Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

BENAHI POLANYA(3)

Seandainya Ibu Retno tidak membawa bibit sisa untuk ditanam di   Bogor, bisa saja beliau ‘menjudge’ bahwa produk KPO_KL, yang menyebabkan tanamannya berkembang tidak sesuai harapan. Untunglah, persepsi dan asumsi tersebut terpatahkan dengan perlakuan lainnya sebagai pembanding.

Hal yang menjadi catatan penting bagi mitra kami tersebut adalah, bahwa dengan bibit yang tidak layak tanam pun, ternyata dengan perlakuan yang  ala kadarnya, hanya menggunakan produk KPO-KL, dan belum menggunakan pestisida kimia ternyata, pertumbuhannya  diluar perkiraan bahkan cenderung cepat sekali .

Tanaman yang ditanam pada tanggal 15 Desember 2017 ini, oleh mitra kami ini, dipantau secara ‘ketat’, pemberian nutrisi cara metode KPO-KL, diberikan sesuai ‘tracknya’, walaupun dalam beberapa hal penggunaan kimia tidak terlalu di fokuskan baik pupuk maupun pestisidanya.

Saran  minim pestisida kimia dan juga minim pupuk kimia,  secara tidak langsung diterapkan karena faktor, keterbatasan sarana dan hanya memanfaatkan produk kpo-Kl yang dibawa dari kebun Utama.

Pola pengolahan tanah yang tepat, baik berupa ketinggian bedengan, dosis pupuk kandang dan pupuk kimianya serta proses persiapan lahannya, dilakukan secara cermat sesuai pola KPO-KL, berefek pada pertumbuhan  tanaman yang secara berangsur tampak perubahannya.

Mendekati usia tanaman dua bulan, tanaman terlihat sehat walaupun hanya dengan mengandalkan cara KPO_KL saja, tanpa prioritas bahan bahan kimia berlebih .

Dengan adanya ‘contoh kasus ‘ ini, menyelematkan kami dari ‘tuduhan ‘yang ‘tidak tidak’ perihal kpo-KL, sekaligus menatralisir  mitra mitra lainnya yang apriori sedari awal tentang kpo-KL.

Pengolahan lahan yang ‘tidak asal asalan’, perlakuan pemupukan kimia dan pestisida kimia yang tinggi, interval aplikasi yang terlalu renggang,  dan tehnik penerapan yang tidak tepat merupakan asumsi asumsi yang bisa dievaluasi , penyebab tidak berhasilnya suatu usaha tani .

Tanaman terlihat sangat sehat walaupun hanya dengan sekedar pola KPO_KL secara sederhana. Pola merupakan, rangkaian ‘sket’ yang terstruktur berupa tahapan tahapan tetapi sifatnya tidaklah ‘permanen’ dan bisa berubah pada waktu kewaktu yang dipengaruhi oleh kondisi tanaman dan kondisi lingkungannya.

Jadi Pola KPO-KL ini, sifatnya ‘ fleksibel’, tergantung kondisi dan tidak  BAKU. Hal demikian yang biasanya , diabaikan  terutama oleh mitra mitra yang baru mengenal cara bertani berbasis organik kpo -KL ini.