20 Agustus 2019

Beruntunglah, Petani Cabe yang panen Saat ini

Petani dengan pola apapun yang saat ini bisa panen, kami ucapkan selamat dan salut atas perjuangannya baik dalam pemenuhan nutrisi, kebutuhan air dan pengendalian hama hama atau penyakitnya. Kondisi di bulan 8 ini, memang dirasakan sangat sulit dan petani terseleksi dengan sendirinya. Oleh karena itu tidak mengherankan kalau harganya pun setimpal dengan yang dilakukan oleh petaninya. ( Dibeberapa tempat rawit sudah mencapai 100 ribuan lebih per kg nya).

Kami mendapat kiriman video hasil penerapan KPO KL di pulau Bangka Belitung,pada tanggal 13 Agustus 2019, kondisi tanaman seperti terlihat pada gambar diatas dan hasilnya, tanaman yang suddah berusia sekitar 8 bulan tersebut sudah menghasilkan sekitar 0.9 kg per batangnya..

Kondisi hujan pada saat penanaman dan memasuki bulan bulan kering pada saat ini sudah dilalui masa masa, busuk , patek, virus kuning, keriting daun , layu kasus demi kasus kita jalani bersama mitra, hingga saat ini masih bertahan suatu hal yang ‘menyejukkan hati’ mitra yang memiliki tanaman ini, Bp. Handi. Kemudian memesuki fase musim panas/kemarau kendala tak kurang ‘kerasnya’, hama thrips dan tungau, ulat dan lalat buah dan terutama kekeringan , juga menghadang dan harus di lalui

Kalau kami , menampilkan apa adanya saja, pernyataan mitra dan rasa senengnya ditumpahkan pada tulisan diatas, dan kami tentunya ikut senang juga. Ini menendakan juga apabila polanya dijalankan sesuai dengan standar, hasilnya pun sesuai dengan yang diharapkan, tetapi apabila polanya tidak diterapkan (walaupun sudah menggunakan produk kpo KL,) yaa…. kami harapkan untuk tidak serta merta menyalahkan produk kami tersebut.

Salah besar yang bilang, pemandauan yang kami lakukan kalau ada yang menilai sebagai bentuk ‘pendiktean’ , justru sebalikna kami dalam hal ini ingin agar produk produk KPO KL dapat digunakan secara benar dan sesuai dengan spesifikasi fungsinya.

Pembandingan sempat dilakukan terhadap tanaman petani lain yang menggunakan pola lain, dan hasilnya seperti yang dikatakan mitra , tersebut diatas. Ya…kasihan juga karena , disaat harga rawit sedang bagus bagusnya, tidak berhasil panen/petik.

Perawatan intensif langkah per langkah memang diperlukan karena pengamatan dan pengambilan keputusan berjalan beriringan tidak terprogram sejak awal, sifatnya kondisional. Bahkan kalau dalam sistem Gas-Rem – Kopling KPO KL, perubahannya sangat cepat, Istilahnya ( per detik per menit ), jadi sangat ‘Mobil’ tidak statis.

( Perkembang tanaman pada 17 Juni 19). Kondisi iklim saat saat memasuki fase fase kering dan sulit air, keriting daun, tanaman ‘puret’ mulai tak terhindarkan, harga rawit di pasaran pun mulai merangkak naik terus dan terus, menseleksi pertanaman yang mampu bertahan, seleksi alam terjadi.

Sekali lagi kami ucapkan selamat pada petani Indonesia yang selamat dalam mengelola tanamannya hingga bertahan pada bulan bulan kering di bulan Agustus ini, pola apapun itu, terutama pada mitra mitra kpo KL yang menikmati harga ‘ bonus’ hari Kemerdekaan RI ke 74. MERDEKA !!!