Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Category Archives: KLINIK PERTANIAN ORGANIK

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 ... 117 »

BENAHI POLANYA(3)

Seandainya Ibu Retno tidak membawa bibit sisa untuk ditanam di   Bogor, bisa saja beliau ‘menjudge’ bahwa produk KPO_KL, yang menyebabkan tanamannya berkembang tidak sesuai harapan. Untunglah, persepsi dan asumsi tersebut terpatahkan dengan perlakuan lainnya sebagai pembanding.

Hal yang menjadi catatan penting bagi mitra kami tersebut adalah, bahwa dengan bibit yang tidak layak tanam pun, ternyata dengan perlakuan yang  ala kadarnya, hanya menggunakan produk KPO-KL, dan belum menggunakan pestisida kimia ternyata, pertumbuhannya  diluar perkiraan bahkan cenderung cepat sekali .

Tanaman yang ditanam pada tanggal 15 Desember 2017 ini, oleh mitra kami ini, dipantau secara ‘ketat’, pemberian nutrisi cara metode KPO-KL, diberikan sesuai ‘tracknya’, walaupun dalam beberapa hal penggunaan kimia tidak terlalu di fokuskan baik pupuk maupun pestisidanya.

Saran  minim pestisida kimia dan juga minim pupuk kimia,  secara tidak langsung diterapkan karena faktor, keterbatasan sarana dan hanya memanfaatkan produk kpo-Kl yang dibawa dari kebun Utama.

Pola pengolahan tanah yang tepat, baik berupa ketinggian bedengan, dosis pupuk kandang dan pupuk kimianya serta proses persiapan lahannya, dilakukan secara cermat sesuai pola KPO-KL, berefek pada pertumbuhan  tanaman yang secara berangsur tampak perubahannya.

Mendekati usia tanaman dua bulan, tanaman terlihat sehat walaupun hanya dengan mengandalkan cara KPO_KL saja, tanpa prioritas bahan bahan kimia berlebih .

Dengan adanya ‘contoh kasus ‘ ini, menyelematkan kami dari ‘tuduhan ‘yang ‘tidak tidak’ perihal kpo-KL, sekaligus menatralisir  mitra mitra lainnya yang apriori sedari awal tentang kpo-KL.

Pengolahan lahan yang ‘tidak asal asalan’, perlakuan pemupukan kimia dan pestisida kimia yang tinggi, interval aplikasi yang terlalu renggang,  dan tehnik penerapan yang tidak tepat merupakan asumsi asumsi yang bisa dievaluasi , penyebab tidak berhasilnya suatu usaha tani .

Tanaman terlihat sangat sehat walaupun hanya dengan sekedar pola KPO_KL secara sederhana. Pola merupakan, rangkaian ‘sket’ yang terstruktur berupa tahapan tahapan tetapi sifatnya tidaklah ‘permanen’ dan bisa berubah pada waktu kewaktu yang dipengaruhi oleh kondisi tanaman dan kondisi lingkungannya.

Jadi Pola KPO-KL ini, sifatnya ‘ fleksibel’, tergantung kondisi dan tidak  BAKU. Hal demikian yang biasanya , diabaikan  terutama oleh mitra mitra yang baru mengenal cara bertani berbasis organik kpo -KL ini.

 

 

BENAHI POLANYA (2)

Dalam sistem pertanian cara KPO_KL ini, yang kami tekankan adalah pada Pola nya bukan hanya penggunaan produknya tetapi tidak mengindahkan pola aplikasi satu ke aplikasi berikutnya. Sedangkan pola nya sendiri sangat variatif dari aplikasi ke aplikasi. Pola yang diprogram dari awal tidak berlaku pada pola KPO-KL ini. Seperti yang terjadi pada tanaman mitra kami Ibu Retno dari Bogor- Jawa Barat ini.

 Contoh yang ‘real’ yang menunjukkan bahwa tidak cukup hanya penggunaan suatu produk saja sebab adakalanya, dengan penggunaan produk yang sama tapi berbeda POLA nya, hasilnya bisa sangat berbeda.

Lokasi Ibu Retno ini ada dua lokasi yang pertama di kebun Gadog, Puncak  Bogor dan satu lagi ada di Cilendek. ( Screen shoot diatas, tanaman yang ada di kebun Gadog menunjukkan hasil yang  kurang memuaskan. Ada apa?)

Bahkan tanaman tampak kerdil dan perakaran kurang berkembang secara pesat, padahal sudah menggunakan produk kpo KL plus pestisida kimia yang cukup.

Untung…nya saja, Ibu Retno ini membawa sebagian sisa bibit   yang  ditanam di Gadog ini,  ke Cilendek Bogor.  Dari gambar diatas, Hasilnya ternyata sangat berbeda antara yang ditanam di Gadog dengan yang di Cilendek, padahal sama sama menggunakan Produk dari KPO-KL. Hmmm perlu evaluasi nih...

Dari Scren Shoot diatas, terlihat dengan bibit yang lebih tua, bahkan bibit yang hanya sekedar sisa sisa  ternyata hasilnya jauh lebih baik dibandingkan dengan lokasi Utama di Gadog.

Bahkan dengan sangat cermat mitra kami ini mendokumentasikan perkembangan tanamannya dari waktu ke waktu. Kesimpulan sementara dengan penggunaan produk yang sama tetapi hasil yang berbeda tentunya ada ‘sesuatu’ terutama dalam hal ,Pola nya atau cara menerapkannya.

 

Bahkan pertumbuhannya, melebihi tanaman  yang ditanam satu bulan, lebih dulu . Bahkan yang di Cilendek ini bibitnya bukan dari bibit yang segar segar.

Ada hal lain yang  menarik  untuk dianalisa, kenapa bibit yang sudah ‘afkir’ bahkan dipelihara sekedarnya saja, bahkan minim pestisida dan baru menggunakan Protekan -Biopestis dan Pesnator masing masing  satu tutup saja , hasilnya jauh lebih baik dari yang dikebun yang dikelola secara intensif ?

Bersambung….

 

MEMINIMALISIR, RESIKO USAHA TANI

Sebagaimana kita ketahui dan kita rasakan bersama, bertani terutama tanaman hortikultura ,itu merupakan pekerjaan dengan Higt risk/ beresiko tinggi. Kondisi cuaca yang tidak menentu, serangan hama dan penyakit,  dan juga faktor alam lainnya terkadang sulit di terka dan terjadi secara tiba tiba.

Dalam keadaan demikian, hendaknya kita melakukan langkah langkah antisipasi terhadap kejadian kejadian yang terjadi , secara tak terduga tersebut. (Seperti halnya mitra kpo KL dari Salatiga Jawa Tengah ini, Mas Sholihin yang bekerja siang malam untuk mengantisipasi  dan menjaga keseimbangan pertumbuhan tanamannya).

Pada tanggal 9 Feb 2018 ini, tanaman cabe OR Twist 42 nya , sudah berusia 90 hari, dan ikhtiar yang dilakukannya, yaitu dengan pengamatan secara periodik untuk ” membaca”, keinginan dan respon tanamannya.

Pemberian makanan dan obat yang terukur dan sesuai dengan kondisi pada saat , “detik detik “akan aplikasi. (Tanaman mitra kami tampak segar bugar dan sehat hingga usia 90 hari ini).

Perlu nya makanan siap saji dan siap untuk diserap oleh jaringan tanaman memberikan dampak yang positif bagi pertumbuhan tanaman. Tanaman lebih , tahan penyakit dan terutama lagi, pembuahnnya yang lebat. ( Empat tanaman dibawah ini merupakan hasil penerapan mitra kami dari Sipirok Tapsel Sumut, Bp. Harahap).

Setelah berhasil pada musim lalu dengan varietas Red Kris nya, saat ini pak Harahap menanam lagi dengan varietas yang lain / Var. Kopay  dan usia tanaman pada gambar, 81 hari, pada tanggal 5 Feb 2018.

Terlalu besar resiko memberikan makanan dan Pestisida kimia, oleh karena itu, konsep kami adalah dengan memberikan Makanan dan obat yang , Low Risk, ternyata secara berulang memberikan hasil yang memuaskan dan tak terbantahkan.

Formula dari KPO KL yang dirancang  dengan riset  yang panjang,  kembali terbukti dalam mensupport kesehatan tanaman yang , bener benar prima. Selain itu resiko dari efek penggunaan makanan dan obat kimia dapat dihindari.