7 November 2019

Budidaya Tomat dengan memanfaatkan Lahan Bekas

Ada anggapan pada petani konvensional bahwa untuk tanaman tomat lahan perlu di olah secara tertib sejakk pengolahan lahannya, harus dicangkul ulang dan dibuat bedengan baru lagi. Harus diberikan pupuk kandang dan pupuk kimia sebagai pupuk dasarnya. Kali ini mitra kami mencoba memanfaatkan lahan bekas dua kali penanaman dan tanpa pupuk dasar samasekali. (Mitra bisa juga lihat versi Videonya di link Channel kami, https://youtu.be/GsZQustd1Gc )

Lokasi penanaman di Banyuresmi-Garut, lahan yang dikelola oleh Mitra kami ini dipindah tanam pada tanggal 9 Oktober 2019. Varietas yang digunakan Hanafi dan dikelola menggunakan tehnik KPO KL.

Kami kembali mencoba keluar dari pakem yang ada, walupun untuk petani pemula mitra KPO KL, hal ini belum kami anjurkan karena terlalu beresiko dan perlu pengamatan dan analisa yang ketat dalam hal pengelolaan akan kebutuhan unsur hara makro mikro dan juga faktor pengamatan hama dan penyakitnya.

Pemasngan Ajir sedang dilakukan pada tanaman berusia 21 hst, walaupun sebenarnya agak terlambat karena dikhawatirkan perakaran tanaman terganggu.

Pemberian pupuk hingga saat ini baru dilakukan baru dua kali, dan hanya melalui pengocoran dan belum sama sekali dilakukan pemupukan dengan cara ditaburkan. Hal ini kembali menjadi pembahasan petani petani lain disekitarnya karena iritnya pupuk yang digunakan. Pemupukan bahan kimia hanya mengunakan 1.5 kg saja per 200 liter airnya. Apakah dengan penanaman dilahan bekas dan pemupukan yang irit tanaman akan optimal pertumbuhan dan produksinya? Kita coba simak secara berkesinambungan sambil menguraikan apa saja dan bagaimana prosesnya pada artikel artikel berikutnya.


Pengamatan pada tanggal 7 November 19 ( 28 hari setelah pindah tanam) kondisi tanaman makin menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Daun tumbuh subur demikian juga percabangan bunganya pun sudah mulai tampak bertaburan. Semoga saja lahan yang awalnya ditanami Tomat dan bawang yang disusul oleh penanaman Timun hingga saat ini ditanami Tomat kembali, bisa menepis asumsi masyarakat petani konvensional. Ada asumsi bahwa lahan yang tidak di pindahkan posisi bedengannya akan mudah terkena layu, kemudian lahan yang tidak diberi pupuk dasar samasekali, menyebabkan pertumbuhan tanamanya akan lambat.


Pengamatan dua hari menjelang usia 2 bulan, pertumbuhan tanaman yang hanya memanfaatkan lahan dua kali bekas tanaman horti lainya, ternyata hingga saat ini pertumbuhannya tidak tertinggal oleh tanaman yang diolah secara seksama, (pindah bedengan lagi) dan walau tanpa pupuk dasar pun kelihatannya ok oke saja. Pada lanjutan artikel berikutnya kita akan coba bahas lebih mendalam.