Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Category Archives: INFO

1 2 3 4 5 »

SEMINAR ORGANIC OR DIE ( KEGIATAN BERSAMA KLINIK TANAMAN HPT ,FAPERTA UNPAD)

 Kegiatan yang diprakarsai oleh Klinik Tanaman ,Jurusan Hama dan Penyakit  Tumbuhan,Fakultas Pertanian Universitas Padjajaran, Bandung ini,memang terkesan “seram”…Tapi kalau kita renungkan,memang bisa jadi, sangat tepat.   Beragam jenis pangan khususnya ,beras sebagai makanan  pokok sebagian besar masyarakat Indonesia,sudah terkontaminasi oleh racun kimia.

1.(Sebagai pembicara dalam kegiatan ini adalah,Kepala Dinas tanaman Pangan Tasikmalaya,Bp. Henry Susanto (Tengah) yang didampingi oleh Bp. Sony Prayatna (juga dari Dinas Tanaman Pangan Tasikmalaya),berbaju Merah (kiri). Acara ini berlangsung pada tanggal 13-14 Oktober 2012)

Dalam kesempatan ini ada beberapa hal yang di kemukakan oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan Tasikmalaya, khususnya  tantangan berat yang didapat dalam pengembangan  Pertanian organik (khususnya tanaman padi),pertama berupa ke kurang berpihakan pemerintah terhadap petani padi organik,misalnya saja, harga gabah dari padi organik yang dipasaran sudah dihargai Rp.  5400/kg,sedangkan pihak pemerintah hanya “berani menghargai Rp. 3.000/kg nya.  Selain itu,menurut Bp. Henry tantangan terbesar justru di dapatkan karena adanya “kepentingan orang dalam” yang ada dalam “jajaran pembuat kebijakan ” yang berharap mendapatkan SHU (Sisa Hasil Usaha),dari  “investasinya ” di Pabrik PUPUK NON ORGANIK .

2. Pembicara-pembicara  dalam acara tersebut (Dari ki-ka,  Kepala Dinas Tanaman pangan Tasikmalaya, Bp. Sonny  P.(Dinas Tanaman pangan Tasikmalaya, Bp. M. Rasdi Wangsa (dari Aliansi Organis Indonesia/ AOI), Bp. Rusli Gunawan (KTO ) dan Bp. S. Jauharman (KTO).

Berdasarkan data yang kami dapatkan dari, Kadis Pertanian Tanaman Pangan Tasikmalaya dari Luas lahan pertanian  sekitar 60.015 ha, lahan yang sudah menerapkan sistem pertanian organik dan sudah mendapatkan SERTIFIKASI LAHAN  ORGANIK,(untuk kepentingan Ekspor) , sekitar 350 ha. Suatu prestasi yang membanggakan,tentunya.

3. Pembicara dalam acara  ini yaitu, Bp. Rasdi Wangsa (AOI), memaparkan beberapa program kerja dari Aliansi  yaitu  Penguatan kelembagaan dan mutu produksi kelompok tani kecil untuk mendapat akses pasar, Memajukan gerakan pertanian organik dan perdagangan yang adil,  Pengembangan jasa layanan mandiri di bidang pertanian organis.  Hal yang menggembirakan selain masalah pangan,hortikultura juga saat ini merambah kesektor lainnya termasuk Kosmetik  berbahan dasar Organik.

4.(Sebagian peserta ( Mahasiswa HPT FAPERTA UNPAD),ORGANIK PADDY,Pelatihan Aplikasi Pertanian di Lahan Padi Organik, di salah satu sentra pertanian padi Organik terbesar di Indonesia, tepatnya di Desa  Cidahu, MekarWangi, Kec, Cisayong Kab. Tasikmalaya,Jabar.)

Kami, “Anggkat Jempol” atas prakarsa dari  mahasiswa KLINIK TANAMAN, UNIVERSITAS PADJAJARAN ini,untuk menyelenggarakan acara  SEMINAR ORGANIC OR DIE ini.  Dari acara ini,Mahasiswa mendapatkan diantaranya, kiat-kiat mengubah  “Mind set” dari pola pertanian kimia ke pertanian organik, memotivasi “orang muda berorganik”, mendapatkan gambaran prospektifnya pertanian organik dimasa depan,selain tentunya mendapatkan tehnik-tehnik praktis dari pakar padi organik ,  termasuk diantaranya  dari  Kang Hendra Kribo .

5.( Sebagian peserta ” para Akang dan Euceu” dari Mahasiswa Klinik tanaman,Unpad,sedang menyimak pemaparan dari pemateri).

Nilai “rasa ” yang kami dapatkan dari terselenggaranya acara ini adalah,Sikap “kerendahan hati” yang ditunjukkan oleh Mahasiswa untuk tidak segan dan ragu untuk belajar  dan mencari ilmu dari praktisi – praktisi dilapangan  yang terkadang ilmunya justru bukan didapat dari bangku sekolahan.

6.(Koordinasi yang solid antara pemerintah,sebagai penentu kebijakan  dengan LSM ,sebagai lembaga “Controller” dan petani -petani yang bergerak dibidang pertanian organik ,sangat diperlukan demi kemajuan pertanian berbasis organik ini).

Kami ,dari KLINIKTANIORGANIK,walaupun saat ini,orientasinya belum EKSPOR,terus “berjuang dengan cara kami” agar pangan yang kita konsumsi,bisa ditekan “kadar racunnya”.

7.Bp. Hendra KRIBO (sebelah kiri,yang menjadi tuan rumah  dalam acara ini, berdampingan dengan Bp. Rusli Gunawan (KTO,Kliniktaniorganik).

“STANDING OVATION” kami berikan untuk Kang  Ibo (panggilan akrab dari ,Bp. Hendra ini) bahkan juga  menurut kami,bisa masuk dalam acara  “STAND UP COMEDY” , karena lontaran -lontaran kalimatnya yang lucu dibalik kritikannya yang lugas dan  “pedas” .  Diantaranya beberapa istilah termasuk  istilah PPL yang beliau plesetkan.  Menurut “kang Ibo” :” Kami ini adalah penyuluh  swadaya yang ada atau tidak ada anggaran tetap membagikan  ilmu untuk petani.” Kritikan-kritikan sering dilontarkan  secara langsung dan  gamblang ,karena menurut beliau, “saya tidak takut dipecat”.8. ( Bp. Ibo dengan Bp. Jauhar (KTO).

   Menurut Kang Ibo, Negara ini ,tidak perlu diperangi dengan senjata,dibiarkan saja,akan “hancur dengan sendirinya”,suatu bentuk keprihatinan yang mendalam,akan keterpurukan negeri ini.  Menurut Pak Ibo ( yang sering mendapat undangan untuk “membagikan ilmunya” ke  Negara tetangga, Malaysia dan Thailand dan juga menjadi “pengajar luar biasa” di beberapa Fakultas Pertanian ) konsep pengendalian hama dan pengelolaan tanah, perlu dilakukan secara bijaksana , mikroorganisme yang ada didalam tanah harus dibiarkan berkembang BIAK  bukan berkembang “BEAK” (“habis”,bhs Sunda). Perlu kerja keras memang dan semangat yang tinggi.

9.Beberapa Metode yang dirumuskan dalam Proses Penyadaran dan Pembelajaran Padi SRI Organik.

Dikatakan oleh Bp. Ibo,kalau dulu orang tuanya hanya mendapatkan  hasil pertanaman padinya 3.5 ton /ha,dengan pola SRI ini, beliau bisa mencapai 8 Ton bahkan bisa mencapai 12  ton/ha.   Dengan luas garapan yang dikelola oleh Gapoktan Simpatik ini seluas kurang lebih 150 ha,sudah bisa mengekspor ke Dubai, Arab Saudi, Amerika,Singapura ,Jerman dan Malaysia.  Dengan sistem yang terkelola dengan baik dan adanya Quality Control yang ketat, akhirnya  IMPORTIR yang mencari “Barang”,bukan Petani yang mencari “Pasaran”.  Bahkan  biaya sertifikasi, ditanggung oleh pihak Luar yang “butuh” beras organik.

Harapan kami,semoga kebersamaan  dan kerjasama dari pihak Pemerintah, LSM, Akademisi, dan Gapoktan (petani),secara “step by step” istilah yang biasa digunakan oleh Pak Ibo,bisa mengubah “Cara Pandang” dan  Tehnik Pengelolaan ke pertanian  berbasis Organik.

 Kalau Kang  Ibo fokus ke padi, kami KTO, untuk saat ini  fokus ke  tanaman Hortikultura ,karena selain makan Nasi, kita tentunya juga perlu makan dengan “temannya ” Nasi berupa sayur -mayur.  Kami memang belum berorientasi Eksport karena kami berharap, makanan yang dikonsumsi masyarakat kita  dahulu yang harus sehat.

Jangan sampai ada kesan”MAKANAN SEHAT & BEBAS RACUN KITA KIRIM KELUAR,SEDANGKAN MAKANAN YANG BERACUN KITA MAKAN”…

“ORGANIC OR DIE”

Kalau sudah begini,memang Pertanian Organik,bukan lagi suatu Pilihan tapi memang suatu keharusan

SEMINAR ORGANIC OR DIE !! (BERSAMA KLINIK TANAMAN HPT- FAPERTA – UNPAD)

Organic Or Die

Pertanian Organik Lahir sejak abad 18, dikala Eropa tengah mengalami revolusi pertanian besar-besaran dan  menyadari akan bahaya cemaran pestisida dan elemen pertanian lain yang sudah diaplikasikan  pada praktek pertanian di masa itu.

Indonesia menyadari pentingnya praktik pertanian yang berkelanjutan ini dikala telah terjadi leveling off pada pertanian nasional akibat penggunaan bahan-bahan kimia berbahaya dalam pertanian sejak masa revolusi hijau.

Kini, semakin banyak orang-orang, LSM, lembaga dan kelompok-kelompok yang sangat fokus dalam mengembangkan praktik pertanian yang berkelanjutan dengan salah satu metodenya adalah Pertanian Organik. Metode yang melarang setiap penggunaan bahan kimia sintetik dalam sarana produksi pertaniannya

Kini, Klinik tanaman HPT Faperta Unpad, kembali menggelar PELATIHAN PERTANIAN ORGANIK yang ke V dengan tema “Pelatihan Organik Tanaman Pangan : Organic Paddy, Choice for the Better Life in Harmonious Nature”

Saatnya bersentuhan langsung serta berdiskusi dengan para pakar, pengusaha, lembaga pemerintahan, akademisi dan praktisi yang sangat fokus dalam pengembangan pertanian organik dan melihat langsung, bagaimana Sertifikasi organik bekerja, bagaimana supervisi pada lahan pertanian organik, bagaimana mengolah lahan dan hasil padi organik serta saatnya tahu, KENAPA HARUS ORGANIK, sekarang!

Dilaksanakan di salah satu sentra padi organik terbesar di Indonesia, di Desa Mekarwangi, Cisayong, Tasikmalaya. Pada tanggal 13-14 Oktober 2012.

Jangan Lewatkan Kesempatan berharga ini!

*segera daftarkan ke CP di poster, karena quota peserta terbatas…

KELUARGA BESAR KLINIKTANIORGANIK,KEMBANG LANGIT MENGUCAPKAN : SELAMAT HARI RAYA IEDUL FITRI 1 SYAWAL 1433 H,MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN

Dalam kerendahan hati ada ketinggian budi.
 Hidup ini terasa indah jika ada maaf.
Taqabalallahu Minna Waminkum…
Bila ada langkah membekas lara

Bila ada kata Terangkai  salah

Bila ada tingkah menoreh luka

Pada kesempatan ini, KAMI  mohonkan maaf lahir dan bathin.

Management

kliniktaniorganik,KEMBANG LANGIT