Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Category Archives: KLINIK PERTANIAN ORGANIK

« 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 ... 132 »

Pelatihan Pertanian Pada Kelompok Tani Padi di Cilamaya Karawang Bekerja Sama Dengan Pertamina Gas

Hasil penen Beberapa tahun belakangan ini di salah satu sentra pertanian padi di Karawang tepatnya di Cilamaya,hasilnya sangat menurun bahkan dibeberapa tempat tanaman Padi gagal panen sama sekali.

Hal ini sangat memprihatinkan dan Menggugah Pihak Pertamina Gas, atas kepeduliannya terhadap kondisi tersebut. Dalam hal ini mengundang kami KLINIK PERTANIAN ORGANIK KEMBANG LANGIT, sebagai Konsultan tehnik untuk membantu Petani agar hasilnya ada perbaikan dalam Produktivitas sekaligus menekan Biaya Produksinya.

Perwakilan Ketua dan Wakil Kelompok kelompok tani yang ada di Wilayah Cilamaya, di undang untuk membahas dan memberikan solusi dalam hal ini. Seperti halnya salah satu Kelompok Tani H. Sakum yang tidak berhasil panen untuk Musim tanam kali ini.

Berbagai hal bisa menjadi penyebab gagal panennya beberapa petani di wilayah ini , Faktor Air, Masalah Hama dan Penyakit padi, faktor kondisi Iklim Mikro dan juga akibat pemberian pupuk dan pestisida kimia konvensional yang berdampak sedemikian.

Memang sangat memprihatinkan kondisi saat ini demikian informasi yang kami dapatkan dari Ketua Kelompok Kelompok Tani, Bp Aep yang bersama meninjau kondisi langsung ke lahan.

Diskusi evaluasi hasil yang selama ini dilakukan pula di Lapangan selain di lakukan didalam Ruangan berupa teori teori praktis cara KPO KL. Hasil yang “Zonk” kali ini di musim tanam kali ini yang masih menggunakan cara kimia murni, memang sudah seharusnya di kurangi secara berangsur.

Target kami dalam hal ini yaitu Meningkatkan produktivitas dari Hasil sebelumnya dan menghindari kejadian seperti tanaman Bapk H. Sakum yang sangat memprihatinkan kami semua. Selain itu dengan Metode KPO KL ini, kami juga mengharapkan adanya pengurangan biaya produksi metode KIMIA yang saat ini memang sangat Tinggi.

Di Akhir acara kami KPO KL memberikan  Sertifikat pertanian berbasis Organik yang diberikan pada perwakilan Ketua Kelompok Bp. Aep, yang diberikan labgsung oleh Pimpinan,Bp. Rusli Gunawan.

Sertifikat ini kami berikan sebagai tanda Lulus dari Teori dan untuk berikutnya, dilanjutkan dengan praktek penerapan untuk Musim tanam berikutnya. Semoga sukses untuk Semuanya….

Bibit dari Pasar pun, Tetap Ok!!!

Kurang lebih tujuh tahun sudah , kami membangun kebersamaan dengan mitra kami dari Kalimantan Selatan ini, Bapak Guru Aswandi . Berbagai macam hasil hasil yang menurut kami sensasional , seperti tanaman,buncis   terong dan lain lainnya yang lebat dan tinggi. Penggunaan lahan bekas hingga lebih dari 9 kali musim tanam tanpa menggeser posisi bedengannya. Demikian juga hasil.hasilnya yang banyak kami muat artikelnya di web kami ini.

Saat ini mitra makin kreatif saja dengan memanfaatkan sisa sisa bibit belanjaan dari pasar, ya Bibit yang sudah tidak jelas dari turunan F1 mana atau lokal dari mana. Istilahnya hanya asal ambil saja. Selain itu uniknya lagi bedengan yang dipakainya pun, bedengan bekas penanaman cabe dan kembang kol misum sebelumnya.

Bedengan tanpa dirubah sama sekali, kedalam lubang tanam hanya di masukkan Mikvator 5-10 gram sudah cukup tanpa perlu pemberian pupuk kandang atau pupuk dasar apapun juga.

Kita akan coba terus mencoba mengamati hasil dari perkembangan tanaman bibit “abal abal “ini. Kami mencoba terus melakukan pengkajian pengkajian agar  variabel biaya pertanian makin rendah.

Tetapi kalau kita melihat posisi menumpuknya buah (maaf sengaja kami tidak merubah posisi Gambar ) makin terlihat buahnya  lebat, bukan sekedar lebaynya. Kami ingin terus memberikan pemahaman  pada mitra mitra bahwa dengan bibit apapun dengan menerapkan metode kpo KL ini (secara tepat) hasilnya pun bisa kita rasakan manfaatnya.

 

Bertani adalah ilmu praktek bukan ilmy sekedar teori, jadi salah besar komentar beberapa waktu lalu yang mengatakan metode ini tidak mencerdaskan petani. Hal ini kembali kami bantah dengan hasil hasil bukti nyata dilapangan. Kami memang agak malas melayani pihak pihak yang banyak berkomentar (Lebay, istilah anak sekarang) tanpa lebih dahulu menyelami metode tersebut hingga tuntas. Semoga kembali menjadi salah satu solusi  pertanian kita. Aamiin….

Budi daya Semangka :Tanaman masih seger hijau dan sehat , hingga panen

Budi daya tanaman semangka bisa dibilang gampang gampang susah, karena  sejak awal tanam, biasanya penyakit puret/ tunas yang mengkerut sudah menghadang, selain itu pada saat panen tiba, kekhawatiran akan pecah buah bisa tiba tiba terjadi  pada buah  semangka ini,

 

Hasil dari mitra kami  dari Lampung tengah ini, termasuk yang beruntung karena pertanamananya selamat hingga panen walupun sempat terkena busuk batang, Phytopthora sp pada usia usia 45-50 harian. Untunglah dengan memanfaatkan Pocanil plus fungisida kimia dosis rendah akhirnya busuk batangnya terkendalikan.

Buah yang  dipelihara di dua sd  tiga butir per batangnya ini dipanen di usia 59 hari, dengan alasan trend harga yang  agak menurun di wilayah Lampung Tengah, sehingga pada saat harga masih dikisaran 4.400 rupiah per kg nya, buah langsung di jual borong saja. Adapun hasilnya dari 2800 batang tanaman menghasilkan 25 ton lebih, artinya hasil berat per batangnya ada dikisaran 9 kiloan.

Agar tidak terlalu besar ukurannya, mitra rupanya secara sengaja memelihari 2-3 buah perbatangnya. Adapun secara analisa biaya dari produk KPO-KL,( total 8  item ) hanya dikisaran Rp 300 rupiah perbatangnya, sedangkan seluruh pupuk dan pestisida kimianya kita kurangi dosisnya, jauh dibawah standar konvensional.

Ini diambil beberapa hari sebelum pemetikan, bisa diperhatikan ketebalan kulit, hal ini tentunya menyebabkan buah semangka yang dikelola secara kpo KL, tidak mudah pecah pada saat panen menjelang atau pada saat pengangkutan. kalau masalah rasa, kerenyahan buah tingkat kemanisan dan lapisan buahnya lebih baik  dari rata rata metode kimia.

Ini gambar diambil 2-3 hari menjelang pemetikan, tampak daunnya masih sangat  segar dan sehat, adapun untuk pengendalian puretnya kami menggunakan Protektan, untuk Ulat kami menggunakan Pesnator sedangkan untuk busuk daun/bercak daundan busuk batangnya kami  menggunakan Pocanil.

Ada hal yang berbeda pada hasil  cara KPO KL ini yaitu,  walaupun ukuran buah tampak kecil tetapi rata rata beratnya , bisa dikatakan diatas rata rata dari buah yang seukurannya . Oleh karena itu dengan hasil demikian kami bersyukur karena dari tanaman sebanyak 2800 tersebut bisa menghasilkan lebih dari 110 juta untuk sekali tanam , selama 2 bulan kurang satu hari.

Dengan mengupayakan tanaman yang sehat hingga akhir musim tanam, dampaknya adalah produktivitas tanaman tidak diragukun lagi.Semoga mitra mitra lainnya pun terinspirasi dari hasil  yang diperoleh mitra kami  dari Lampung Tengah ini.