Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Category Archives: KLINIK PERTANIAN ORGANIK

« 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 ... 132 »

Kiat bertahan di Harga Murah dengan Bantuan, “Makhluk Halus”

Sudah beberapa bulan terakhir ini harga cabe , masih saja” bertahan dibawah rata rata”, hal ini menjadikan banyak petani yang mengeluh atau efek berikutnya, “gulung tikar’, ngak kuat menahan  terpaan harga merosot. Belum lagi, sulitnya perawatan di bulan bulan basah seperti saat ini di bulan Januari – Pebruari 2019. Ada beberapa kiat yang biasa kami lakukan agar mitra tetap bertahan dan jangan sampai rugi.

Hal hal yang biasa kami lakukan adalah dengan ‘meminta bantuan mahluk halus’ tapi maaf ini bukan klenik ya…. kami klinik… Lha Maksudnya bagaiamana??? Seperti halnya  mitra kami dari Bukit Tinggi, Sumatera Barat, yang menggunakan ‘mahluk halus”, berupa mikroorganisme, jasad renik yang tak kasat mata.

(https://youtu.be/iGR7on14pNA  )

Tanaman yang saat ini sudah petik ke 4 kali, terus bertahan dengan cara memanfaatkan “makhluk halus” berupa “Mikroba Aktivator”/MIKVATOR yang diberikan diawal tanam sekaligus sebagai Pengganti Pupuk Kandang. Mikroba ini secara aktif mengurai, menambat dan antagonis penyakit , sehingga tanaman bertahan tidak dipupuk selama lebih dari 45 hari ( sebagaimana yang tertera pada catatan ‘Screen shoot” kami ).

Hal yang sama juga terjadi pada  mitra kami dari Sumedang Bp. Rizal, yang dengan Mikroba yang terdapat pada pupuk CAS , sehingga tanamannya terus bertahan di musim hujan, dan aman dari serangan layu fusarium dan busuk buah/batang.

 (  https://youtu.be/tt5iBZPxZ-0 )

Untuk mendorong perkembangan bunga dan buah, mitra kami yang menanam varietas lokal Sumbar ini pun, menggunakan Mikroba yang tak kasat mata pula, agar tanamannya terus berbuah lebat walau di musim hujan dengan menambahkan FRESHTAN.

Lain lagi cara yang ditempuh oleh mitra kami dari Tapanuli Selatan Bp. Harahap yang sudah  beberapa tahun, bermitra dengan kami yaitu dengan cara mempertahankan buah cabe nya bertahan, memerah dipohon tidak dipetik petik dalam waktu yang lama. Hal ini bukan tehnik yang mudah apalagi di musim penghujan seperti saat ini, namun dengan menambahkan Mikroba /’mahluk halus”  sebagai Antagonis, yang terdapat pada POCAniL, buah cabe terhindar dari patek/busuk buah/Antraknosa.

(    https://youtu.be/PHcMasf3r08     

Dengan bantuan “makhluk halus ‘ yang tak kasat mata tersebut, penguraian pupuk menjadi lebih efektif dan bahkan  memanfaatkan sisa sisa pupuk dari musim sebelumnya. Hasilnya sangat menarik, dimana tanaman pun menjadi bertahan dan sehat lebih lama, bahkan contoh mitra senior dari Banjarnegara -Jateng, Bp. Taryono, tanamannya bertahan 42 kali petikan. ( Pada video pada saat  awal  bulan Januari 2019, per awal bulan Pebruari 2019, tanaman sudah  petik rata rata 1.6 kg per batang dan masa petik yang panjang.

(     https://youtu.be/m-HoU618cSc   )

Memperpanjang masa petik dengan bantuan ‘makhluk halus’, menjadi sangat bermanfaat terutama menghadapi masa masa harga murah, sehingga dengan penghematan dari sektor pemupukan dan juga pengobatan, mitra petani masih bisa bertahan dan diharapkan bisa melewati ‘masa masa krisis ‘ harga tersebut di bulan bulan berikutnya.

Lalat buah , Hindari Umpan Perangkap

Salah Kendala yang terberat bagi petani cabe dan buah pada umumnya yaitu serangan hama Lalat buah hama ini sangat menjengkelkan, bagaimana tidak, tanaman yang awalnya terlihat sangat subur, sesaat menjelang panen, ternyata buahnya sudah terdapat lubang lubang bekas, menyimpan telur oleh hama serangga dewasa dari Lalat buah .

Pada saat pembentukan buah, mulailah kami , bersiap siap untuk mengantisipasi serangan lalat buah tersebut.

Lalat buah  merupakan hama penting pada tanaman  sayuran dan buah di Indonesia. Yang jadi kenapa begitu sulitnya mengendalikan hama tersebut adalah karena, Lebih dari seratus jenis tanaman hortikultura menjadi sasaran /inangnya. Pada populasi tinggi, intensitas serangannya dapat mencapai 100%. Karena itu, hama ini menarik perhatian praktisi hama seluruh dunia untuk melakukan upaya pengendalian, inventarisasi spesies, kisaran inang, dan pemetaan daerah sebaran melalui survei suatu area.

Berbagai cara dilakukan, baik dengan insektisida yang targetnya mematikan hama lalat atau dengan pola menangkap / sebagai perangkap  / dengan cara memasang umpan berupa sex feromon.

Ada juga yang melakukan pengendalian secara memasang alat berupa kelambu perangkap. Hal ini biasanya dilakukan didaerah yang sudah endemik serangan lalat buahnya.

 Kali ini kami mencoba menerapkan kembali pola KPO_KL, yang kami lakukan berupa praktek langsung dalam pengendaliannya. Karena kami memandang sudah terlalu banyak teori yang menjelaskan perihal pengendalian lalat buah ini hanya melalui, teori saja.

Lokasi penerapan cara KPO-KL yang menggunakan insektisida alami ,Pesnator , sebagai pengendali utama hama lalat buah ini, yaitu berada di kebunnya Bp. Agus dari desa Warungpeutey- Banyuresmi-Garut Jawa Barat. Insektisida tambahan yang kami gunakan dalam hal ini yaitu, menggunakan bahan aktif, beberapa insektisida kimia secara rotasi/rolling. Dosis Pesnator yang kami gunakan hanya dikisaran 1-2 ml per liter air sedangkan dosis insektisida kimia yang kami gunakan sebagai  pelengkap hanya 0.3 mili saj per liter airnya.

Tanaman yang ditanam pada tanggal  5 Desember 2018 ini, saat ini  per 25 Januari 2019, sudah berusia  50 harian. Hal yang sangat kami ‘tabukan” dengan sistem pengendalian  lalat buah ini adalah dengan pemberian umpan perangkap/ Meutyl euganol, diareal pertanaman.

Mengatasi Kutu Kebul ( Sambil praktek— Bukan hanya teori)

Sebagai mana kita ketahui dan rasakan bersama , hama kutu kebul merupakan salah satu hama utama pada tanaman antara lain, Cabe, Tomat, Melon dll. Hama ini memang bandel karena mengandung lapisan lilin sehingga sulit ditembus oleh insektisida.

(Link terkait)

https://youtu.be/ruaLWYsVnPU

Dan hal yang paling dikhawatirkan adalah serangan kutukebul ini, selain mengisap sari daun /tanaman juga adalah daya tularnya terhadap penyebaran virus bagi tanaman  lainnya.

Sambil berjalan terus kami coba memantau perkembangan tanaman contoh penerapan kami , bp. Agus dari Warungpeutey Banyuresmi, Kab. Garut. Varietas yang digunakan adalah CMB Var. Dharmais. Tanggal tanam 5 Des 2018.

Hama ini mengeluarkan embun madu yang biasa membuat warna daun menjadi Hitam. Anda mungkin pernah Bosen menaggulangi hama ini karena begitu bandelnya setelah diaplikasikan bahkan dengan insektisida yang mahal sekalipun.

Nah cara kami dalam hal ini adalah dengan cara mengendalikan hama tsb, tidak cara mematikannya secara langsung yang juga justru menyebabkan kekebalan tetapi cara kami adalah dengan sistem pengendalian ,Repellen .

Sistem /cara ini ternyata efektif sebagaimana yang tampak pada  gambar/ video Youtube , bahwa kutu kebul dibuat ngak tahan dari Aroma yang menyengat dan tidak disenangi kutu kebul tsb.

Aplikasi yang kami lakukan unt pengendalian hama tsb adalah dengan cara semprotan Pesnator dan Protektan @1-2 mili per liter air plus insek kimia  dosis 0.3 mili per liter airnya, cukup  sederhana. Bahan kimia  tsb yang biasanya sudah dianggap resisten dengan penambahan sedikit Insektisida organik, Protektan dan Pesnator. Dan hasilnya terus kita pantau dari waktu ke waktu. Semoga berhasil tanaman mitra kami ini, seperti halnya mitra mitra sebelumnya.