11 September 2019

Bertani dengan pola terarah

Dalam bertani kita dituntut agar kita mempunyai suatu pola atau metode yang pasti Sehingga dalam penerapan ke penerapan musim berikutnya konsistensi dari pola tersebut bisa terjaga. Pola tersebut harus bisa teruji efektivitasnya dari musim tanam ke musim berikutnya.

Seperti halnya Mitra kami Bapak Harahap yang sudah lebih dari 5 tahun bergabung dan menerapkan pola yang menjadi standard dari klinik pertanian organik kembang langit. sepertinya Mitra memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi Petani lainnya untuk konsisten dalam menerapkan suatu pola atau metode dan tidak “mencla mencle”.

Tanaman Mitra yang saat ini sudah panen sebanyak 7 Kali kondisinya masih terlihat sehat dan aman terhindar dari hama penyakit yaitu seperti hama trips hama Tungau, ulat, lalat buah, kutu kebul dan juga penyakit seperti layu fusarium antraknosa buah ,busuk batang, busuk daun dan lain-lain hama dan penyakit tertanggulangi secara terintegrasi.

Ya betul secara terintegrasi, jadi pengendalian hama dan penyakit sejak awal dengan pola yang kami terapkan ini sudah diwaspadai sehingga pengendaliannya tidak melulu terus fokus pada pengendalian hama yang sedang terjadi tetapi mempertimbangkan juga akses akses yang akan dan berdampak dari reaksi pengendalian tersebut .

Kalau kita lihat hampir disetiap postingannya mitra kami ini, selalu saja memperlihatkan hasil tanamannya yang sehat, subur dan terhindar dari berbagai gangguan hama penyakit tanaman. Sepertinya dari tahap demi tahap dapat dilalui dengan begitu rileks dan tanpa beban. Musim hujan musim kemarau pun di hadapi dengan sukahati.

Bahkan pada varietas yang lokal pun berjalan mulus juga dilakoni dengan santai saja. Ibaratnya seseorang yang sudah mahir berkendara, maka akan terasa makin mahir mengendarainya, tak ada keraguan. Demikian juga dala menerapkan pola yang terarah, maka setiap langkah sudah diperhitungkan dan dijalani lebih ‘enjoy’.

(Cabe lokal, ‘rasa’ Hybrid. ) Lain halnya apabila setiap ‘mengemudi’ kita berganti ganti kendaraan maka akan terasa, ‘kaku dan kikuk”, karena setiap akan menjalani maka kita akan berfikir lagi apa perbedaannya dan apa saja yang harus di dahulukan, akibatnya setiap aplikasi ke aplikasi akan terus bertanya akan perbedaan demi perbedaan yang terjadi. Hal ini akan terjadi berulang ulang dan setiap musim tanam akan memperbaharui dan bukannya memperlancar dan menajamkan pola. Pada akhirnya kita sendiri yang menentukan , pola mana yang akan kita tempuh….