Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Category Archives: KLINIK PERTANIAN ORGANIK

« 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 ... 129 »

Bertani dengan Hati…..

Sering kami tekankan pada mitra mitra kami, bahwa bertani itu tidak ada istilah Master, Jago tani dll, karena bertani adalah bentuk kepasrahan kita pada yang Maha Pengatur setelah kita, optimalkan di ikhtiarnya usaha taninya. Sekali tinggi hati kesombongan datang, maka perlu waspada, disitulah cikal bakal kejatuhan.

Dalam hal ini pun kami yang dipercayaan oleh mitra mitra unt menjadi “petunjuk jalan”, hanya bisa mengarahkan karena semua keputusan akhir tetap, mitra petani yang “pegang kendali kemudi”.

Seperti halnya mitra kami dari Pandeglang yang lokasinya hanya sekitar 7 m mdpl, dari Bibir pantai, sangat dekat dengan pantai Utara Banten, Pandeglang, yang mempercayakan tehnik budidayanya pada KPO-KL . Kami mencoba mengurut langkah demi langkah dengan kerendahan hati sambil terus berupaya turunnya pertolongan dan perlindungan atas tanaman mitra kami ini.

Step by step kami paparkan pada mitra pak Rahmat, dengan  ketulusan dan tanpa berharap imbalan atau apapun atas biaya “konsultasi”. Keberhasilan mitra merupakan harapan kami semua, dan kami berharap mitra pun kelak melakukan hal yang sama, ketulusan untuk berbagi.

Apalagi dalam kebersamaan “melaju”dengan mitra yang terkadang mitra baru saja  bertani, sebagai “navigator”, kami dituntut untuk bersabar dan memaparkan langkah per langkah secara gamblang dan telaten.

Kehati hatian dan tetap menjaga kerendahan hati agar tidak jumawa selama dalam proses , karena setiap saat, bisa saja  tanaman terkena musibah/ gangguan  hama /penyakit secara tiba tiba.

Tanda tanda keberhasilan sudah mulai tampak, tetap jaga konsistensi hati, tetap rendah hati, karena bertani merupakan bentuk ikhtiar saja, hasil akhir Yang Maha Kuasa yang menentukannya.

.

Perjalanan dari 20 Nov 18 hingga , 15 Peb 19, tanaman sudah memasuki usia 3 bulan, dan sepertinya tanaman sudah subur , tinggal menunggu pemetikan dan harga yang mendukung. Semoga berhasil pak Rahmat, waluapun harga saat ini sedang ‘terjun bebas’ yang penting tanamannya bisa sehat dan berbuah lebat terlebih dahulu, sudah merupakan kepuasan hati, secara khusus.

Bertanam Sayuran di Lahan Bekas Tambang Batubara

Bertanam di lahan bekas Batubara memang memiliki kekhasan sendiri, berbeda dg bertanam di lahan yang kondisi subur. Kadar “radiasi”dari Logam logam berat, mesti dipertimbangkan  betul.

(Link terkait)

https://youtu.be/JyfNrD0Cp1A

Unsur unsur Logam berat tersebut bisa jadi menghambat masuk dan terserapnya unsur unsur lain yang semestinya di serap oleh tanaman.

Usia tanaman per 19 Pebruari 2019 sudah memasuki bulan ke 4, dan kondisi di Samarinda pada saat ini pun sudah beberapa hari, tidak Turun Hujan, kondisi lahan agak Kering.

Untungnya penambahan beberapa mikroba (Protektan, Mikvator dan Freshtan) yang mas Syafak berikan juga pemberian unsur unsur mikro sebagai penetralisir( Pemberian Pupuk Pormik dan ‘Pupuk CAS ‘dari KPO ), reaksi kimia logam logam berat juga kami berikan agar, unsur hara esensial lainnya dapat “dicerna”dengan mudah oleh tanaman.

Pertumbuhan tanaman secara keseluruhan, terlihat  sehat dan panen secara rutin dilakukan . Perihal harga untungnya di Samarinda Kaltim ini, tidak lah se”ngedrop” didaerah lainnya seperti di pulau Jawa dan Sumatera. Rawit masih bisa dijual eceran dengan Harga, dikisaran 15 rb sd 20 ribuan. Total hasil analisa usaha tani, cabe rawit ini yang kami terima informasi langsung dari Mitra, sudah jauh diatas BEP (Break event Point), artinya modal sudah tertutupi bahkan sudah menguntungkan.

Kami berharap , hal ini bisa menjadi inspirasi bagi petani petani lainnya, yang tekstur dan kondisi lahannya menyerupai lahan mitra kami di Samarinda ini. Kita optimis, lahan lahan yang biasanya terbengkalai  bekas galian tambang batubara pun ,bisa kita tanami dan menjadikannya sebagai lahan produktif sebagai mana lahan lahan ditempat lainnya.

 

 

Seleksi Alamiah, Profesi Petani Hortikultura Sedang berlangsung

 Saat ini petani hortikultura bisa dikatakan sedang mengalami krisis harga yang berkelanjutan, belum ada tanda tanda kenaikan harga yang signifikan bagi petani. Hal ini tentunya sangat memprihatinkan dan menyebabkan petani di beberapa daerah sudah mengalami “kolaps”. Bagaimana tidak , salah satu komoditas unggulan  seperti cabe CMK, saat ini dipasar Induk Kramat Jati , harganya masih dikisaran 7000-8000  rb rupiah bisa kita bayangkan berapa harga pembelian dari petani nya????

Tapi kami dan Mitra mitra  KPO , selalu optimis walau berjalan ” tertatih tatih”, karena terpaan  begitu kencang ,dari pada berkeluh kesah, kami terus mendampingi petani mitra dari berbagai daerah yang masih terus bersemangat, walaupun kondisi tidak kondusif.

(Kami coba mengikuti perkembangan tanaman mitra kami dari Rokan Hilir , tepatnya di Manggala 25, Riau, tanaman terong varietas Milano, yang pindah tanamnya pada akhir bulan Desember 2018 .)

Prinsip bertani cara KPO KL, adalah ‘tidak ada petani yang ‘Jago’ apalagi Petani Master, atau “ahlinya ahli”, apalagi  tidak ada jaminan bertani itu ‘anti gagal’. Kami tidak sepaham dengan istilah istilah diatas.

Yang ada hanyalah faktor penguasaan medan, kehati hatian dan memahami instrumen instrumen dalam menerapkan suatu sistem/pola. Menempuh ‘perjalanan’ dengan kekurang hati hatian, bisa saja, masuk ‘jurang’. Jadi walaupun sudah ‘ahli nya ahli ‘ sekalipun bisa saja, terperosok apabila  kurang hati hati, misalnya pada saat momentum / saatnya ‘mengerem” tetapi tiba tiba masih di Gassss…

Masa  masa berat sedang di lalui oleh petani pada saat ini, harga yang rendah, perawatan yang relatif sulit di musim hujan, biaya produksi yang membengkak ditambah lagi serbuan produk produk luar yang terus membanjiri negeri kita, menyebabkan petani makin menjerit saja. Benar benar seleksi alam sedang terjadi, petani yang punya ‘skill’ mumpuni pun ada yang masih bisa bertahan ada juga yang tidak tahan, tetapi minimalnya bagi petani yang berpengalaman , walaupun harga jual rendah mereka pada umumnya masih bisa, minimal ” kembali modal’ , tidak sampai rugi.

Dilain pihak, petani ‘dadakan’ yang mengejar target panen di bulan bulan ‘basah’ seperti saat ini, tidak sedikit yang sudah “gulung tikar”. Sangat memprihatinkan , dunia pertanian hortikultura kita saat ini.

Kami mencoba untuk TIDAK membahas perihal hubungannya dengan ‘bulan bulan politik’ atau hal lainnya, karena kita saat ini hanya terus “berjuang sendiri’ , sambil menunggu  yang mempunyai kewenangan  melakukan kebijakan yang bijak bagi petani. Kita hanya bisa terus berjuang agar tanaman tetap baik , sehat dan berproduksi tinggi sambil terus menekan biaya produksi. Hal ini lah yang dapat kita lakukan .

(Di sisi lainnya….dengan harga terong saat ini di Rokan Hilir sekitaran 4000 per kg nya, mitra kami masih  bisa tersenyum, apalagi harga terongnya ada penambahan nilai jualnya karena kualitas produk yang masuk kategori Grade A/Super.)

Hal hal yang demikianlah yang kami lakukan bersama mitra, berusaha agar biaya dikurangi tetapi kualitas produksi tetap ….OK. Berjuang keras agar tidak masuk dalam kelompok yang tereleminasi. Seleksi alamiah , sedang berlangsung.

Tak ada waktu untuk meratapi atau bermuram durja, kita terus berusaha agar biaya bisa dibuat seirit mungkin , dalam contoh kejadian pada tanaman terong p. Refi di Rohil ini, biaya pupuk kimia dan pestisida kimia berhasil kita tekan penggunaannya.

Kami berharap musim tanam depan , areal tanam mitra mitra kpo KL bisa lebih luas dan  bisa  menambah untuk menanam komoditas komoditas lainnya. Salam Sukses mitra petani dimana pun. Selalu ada jalan, bila disertai usaha yang gigih dan  sambil terus ber Doa …tentunya.