga saja tanaman mitra kami ini , mas Syafak terus bertahan dan sehat terhindar dari berbagai hama dan penyakit sampai musim tanam berakhir. Pengelolaan tanaman menjadi lebih simpel, sehat terhindar dari penyakit layu fusarium dan subur buahnya terlihat lebat.  (Silahkna di simak link terkait dibawah ini.)

https://youtu.be/8DbfmqjemBc

 

 

Bertani dengan Keyakinan

Ada hal yang menarik dan menjadi catatan kami dengan mitra kami dari Sumatera Barat ini. Beliau yang notabene bukan berprofesi sebagai petani murni tapi setelah berkecimpung dan mendalami teknik bertani berbasis organik cara klinik pertanian organik ini hampir di setiap pertanaman nya beliau tidak mengalami kegagalan, dan semoga ini terjadi untuk masa-masa berikutnya.

Melanjutkan pengamatan kami pada tanaman pk Alham di daerah Bukittinggi, hingga saat ini Ini sudah memasuki masa petik pertama dan kondisinya pun terlihat segar bugar.

. Dalam bertani menurut hemat kami memang tidak berlaku istilah ” jago Tani” atau Master Tani Yang ada hanyalah bagaimana tidak bisa membaca dan memberikan apa yang dibutuhkan tanaman pada saat tertentu.

 Oleh karenanya tidak mengherankan bagi kami walaupun seseorang itu sudah sangat berpengalaman dalam bertani suatu waktu mungkin saja mengalami musibah” kecelakaan”.  hal ini terjadi di baik karena kecerobohan baik karena faktor teknis ataupun oleh faktor psikologis.

 Dalam hal ini dengan metode yang kami kembangkan kami pun tidak merasa lebih bisa dari petani tapi mencoba untuk sama-sama mempelajari apa yang dibutuhkan oleh tanaman pada saat Waktunya pemupukan/Pengobatan.

Keyakinan terhadap suatu metode diperlukan tetapi juga tidak diharapkan terjadinya “over confidence”. Namun ketidak yakinan  suatu metode juga justru jadi boomerang bagi petani, karena penerapan bisa kandas ditengah jalan.

Hal demikian bukannya sedikit, kami rasakan  cukup banyak petani yang karena kurang yakinnya , hingga pada suatu  waktu “problem mendera”, maka yang terjadi keraguan muncul dan pada akhirnya metode awal ditinggalkan dan  metode jadi kacau balau.

Padahal kalau petaninya mau bersabar sedikit dan lebih intens melakukan komunikasi, kita bisa sama sama untuk meningkatkan ” grade”, Pengobatan atau pemupukan yang sifatnya lebih” kuat “dari sebelumnya. Memang pada tradisi kami adalah menerapkan bahan bahan yang bersifat “soft”lunak terlebih dahulu baru naik “grade”secara bertahap. Karena faktor kekurang yakinan dan terkungkung oleh kebiasaan sebelumnya, terkadang petani nya tidak sabar dan  langsung lompat ke tingkatan yang “hard” tanpa kompromi.

Tanah “Merah Kuning “Pun ternyata masih Bisa Produktif

 Tanah yang berwarna merah  -Kuning atau yang  dalam dunia pertanian disebut podsolik merah kuning,  memang tergolong tanah yang tidak subur, tanah demikian lebih condong digunakan sebagai karya seni bisanya dibuat patung atau biasa pula dibuat sebagai bahan bangunan misalnya untuk pembuatan genteng keramik dan batu bata. ( Kami berusaha membenahinya tanpa teori yang berjelimet ria).

Tanah podsolik merah kuning umumnya memiliki karakteristik yang mengandung tekstur tanah berlempung agak berpasir memiliki unsur logam berat misalnya aluminium dan zat besi yang tinggi.sehingga biasa juga memiliki pH yang rendah. Tetapi di lain pihak tanah podsolik merah kuning ini memiliki kejenuhan unsur basa seperti Mg,K dan,  Ca yang rendah   sehigga biasanya tidak cocok untuk ditanami jenis tanaman semusim.

 Selain itu daya simpan  air yang sangat rendah sehingga  mudah mengalami kekeringan, kandungan bahan organik yang rendah dan biasanya hanya terdapat pada permukaan tanah saja menjadikan kita lebih fokus dalam perlakuan penambahan bahan organiknya beserta penambahan mikroorganismenya..

Karakter lain yang dimiliki  jenis tanah ini adalah memiliki KTK atau  kapasitas tukar kation yang juga rendah, memiliki karbon C- organik yang rendah ,serta  P-dan K-tersedia juga rendah. hal ini semua menyebabkan kami harus secara cepat mengolah dan meningkatkan kandungan kandungan yang rendah tersebut  menjadi tersedia secara cepat.

Dan melalui teknik yang kami kembangkan tsb terlihat bahwa tanah podsolik merah kuning yang memiliki sifat dan karakter  serba “minus” tersebut bisa kita penuhi kekurangannya, sehingga saat ini  lahan tsb yang kami ditanami cabe rawit dan cabe keriting kondisinya segar bugar tidak seperti ditanami pada lahan minus.

Lahan marjinal yang dianggap serba kekurangan ternyata Bisa kita Optimal kan dengan beberapa perlakuan pengacoran tersebut di atas.

 Kami berharap mas Syafak  yang mengelola tanah di Samarinda Kalimantan Timur ini semakin semangat dan terus berusaha agar tanamannya selain tumbuh subur juga berbunga dan berbuah secara lebat.

 Dan kami berharap langkah yang dilakukan oleh Mitra petani muda kami dari Kalimantan Timur ini, bisa memberikan suatu motivasi dan inspirasi bagi petani petani lain di manapun berada. Selain itu  dilahan yang serba minus demikian pun, tanaman masih bisa produktif apalagi tanah tanah yang, surplus ‘nutrisi’ dan memiliki karakter karakter ‘positif’, tentunya diharapkan bisa berproduksi  lebih baik lagi.