10 Januari 2017

BERTANAM CABE DI PEKARANGAN

  Beberapa bulan yang lalu kami berkenalan dengan mitra baru dari Maluku utara, tepatnya di Kep. Sulu. Mitra kali ini, jelas jelas bukan petani, beliau hanya senang bercocok tanam dalam skala “rumahan” yang diperuntukkan untuk kebutuhan sendiri saja.

img-20170110-wa002

Mitra kami Bp. AKP Andreanaldo SH. Sik, yang bertugas  di Polres sebagai Kabag Ops di Kep . Sula.Polda  Maluku Utara, beliau memang awam dalam hal budidaya tanaman cabe ini, sebagai dasarnya bisa kita lihat pola pengolahan tanahnya sbb:

img-20170110-wa003

Bibit tanaman cabai rawitnya ditanam “ditancebin” begitu saja di tanah berbatu, yang berada dipekarangan beliau…,  tanpa olah lahan dan tanpa pembentukan bedengan sebagaimana halnya standar yang biasa dilakukan petani “profesional”. Disekitaran lobang tanam hanya dicabuti  rumput rumputnya saja, kemudian diamsukkan pupuk kandang dilobang tanamnya.

img-20170110-wa006

Pertumbuhan tanaman mitra kami dari Indonesia bagian Timur ini, kami pantau terus termasuk dalam hal, pemberian pupuk dan pestisidanya berdasarkan metode KPO-KL.

img-20170110-wa000

Namun hasilnya…. sangat kami syukuri karena, tanaman cabe yang ditanam di pekarangan yang penuh bebatuan tersebut, saat ini ( 8 Januari 2017, sudah petik 8  kali ). Amazing…tanah pekarangan berbatu , dengan pengolahan lahan alakadarnya, ternyata bisa memberikan hasil yang diluar dugaan, bahkan informasi dari pak Andrea, Mahasiswa pertanian dan dosennya, bahkan Kadis Pertanian beserta stafnya,  sempat berkunjung kelahan pekarangan pak Polisi mitra KPO-KL  ini.

img-20170110-wa004

Selain tanam rawit pak Andrea ini juga bertanam cabe keriting, yang ditanam hanya dimedia  tanam terbatas yaitu  di polibag.

img-20170110-wa005

Dengan sangat hati hati pemberian pupuk kami lakukan, dengan jenis ,dosis dan jarak dari batang sangat diperhitungkan, ke khawatiran tanaman layu menjadi landasan kami dalam memberikan pupuk tersebut.

img-20161227-wa014

Kami bersyukur karena hingga saat ini tanaman pak  ‘kapten ” Polisi  ini, aman dan terhindar dari layu dan masih produktif.

Semoga saja hasil yang diperoleh pak Andrea yang notabene bukan petani ini, bisa menginspirasi , Ibu Rumah tangga atau bapak bapak yang bukan petani untuk bertanam cabe dipekarangan, itung itung menekan biaya resiko dapur bisa dialihkan untuk kebutuhan rumah tangga lainnya.

Sementara Menteri Pertanian Amran Sulaiman baru mencanangkan Gerakan Nasional ,( penanaman 50 juta pohon cabai dipekarangan) yang dipusatkan di lapangan tembak Devisi Infantri I Kostrad Cilodong, Depok Jawa barat,

(Gejolak Liar Harga Cabai, Presiden: Naik karena Musim Buruk …

https://www.tempo.co/…/)

 Mitra kami ini sudah menikmati panen .

Sukses pak  AKP , “kapten ”  Andrea !!!