Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Category Archives: KLINIK PERTANIAN ORGANIK

« 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 ... 129 »

Ingin Sukses bertani,Kita pelajari Metode /Pola nya(Bukan Sekedar Produknya)

Pada hari Senin dan Selasa tanggal 11 dan 12 Maret 2019, kami kedatangan tamu dari Sragen , tepatnya dari Desa Taraman, kec .Sido Harjo Jawa Tengah. Dalam kesempatan ini kami memberikan Pemaparan perihal teori teori metode/Pola pertanian berbasik organik cara KPO KL,setelah itu kami  langsung untuk mengamati hasil penerapannya di Desa Warung Peuteuy Kec. Banyuresmi Garut.

Kami melihat langsung ke Lahan penerapan, pada tanaman pak Agus yang secara rutin kami sampaikan perkembangnnya dari awal penanamannya hingga saat ini tanaman cabe besar var. Dharmais ini berusia 100 harian. Pemaparan metode nya kita bahas secara gamblang dan jelas pada hari Pertama dan hari kedua kami ke lapangan pengamatan secara langsung.

Tamu kami dari Sragen ini mengelilingi kebun dan mengamati tanaman secara detail perihal hasil  penerapan metode /Pola kpo KL baik dari segi Produktivitas, segi kesehatan tanaman dari gangguan hama dan juga penyakitnya. Memang kami sangat menekankan penerapan pola/metodenya,karena pola/Metode itu kalau kita ibarat  dengan suatu kendaraan jenis baru, yang agak berbeda jenis instrumennya dan cara menggunakannya. Hal ini yang ingin kami sampaikan kepada mitra mitra kami ini.

Secara umum tanaman relatif jauh lebih sehat pada saat kami melakukan perbandingan dengan hasil yang diperoleh petani lain yang menggunakan cara metode konvensional, terutama dari segi produktivitas yang sangat menonjol perbedaanya. Dalam hal ini kami bukan sedang menggurui petani apalagi yang sudah berpengalaman /senior , tetapi karena kami dalam hal ini merealis “model baru”tersebut maka kami berkewajiban untuk menjelaskan cara menjalankan metodenya secara garis besarnya  dan untuk selanjutnya kami berharap petaninya sudah memahami dan lancar dalam penerapannya.

Memang dalam hal ini, kami menekankan pada petani tamu kami dari Desa Taraman ini (Pak Lilis , Pak Muzakir dan Pak Sutarno ) untuk menekankan pola Metode nya bukan sekedar Penggunaan produknya. Kebetulan dua musim sebelumnya pak Lilis (depan) sudah pernah menggunakan produk KPO KL tapi belum menggunakan Pola Metodenya.

Pak Lilis menjelaskan pengalamannya perbandingan pada musim pertama dan ketiga yang tidak menggunakan dengan musim kedua yang sudah menggunakan walau sekedar baru menerapkan produknya belum menerapkan pola metodenya. Terlihat hasil nya pada tanaman cabe besar pak Agus ini yang secara kualitas dan kuantitas berbeda hasilnya setelah menerapkan metode sejak awal tanam secara konsisten hingga saat ini.

Pada kesempatan ini kami berbicara secara langsung dengan petaninya, pak Agus dan melakukan pencatatan hasil panen dan juga menggali pengalaman pak Agus yang sudah menerapkan pola Metode dan bukan sekedar Produknya. Hasil yang diperoleh hingga petikan ke tiga ini sudah mencapai 1.4 ton (250 kg, 520 kg dan petikan ke3, 630 kg) dari total tanaman 3000 batang . Perbandingan pada petikan ke-3 , hasil tersebut selisih 6 kg  saja dengan hasil petani konvensional dengan jumlah tanamannya lebih banyak dua kali lipatnya ,6000 batang.

Semoga berhasil teman teman  petani bapak bapak dari Sragen yang kami harapkan nantinya menjadi petani petani pioner dalam  pertanian untuk dapat meningkatkan produksi pertanian dengan tetap mengindahkan keselarasan dengan Lingkungan. Aamiin…

Biaya Operasional murah, Tanaman Tetap di Rawat

Memasuki minggu kedua bulan Maret 2019 harga komoditas sayuran masih saja, “melempem”, seperti halnya minggu pertama Maret yang lalu dimana harga benar benar terjun bebas. Saking hancur hancurannya harga, ada cabe Hijau yang dibawa dari Garut ( yang merupakan salah satu sentra cabe Jabar) , setelah di Bawa ke pasar Cibitung dan Pasar Baru Bogor, di bawa balik kembali karena melimpahnya cabe di Pasaran.

Sangat Menyedihkan memang, bagaiamana tidak ,petani yang selama hampir satu bulan ini tanamannya di guyur hujan secara berturut turut , perawatan tetap harus dilakukan tetapi pada saatnya penjualan harganya tidak laku dan di kembalikan dalam kondisi sudah membusuk.

Tetapi walaupun demikian, mitra kami Bapak Agus Warung Peutey Garut, tetap semangat untuk memelihara tanamannya, sambil berharap harga penjualan terjadi perubahan. Untuk kondisi tanamannya sendiri per 9 Maret 2019 kondisinya seperti terlihat dalam gambar gambar ini.

Bahkan dibeberapa sudut kami dapatkan ranting tanaman yang patah , akibat keberatan buah. Perawatannya sendiri hingga saat ini tanaman berusia 3 bulanan,  pemupukan berupa pengecoran baru dilakukan selama 5 kali, adapun penyemprotan secara rutin dilakukan dua kali seminggu.

Bapak Agus ini sebelumnya masih menggunakan cara full  kimia , bisa merasakan penurunan biaya perawatan secara signifikan apalagi ditunjang oleh produktivitas tanaman yang terlihat nyata, berupa buah yang muncul dari cabang cabang/rantingnya .

Perawatan cara KPO KL, mengedepankan pengendalian Hama dan Penyakit tanaman berupa pengendalian Hama Thrips , Tungau, Kutu kebul, Ulat, Lalat buah dan Penyakit Layu Fusarium/Bakteri, Busuk buah, batang dan bercak daun. Dari prioritas penanganan tersebut tanaman secara automatis, tersupport unt mau berproduktifitas tinggi.

Dengan prioritas penanganan tersebut, berdampak pada tanaman yang relatif aman dari Hama dan penyakit seperti keriting daun, Virus kuning, Layu Fusarium,Antraknose , serangan Lalat buah dll nya. Apalagi kombinasi penerapan Protektan Pesnator, Pocanil ,Cas , Freshtan dan penambahan pestisida kimia dosis rendah, menghasilkan pertumbuhan tanaman yang sehat di musim hujan dan di musim murah…..

Biaya operasioanl yang murah meriah walupaun harga jual masih murah, tanaman tetap dirawat karena perbandingannya masih katagori , Rasional sambil menunggu terjadinya kenaikan harga yang wajar dan signifikan.

Bertahan di Harga Cabe yang Murah

Sengaja kami masih membahas perihal harga , karena faktor harga  pasca panen ini sangat menentukan keberlanjutan dan bertahannya petani dalam berbudidaya tanaman, karena seberapa banyaknya produksi tanaman per batangnya tetapi kalau harga tidak mendukung, pada ujungnya petani akan ‘ meringis’ juga.

Kalau melihat performa tanaman mitra kami  pak Alham yang merupakan petani senior KPO KL,dari Bukittinggi ini sudah tidak diragukan lagi perihal produktifitasnya. Tanamannya pun  saat ini masih sehat bugar pada petikan ke 7.

Namun jelas tidak akan ‘tega’ mitra kami mencabut tanaman cabe nya ( seperti yang dilakukan oleh sebagian petani cabe ditempat lain) waluapun harga sedang anjlok saat ini. Pemeliharaan terus dilakukan, karena thooh  dengan cara KPO KL ini, biaya produksi tidak semahal cara konvensional.

Bertahan diharga yang murah kalau dalam rumus KPO_KL adalah dengan menerapkan cara ‘Kopling dan REm’ , dimana komposisi yang digunakan sangat irit dan sederhana.

Hasil ini real….mitra tani, tidak ada efek kamera atau melakukan  rekayasa ,Photo shop dalam hal ini, kami tampilkan hasil berdasarkan apa adanya saja dari mitra mitra kami di daerah. Merawat tanaman sambil menunggu berkurangnya stok hasil dari petani petani ” dadakan” dibeberapa tempat yang mendapat bantuan modal usaha sebanyak 30 jt per hektarnya (bantuan berupa  bibit, Pupuk dan Pestisida) pada pencairan bantuan bulan 8 tahun 2018 lalu.

Adapun komposisinya adalah dengan pengecoran, Protektan, Freshtan @ 7 tutup, Cas ,Pocanil, KCl dan Fungisida @ 7 sendok makan per drum 200 liter airnya, dosis ini tidak baku bisa naik atau turun tergantung kondisi tanamannya saja.

Bertahan bukan untuk dikeluhkan, biarlah import  7 kontainer ( campuran berbagai komoditas pertanian ( termasuk Cabe ) tiba di Pelabuhan Perak Surabaya, setiap hari . Cattan didapat dari sumber yang dapat kami percaya dari pelabuhan Perak). Petani harus lebih ‘prihatin ‘ dalam menerapkan pestisida dan pupuk kimia  dalam dosis minim saja agar biaya produksi dapat ditekan.

Bertahan dari serangan penyakit dan hama dengan meminimalkan penggunaan pestisida kimia dan memprioritaskan dalam penggunaan pestisida organik cara KPO-KL  sebagaimana yang di lakukan oleh mitra kami ini pak Alham yang sudah beberapa tahun bergabung dengan metode KPO-KL.