Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Category Archives: KLINIK PERTANIAN ORGANIK

« 1 ... 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 ... 133 »

CABE TAHAN SERANGAN VIRUS KUNING DAN KERITING DAUN DENGAN BIOAKTIVATOR TANAMAN

A.1. Kondisi awal pemantauan,usia  2 mingguan…,kita lihat pengambilan gambar dari awal yaitu dengan latar belakang pohon pisang dan pohon besar dibelakangnya.  Ini artinya sejak awal kami mengambil patokan gambar pada lokasi yang tetap.

A.2. Masih dalam lokasi yang sama,pengambilan gambar dilakukan.

Pada web ini kembali kami membahas perihal serangan virus kuning dan efek yang ditimbulkannya diantaranya gejala mengeritingnya daun. Hal ini secara berulang-ulang kami tampilkan dan membahasnya karena hampir setiap hari ada saja mitra tani dari daerah yang mengungkapkan terjadinya penyakit ini.

 

A.3.  Sebenarnya,keluhan tersebut terjadi bukan karena tidak ada perlakuan tetapi justru setelah melakukan perlakuan/aplikasi pestisida dengan jenis dan dosis yang tinggi,tanaman bukannya sembuh tapi malah tambah keriting dan menguning (gejala serangan virus)

A.4. Perngamatan 9 Feb 2012 (usia tanaman  sekitar 2 bulanan).

A.5.  Kita amati,secara cermat hasil aplikasi yang telah dan sedang berlangsung hingga saat ini.  Tunas-tunas daun tidak mengalami gejala keriting daun dan tidak terserang gejala virus kuning/virus gemini.

Tehnik  pengendalian virus pada tanaman cabe,yang kami kembangkan adalah dengan menggunakan INDUKSI KETAHANAN SISTEMIK,ternyata dengan sistem ini selain lebih praktis,juga murah dan ramah lingkungan. Faktor-faktor lain yang dimaksud secara umum dikenal,sebagai  BIOAKTIVATOR. Sifat BIOAKTIVATOR  adalah komponennya TIDAK SECARA LANGSUNG, dapat mengatasi serangan pathogen dan TIDAK pula ber FUNGSI sebagai INSEKTISIDA/FUNGISIDA. Cara kerja bahan ini adalah merangsang tanaman untuk membentuk KETAHANAN SISTEMIK.

A.6.  Hasil pengamatan ,tanggal 17 Maret 2012 (usia tanaman 3 bulanan,sudah 4 kali pemetikan/panen).  Tampak tanaman segar bugar walau sudah di panen 4 kali, tunas-tunas terus “naik” dan pembentukan bunga dan buah juga tetap berjalan.  Dengan tehnik ini,kita menyebutnya sebagai tehnik yang praktis,karena dalam setiap aplikasi kita tidak perlu lagi aplikasi dengan bermacam produk.  Sebagai contoh ,dari segi kepraktisan dan pengurangan biaya produksi,uraiannya adalah sbb:Dengan tehnik kimia kita memerlukan beberapa produk, untuk APLIKASI AKARISIDA/INSEKTISDA,PUPUK DAUN,PUPUK BUAH,HORMON PERTUMBUHAN DAN PENEMBUS ,sedangkan dengan sistem kami APLIKASI INI,CUKUP DENGAN PRODUK  PROTEK-tan  dan PESNATOR (Penjelasan satu produk ,dengan banyak fungsi,telah kami uraikan dibagian lain,web kami).

A.7.  Selain itu jelas dengan menggunakan produk pestisida organik ini,akan berdapak RAMAH LINGKUNGAN,karena tidak menyisakan residu.  Memang dalam aplikasinya kami masih toleransi dengan penggunaan insektisida kimia yang sangat- sangat rendah,seperti dalam aplikasi  tanaman ini kami menggunakan B.A. PROFENOFOS dengan dosis 0.3 cc per liter air,itu pun tidak digunakan di setiap aplikasi penyemprotannya.

A.8.  Kita lihat,perkembangan buah,bahkan pada bagian ujung pun telah terbentuk buah dengan ukuran yang besar.

A.9.  BIOAKTIVATOR  perombak bahan organik (biodekomposer) dan pupuk mikroba (biofertilizer) yang sesuai dengan kondisi tanah.  Pemanfaatan biodekomposer,  ALA KPO-KL ,selain mempercepat proses pengomposan dan mengurangi volume bahan buangan, juga dapat menekan perkecambahan spora jamur, larva insek, dan biji gulma sehingga pertumbuhan hama dan patogen, serta gulma di non-aktifkan atau bahkan dihentikan

A.10.  Buah dari cabang-cabang samping,juga tumbuh lebat. (Pengambilan Gambar tanggal 17 Maret 12).

(Pengambilan Gambar pada saat tanaman telah 13 kali petik,tanggal 28 April 12)

 Ternyata dengan memanfaatkan BIOAKTIVATOR ALA KPO-KL , penyakit yang menjadi kendala dan sulit untuk ditanggulangi seperti VIRUS KUNING dan KERITING DAUN AKIBAT serangan HAMA THRIPS DAN TUNGAU dapat ditanggulangi.

MENGATASI KERITING DAUN PADA CABE

Sudah lumrah penanganan masalah keriting daun adalah dengan menyemprotkan akarisida  dan  insektisida jenis lain,dengan menyemprotkan pada daun tanaman. Langkah inilah pada saat ini yang menjadi andalan petani apabila terjadi masalah akibat isapan  hama trips,tungau atau kutu kebul tersebut.

A.1.  Kami bersyukur,untuk kesekian kali kami membuktikan teori kami… tinggi tanaman cabe sudah  melewati tinggi dari pemiliknya ,kang ujang… Tutugan Leles , Garut, Jawa barat. Buahnya pun bisa anda perhatikan ,betapa lebatnya. Ini bukan rekayasa sama sekali,berkali-kali kami melakukan uji aplikasi baik oleh kami sendiri maupun oleh petani kami diluar Garut.

A.2. Mungkin anda bertanya,yang keriting diatas tetapi kenapa perlakuannya di prioritaskan dari dari bawah? Penjelasannya berikut  dibawah ini.

A.3. Hasil demikian bukan kita ambil,pada saat tanaman sudah besar begini,tanaman ini hasil pantauan kami sejak 3 bulan yang lalu .

A.4. Pengambilan gambar awal,tanggal 28 Desember 2011,usia 20 harian. Bisa anda perhatikan,latar belakang dari pengambilan gambar ini,tetap dilakukan pada lokasi yang sama.  Bagi anda yang berminat untuk melihat kondisi tanaman uji apliksa kami,silahkan untuk datang ke tempat kami,dan uji aplikasi kali ini kami lakukan di dekat kantor kami.  Tutugan- Leles, Garut.

A.5.  Buah yang lebat,tumbuh disetiap  tangkai/percabangan.  Bahkan tampak buah cabe sudah ada yang mulai memerah…,rupanya sebentar lagi panen…

A.6.  Selain buah cabe,buah tomat juga mulai membesar,bahkan buah tomatnya sudah panen.

A.7. Walaupun memang masih ada satu – dua ekor,hama trips yang hinggap pada daun cabe tetapi yang terpenting adalah cabe tidak terserang keriting daun.

A.8.  Kita kembali lagi,pada pokok pembahasan…Keriting daun ternyata tidak cukup hanya mengandalkan dari penyemprotan saja,ini jelas dan sudah sempat pada kesempatan yang lalu kita pernah membahasnya.  Jumlah dan populasi hama trips dan tungau pada satu permukaan daun saja apabila kita amati,bukan main banyaknya.

A.9. 

A.10.  

A.11. Kenapa hal ini sampai terjadi,mestinya ada yang salah dalam pola pupuk yang anda berikan.

A.12. Sebelum melanjutkan uraian,bagaimana penilaian anda dengan hasil buah cabe dan tomat diatas?  

 

PUPUK DAN PEMUPUKAN