19 Juli 2019

Berbagi Ilmu Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman

Betapa senangnya kami karena perlahan  tapi pasti, metode KPO_KL, telah merambah dari mulut ke mulut dan praktek ke penarapan secara estafet.Hal ini sekaligus menepis segala hal yang mengatakan KPO- KL, eksklusif, tak mau berbagi ilmu , dari artikel yang kami tulis kali ini kami akan mengangkat bagaimana metode KPO KL, bergerak dari hati ke hati dari keinginan keingin tahuan dan terdorong oleh kerendahan hati untuk belajar sambil berbagi…..

Kami memang sangat intens membantu dan berbagi kepada mitra yang berminat dalam menerapkan metode ini, bahkan secara aktif kami justru yang selalu untuk sekedar  menanyakan bagaiamana kondisi tanaman mitra pada saat tersebut. Jadi keliru besar  petani yang tidak kenal dengan kpo-KL, yang mengatakan dan “menjudge” bahwa kpo kl, pelit Ilmu…. Pelitnya dimana??? Lain halnya yang tidak bertanya, tentu kami akan risi menjelaskan metode kami ini, kami tentu merasa risi sendiri, menjelaskan kepada  orang yang belum tentu mau mentrapkannya.

Pada halaman artikel kami kali ini, menguraikan pola distribusi  bagaiamana kita mentransfer ilmu dari satu ke petani lainnya di landasi karena tersentuh untuk berbagi. Kami punya prinsip dalam KPO ini untuk terus berbagi pengalaman pada mitra yang memerlukannya dan kami harapkan agar kelak mitra tersebut nantinya mau juga memberikan pengalamannya pada petani lainnya setelah berhasil dalam budidaya nya. Seperti yang dilakukan oleh mitra kami dari Hutaimbaru, Tapanuli Selatan, SUMUT ini, beliau sudah memahami betul seluk beluk metode KPO KL, dan setiap bertanam, kami syukuri, hampir tak pernah lagi mengalami kegagalan, semoga berlanjut.( GAMBAR ATAS , di lokasi sdr. Erwin Ritonga)

(Kalau dua gambar ini, di lokasinya pak Hutaimbaru /P Harahap sendiri, yang juga kondisinya siap panen). Keberhasilan yang berulang ulang dari pak Hutaimbaru ini, tidak lah sampai disini saja, beliau dengan sukarela untuk berbagi pada tetangganya, sdr. Erwin Ritonga sehingga pada saat ini tanamannya sudah 4 kali panen,  pada saat harga  buah cabe juga sedang mahal mahalnya.

( Lokasi pada Tanaman pk Hutaimbaru) Hmmm, semoga musim ini bisa panen melimpah lagi dengan harga yang  sedang bagus bagusnya. Segala hal perihal tatacara bertanam cabe, kami tularkan pada mitra demikian juga mitra menularkan lagi pada petani lainnya. Perihal pengendalian hama dan penyakit secara detail, satu persatu beserta prakteknya secara langsung.

( Masih di lokasinya pak Hutaimbaru). Disaat harga saat ini sedang mahal mahalnya karena suplay cabe ke pasaran menurun, mitra kami pak Harahap dan bung Erwin Ritonga bisa panen dengan kondisi tanaman yang sehat dan buahnya pun, terlihat lebat. ( catatan dalam metode kpo KL, varietas sebenarnya bisa jenis apa saja, artikel nya banyak kami tulis di web kami ini.)

Menurut versi kami, bertani adalah PRAKTEK, tidak bisa diuraikan sekedar dari teori ke teori,  karena pupuk kami anggap semua baik, pestisida juga sudah diriset sebelum di lounching, hanya kapan waktunya kapan timingnya, itu yang menjadi  prioritasnya.

Oleh karena nya , kami mengidentikkan dengan seolah olah kita sedang berkendaraan, kapan timingnya,nge gas kapan  ngerem dan kapan kita akan melakukan ‘koplingnya’, dan apabila mitra petani sudah memahaminya maka , bertani akan dilakukannya  secara rileks, nyantai tanpa ada ketegangan lagi.

Apapun jenis hama nya  ( Thrips, Tungau, Kutu kebul, Ulat, lalat buah dll) atau jenis penyakitnya ( patek/antraknosa, busuk tangkai, bercak daun, layu fusarium, dll), maka akan lebih rileks dalam menghadapi permasalahan pada saat budidaya jenis tanaman apapun. Ini harapan kami, mitra pun bisa merasakannya dan kami harapkan untuk tidak pelit untuk berbagi pada petani lainnya.