18 Maret 2020

Cabe patek

Perihal cabe patek ini, sepertinya tak henti hentinya di bahas oleh para ahli pertanian, saking bandelnya dan rumitnya cara penanggulangannya. Berbagai teori sudah dipaparkan , berbagai bahan aktif pun sudah berbagai macam yang digunakan tetapi penyakit yang sering menyerang di musim hujan ini masih saja menarik untuk di bahas.

Apalagi menurut penelitian ahli ahli penyakit tanaman di IPB menyatakan bahwa bibit yang sudah terkena penyakit ini pada awalnya maka akan berpotensi menurunkan penyakit tersebut pada turunannya.

Kami mencoba menerapkan pemahaman dan pengalaman kami dalam mengendalikan penyakit busuk buah yang disebabkan oleh cendawan Colletotricum capsici ini, pada tanaman mitra yang kami coba tulis secara berseri dari waktu ke waktu, agar mitra bisa menganalisa pula perkembangan tanaman dari waktu ke waktu.

Namun kami mencoba membahasnya dari segi praktek karena menurut hemat kami sudah terlalu banyak yang memaparkannya dari sisi teori. Dalam hal ini kami mempraktekkan pemberian formula khusus yang kami keluarkan yaitu yang bernama POCAniL. Aplikasinya dengan cara di semprotkan dan di kocorkan bersama pupuk lainnya.

Sebaran yang cepat pada saat ada serangan menjadikan penyakit ini begitu menakutkan, ditambah lagi fungisida andalan dari berbagai bahan aktif terkadang dianggap sudah kurang efektivitasnya. Hal ini benar benar membuat jengah petani cabe. Apalagi pada saat harga mahal biasanya dicirikan dengan merajalelanya serangan penyakit ini.

Dengan cara yang kami terapkan ini melalui aplikasi POCAnil yang di semprotkan dan di kocorkan sudah banyak contoh teladan yang kami berikan bahwa penyakit ini dapat berhenti serangannya yang dicirikan oleh keringnya jaringan buah yang terinfeksi.

Kami bersyukur karena pada kesempatan penerapan mitra kami dari Sucinaraja, Garut ini tanamannya pun hinga saat ini bisa terkendalikan, dan kami berharap demikian untuk selanjutnya hingga masa panen berakhir.