Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Category Archives: KLINIK PERTANIAN ORGANIK

« 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 ... 122 »

Cara agar tanaman jeruk berbuah lebat

Mengupayakan agar buah jeruk berbuah sepanjang bulan merupakan impian setiap petani Jeruk. Bagaiamana tidak per bulan bisa dapat “sellery”, rutin yang jauh diatas UMR .

Demikian juga mitra kami dari Malang Mas Angga yang saat ini dari keberhasilannya sudah membuka cabang KPO KL untuk areal Malang dan sekitarnya.

Tanaman yang dikelola sejak kurleb 10 bulan yang lalu saat ini sudah petik sebanyak 8 kali, yang mana dua-tiga bulan pertama merupakan proses rehabilitasi dari kerusakan akibat metode sebelumnya .

Namun saat ini per tanggal 16 Des 18,mitra kami yang juga mempunyai Depo Bahan Bangunan Abunawas di Poncokusumo Malang, kembali panen yang sebelumnya panen pada tanggal 12 Nov 18. Memang unt Jarak pemetikan kali ini lebih renggang karena mitra melayani juga Konsumen yang ingin beragrowisata, Petik Jeruk sendiri Langsung di kebun.

Panen Jeruk yang bisa dikatakan per 3-4 minggu ini merupakan terobosan kpo KL dalam meningkatkan produktivitas tanaman.  Biasanya dalam satu tahun petani jeruk hanya panen 1-2 kali saja,tapi dengan pola kami ini,berupaya agar tanaman dapat berbuah Sepanjang Bulan.

Beberapa waktu yang lalu Balitjestro, atau Balai Penilitian tanaman Jeruk dan Subtropis,, juga telah mengembangkan metode yang disebut Bujangseta, Buah berjenjang Sepanjang Tahun, yang mana jeruk berhasil panen sebanyak 5 kali dalam setahun. Hal ini merupakan terobosan yang sangat baik bagi petani Jeruk.

Dan Pada saat ini kami dari KPO KL kembali membuat terobosan berupa tanaman Jeruk Berbuah Berjenjang Sepanjang Bulan. Dan hasilnya per petikan mitra kami mendapatkan hasil sekitar 1-1.2 ton per 150 batangnya. Hasil yang menurut kami fenomenal karena tanaman pun bisa panen di bulan bulan yang bukan musim panen.

Metodenya sendiri yaitu berupa pemberian Makanan yang disesuaikan dengan kondisi tingkat kesehatan tanamannya, pemberian unsur Gas Nitrogen diberikan sekedarnya saja, sambil mendorong gas pelan. Dengan metode ini kami tidak melakukan pembuangan tunas tunas “kanopi” dan kami biarkan naik setinggi tingginya dan yang terpenting adalah suplay gizi yang mencukupi thd tanaman itu sendiri. Adapun Paket makanan yang kami berikan berupa Protektan Biopestis Freshtan, Pocanil , Cas dan Pesnator.

Paket makanan tersebut berfungsi juga sebagai paket pengendali hama dan penyakit yang saling berhubungan. Perawatan tanaman jeruk menjadi lebih sederhana dan hasilnya, tanaman berbuah setiap bulan. Semoga menjadi inspirasi bagi petani jeruk lainnya dimana pun.

 

Bertanam Tanpa Pupuk Kandang (2)

Banyak keuntungan yang didapatkan dengan menerapkan pola bertani tanpa menggunakan pupuk kandang lagi yaitu diantaranya kita tidak perlu menunggu waktu yang lama untuk proses fermentasi pupuk kandang tersebut.(Bisa Buka Link Youtubenya, terkait pertumbuhan tanaman tsb. Semoga bermanfaat)

 

https://youtu.be/-eTUUb2up2E

Selain itu sebagaimana yang sudah kami angkat pula tulisannya di artikel lain yaitu lahan bekas tanaman tertentu bisa ditanami lagi untuk musim tanam berikutnya dengan tanaman yang sejenis pula.

Dalam hal ini kita tidak perlu menyeling nya dengan tanaman lain terlebih dahulu. Jadi bisa disambung, misalnya bekas tanaman  cabe langsung ditanami cabe lagi atau bekas tanaman melon kita Tanami melon lagi tanpa membongkar bedengannya terlebih dahulu.

Hal ini tentunya akan banyak memangkas biaya produksi seperti halnya pada artikel lalu pemangkasan biaya dengan tanpa merombak bedengan lagi , untuk tanaman melon yaitu  sebesar 60% dari biaya produksi.

Adapun hasilnya adalah sebagai berikut tanaman yang dipindahtanamkan pada tanggal 17 september 2018 ini saat ini sudah mau memasuki bulan ke 3. Dan pertumbuhannya pun tidak tertinggal oleh cara yang menggunakan pupuk kandang sebagai pupuk dasarnya.

Dalam hal perawatannya pun ternyata dengan menggunakan pemberian Mikvator ini , ternyata terasa lebih mudah dan tidak rumit dalam pengendalian baik hama dan penyakit nya.

Varitas lokal Sumatera Barat ini terkenal agak rumit dalam pengelolaannya terutama di bulan-bulan musim penghujan seperti saat ini. Hal yang paling sering yang menjadi kendala pada varietas lokal Payakumbuh ini adalah dalam hal virus kuning busuk batang dan penyakit-penyakit lainnya. Untungnya tanaman yang dikelola oleh Mitra kami pak Alham di Bukittinggi kali ini (yang tanpa menggunakan pupuk kandang sama sekali hanya menggunakan MIKVATOR) hingga saat ini tanamannya sehat dan sudah mulai berbuah. Semoga Selamat sampai Akhir masa panen.

Tanam Cabe Tanpa Pupuk Kandang (1)

Sudah menjadi kebiasaan sebelum Petani menanam cabe atau tanaman sayuran lainnya Maka yang dipersiapkan di antaranya adalah pupuk kandang. Ada hal yang berbeda yang dilakukan oleh Mitra kami Bapak Ilham dari Bukittinggi ini yaitu penanamannya tanpa menggunakan pupuk kandang lagi.

Pada umumnya rata-rata kebutuhan pupuk kandang bisa dihitung berdasarkan luasan areal pertanaman bisa juga dihitung per jumlah pokok tanamannya tetapi rata-rata yang dibutuhkan adalah sekitar setengah sampai 1 kg per batang nya.

 Jumlah tanaman yang dikelola oleh Mitra kami kali ini adalah 5000 lubang di mana berlubang nya bisa beri berisi dua tanaman. Jadi kalau dihitung kebutuhan pupuk kandang yang semestinya diberikan adalah tidak kurang dari 5000 kg atau 5 ton.

Dalam hal pengelolaan persemaian pun cara yang biasa kami lakukan adalah dengan mencampurkan PORMIK dengan perbandingan 1 banding 20 tanah halus. Dalam hal ini pun cara atau teknik yang kami tidak menggunakan pupuk kandang sebagai campuran media semai.

Dengan teknologi yang kami kembangkan saat ini kami hanya membutuhkan MIKVATOR lima gram atau setara dengan satu sendok teh saja  per lubang tanam yang diberikan 5 sampai 7 hari sebelum pindah tanam.

Dari segi penghematan dengan pola ini kita akan hemat di pengangkutan Selain itu tentunya biaya produksi akan turun sangat jauh bila dibandingkan dengan kebiasaan pola tanam saat ini.

Pak Ilham sendiri sudah menerapkan pola tanam tanpa pupuk kandang ini di musim sebelumnya sebagaimana yang pernah kami angkat pada web  kami di artikel sebelumnya. Hasil pada penerapan sebelumnya beliau sukses bahkan hingga saat ini tanamannya masih produktif. Kami terus berharap semoga pola ini yang kembali diulang bisa memberikan hasil yang lebih baik  lagi dari sebelumnya.