Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Category Archives: KLINIK PERTANIAN ORGANIK

« 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 ... 129 »

Mengapa harga Cabe Murah???

Beberapa bulan terakhir ini, harga cabe besar maupun cabe kecil, harga terus anjlok seanjlok anjloknya. Hal ini memang diluar  dugaan karena harga yang biasanya sedang bagus dan tinggi tingginya bagi petani cabe, dan bahkan banyak petani kami  yang sukses luar biasa, dengan harga yang fantastis di bulan bulan Basah seperti saat ini. Namun tidak demikian halnya saat ini, cabe malahan di beberapa tempat tidak dipanen , bahkan ada yang membuang cabe dijalanan, mencabut tanaman produktif dan ada pula yang tidak memetik buahnya dan membiarkan tanaman terlantar di kebun. Menyedihkan …..

Kami mencoba menelusuri kenapa harga menjadi, hancur seperti begini ????  Akhirnya kami menemukan “setitik” informasi  walaupun berdasarkan pengamatan “mikro’  akan  tetapi hal ini bisa kami anggap sebagai perwakilan/ representatif  dan mewakili kondisi secara umum. Kami menemukan hal yang tidak lumrah di daerah Sukajadi dan Mekarwangi , Tarogong Kaler Garut- Jawabarat, yaitu proses pemisahan tangkai cabe keriting kering dengan buahnya . Jenis Cabe nya agak tidak lazim ,karena berukuran tanggung antara ukuran cabe rawit dan cabe keriting. Kegiatan ini di desa  tersebut telah berlangsung sejak bulan November 2018.

Setiap hari ada “bandar’ cabe kering yang mengirimkan ratusan karung goni kecil untuk diupahkan kepada warga setempat dengan bayaran Rp. 12.000 per karungnyanya.  Cabe  kering ini dikembalikan lagi  ke Pengepul setelah dipisahkan tangkai dan buahnya. Investigasi  kami pun berlanjut ke pasar Tradisional dan menemukan ber “bal bal” cabe  kering impor ,  yang berasal dari India- dan  dari negara   Asia Lainnya. Harga cabe kering tsb, dikisaran 35 rb per kg nya, dan ternyata jenis cabe ini  digemari “emak emak” Karena warna nya yang merah menyala pada saat pengolahan dan  jelas cabe tahan di penyimpanan.  (1 kg cabe kering oven,  ini hampir setara dengan 3-4 kg basah.)

Tidak ada unsur apapun dalam hal ini, kami independent dan tidak mau masuk ke’ranah politik’  hanya saja, imbas pada petani yang kami prihatinkan, sehingga kami terus mencoba mencari tahu kenapa sampai begini?? Belum lagi informasi yang kami dapatkan yaitu pemberian benih benih gratis di Akhir tahun 2018, kepada gapoktan gapoktan sehingga petani yang selama ini bukan, yang secara traisional bertanam cabe ikut ikutan menanam cabe.

Bahkan saat ini dg Sangat terbuka diperdagangkan di Bisnis Online T**o P***a. Bisa mitra buka di Link, mencari cabe kering Impor…. Akan kita temu kan, Cabe Kering impor tanpa Tangkai dari India yang bentuknya sama dengan cabe yang di pisahkan tangkainya di Garut tadi.  Ada apa ini??? Kami prihatin saja dg jerih payah yang dilakukan oleh petani , banting tulang siang dan Malam merawat tanamannya agar tetap bisa bertahan dari kondisi alam, dari cuaca ekstrim di bulan basah dan juga dari Hama dan penyakit, tetapi pada saat berhasil menangulangi hal tsb , datanglah membanjiri produk dari luar yang merusak harga pasaran.

Belum lagi, baru baru ini  adanya Kenaikan ongkos Cargo udara yang di sinyalir mengalami kenaikan yang sangat tinggi menyebabkan tertumpuk /tertundanya pengangkutan dari  satu daerah ke daerah lain yang selama ini secara reguler sudah biasa dilakukan.

Sementara itu, di sentra sentra Cabe di Jawa Barat, termasuk Garut yang selama ini memasok kebutuhan Ibu Kota , Cibitung dan pasar pasar besar lainnya, saat ini belum panen Raya. Musim penghujan dan awal penanaman baru di mulai rata rata diawal bulan November 2018,jadi jelas ….bulan Pebruari di Sentra sentra Cabe Jawa Barat, (yang secara tradisional petani petani merupakan memang petani petani penanam cabe) belum memasuki masa panen raya.

Namun demikian hal ini bukan untuk dikeluhkan, petani sejati akan tetap tegar menghadapi terpaan gelombang harga “tsunami “ini, semoga saja mitra mitra tani bisa lulus dari ujian ditahun tahun sulit , seperti saat ini.

Seperti halnya mitra kami , Pak. Alham dari Bukit Tinggi Sumbar, yang saat ini per awal Pebruari 2019, sudah memasuki petikan ke 4, tetap bertahan di harga murah meriah dengan memacu produksi dan bertahan agar tanaman panjang usia tanamnya. Tak ada kata untuk putus harapan, karena harapan selalu ada bagi  petani yang ber jiwa yang optimis kepada Kekuasaan  Yang Maha Pengatur.

Metodologi Pertanian : Metode KPO-KL, dan Penerapannya.

Banyak sekali jenis metode yang dilakukan oleh petani agar hasil pertaniannya bisa berhasil, dan basicnya pun berbeda beda ada metode yang berbasik Kimia murni, ada yang Organik Murni dan ada pula yang menggabungkan antara keduanya/  Metode semi organik. Diantara metode tersebut kami menetapkan pilihan pada metode yang semi organik.

Metode itu sendiri kami menguraikannya secara sederhana yaitu, bagaimana kita merangkai cara dan langkah yang tertib dan terpola untuk menegaskan  suatu  kegiatan. Metode yang dilakukan dalam hal ini adalah  terdiri rangkaian rangkaian dan Pola KPO KL antara lain adalah :  GAS -Kopling -REM. Hal ini dipengaruri  oleh —–

1.    Kondisi Cuaca, dalam kondisi cuaca yang ekstreem hujannya tentu nya, kami menerapkan pola/ metode, Kopling -Ngerem (  dengan Komposisi Freshtan, Cas dan POcanil ), sedangkan sebaliknya apabila jarang hujan, tancap…gas …saja.

(Sebelum memasuki uraian berikutnya, kami menampilkan hasil penerapan yang sedang berjalan dari Samarinda Kaltim, Mas Syafak per tanggal 4 Pebruari 2019. Kilas Balik sedikit, sewaktu masih domisili di Kampung Halamannya di Magelang, sebenarnya mas Syafak, sudah menggunakan produk KPO-KL, tetapi belum menerapkan Metode nya secara intensif, tetapi saat ini di Kaltim, beliau menerapkannya secara intens. Hasilnya sudah terasa setelah panen berulang ulang di lahan, licin dan terjal /lahan “merah kuning”.

2. Dalam menerapkan pola ini, merupakan rangkaian dari aplikasi ke aplikasi, jadi kita  memerlukan data aplikasi sebelumnya untuk menentukan aplikasi apa yang akan diberikan. Dalam Metode KPO KL, data sebelumnya, sangat menentukan berapa besar tekanan ‘gas -rem ‘ yang akan kita berikan tergantung aplikasi sebelumnya.

3. Dalam Pola KPO KL, Pengambilan keputusan komposisi apa yang akan kita berikan, tergantung persentase tingkat serangannya saja. Serangan  hama atau penyakit tertentu berdasarkan metode yang kami, tidak serta merta kita mengambil keputusan untuk mengambil tindakan, tetapi perlu dipertimbangkan kondisi tanaman secara keseluruhannya.

Hal hal diatas tersebut, sebagai metode kpo-KL dalam menjalankan rangkaian pola yang terkait satu dengan yang lainnya, dan hasilnya mitra kami dari Samarinda ini yang tergolong petani pemula pun, dengan kesungguhan akhirnya bisa menerapkannya dengan sesuai tracknya.

Inilah salah satu penyebab, banyaknya petani yang berhasil walaupun  awalnya petani tersebut bukan petani yang berpengalaman. Apalagi ini ditanam di lahan yang tidak subur. Dalam menerapkan metode KPO-KL, tak perlu pengalaman, tanpa pengalaman pun, terbukti sudah banyak yang berhasil. Semoga makin banyak yang berhasil.

 

Kiat bertahan di Harga Murah dengan Bantuan, “Makhluk Halus”

Sudah beberapa bulan terakhir ini harga cabe , masih saja” bertahan dibawah rata rata”, hal ini menjadikan banyak petani yang mengeluh atau efek berikutnya, “gulung tikar’, ngak kuat menahan  terpaan harga merosot. Belum lagi, sulitnya perawatan di bulan bulan basah seperti saat ini di bulan Januari – Pebruari 2019. Ada beberapa kiat yang biasa kami lakukan agar mitra tetap bertahan dan jangan sampai rugi.

Hal hal yang biasa kami lakukan adalah dengan ‘meminta bantuan mahluk halus’ tapi maaf ini bukan klenik ya…. kami klinik… Lha Maksudnya bagaiamana??? Seperti halnya  mitra kami dari Bukit Tinggi, Sumatera Barat, yang menggunakan ‘mahluk halus”, berupa mikroorganisme, jasad renik yang tak kasat mata.

(https://youtu.be/iGR7on14pNA  )

Tanaman yang saat ini sudah petik ke 4 kali, terus bertahan dengan cara memanfaatkan “makhluk halus” berupa “Mikroba Aktivator”/MIKVATOR yang diberikan diawal tanam sekaligus sebagai Pengganti Pupuk Kandang. Mikroba ini secara aktif mengurai, menambat dan antagonis penyakit , sehingga tanaman bertahan tidak dipupuk selama lebih dari 45 hari ( sebagaimana yang tertera pada catatan ‘Screen shoot” kami ).

Hal yang sama juga terjadi pada  mitra kami dari Sumedang Bp. Rizal, yang dengan Mikroba yang terdapat pada pupuk CAS , sehingga tanamannya terus bertahan di musim hujan, dan aman dari serangan layu fusarium dan busuk buah/batang.

 (  https://youtu.be/tt5iBZPxZ-0 )

Untuk mendorong perkembangan bunga dan buah, mitra kami yang menanam varietas lokal Sumbar ini pun, menggunakan Mikroba yang tak kasat mata pula, agar tanamannya terus berbuah lebat walau di musim hujan dengan menambahkan FRESHTAN.

Lain lagi cara yang ditempuh oleh mitra kami dari Tapanuli Selatan Bp. Harahap yang sudah  beberapa tahun, bermitra dengan kami yaitu dengan cara mempertahankan buah cabe nya bertahan, memerah dipohon tidak dipetik petik dalam waktu yang lama. Hal ini bukan tehnik yang mudah apalagi di musim penghujan seperti saat ini, namun dengan menambahkan Mikroba /’mahluk halus”  sebagai Antagonis, yang terdapat pada POCAniL, buah cabe terhindar dari patek/busuk buah/Antraknosa.

(    https://youtu.be/PHcMasf3r08     

Dengan bantuan “makhluk halus ‘ yang tak kasat mata tersebut, penguraian pupuk menjadi lebih efektif dan bahkan  memanfaatkan sisa sisa pupuk dari musim sebelumnya. Hasilnya sangat menarik, dimana tanaman pun menjadi bertahan dan sehat lebih lama, bahkan contoh mitra senior dari Banjarnegara -Jateng, Bp. Taryono, tanamannya bertahan 42 kali petikan. ( Pada video pada saat  awal  bulan Januari 2019, per awal bulan Pebruari 2019, tanaman sudah  petik rata rata 1.6 kg per batang dan masa petik yang panjang.

(     https://youtu.be/m-HoU618cSc   )

Memperpanjang masa petik dengan bantuan ‘makhluk halus’, menjadi sangat bermanfaat terutama menghadapi masa masa harga murah, sehingga dengan penghematan dari sektor pemupukan dan juga pengobatan, mitra petani masih bisa bertahan dan diharapkan bisa melewati ‘masa masa krisis ‘ harga tersebut di bulan bulan berikutnya.