Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Pimpinan KPO-KL Bpk. Rusli Gunawan SW, SH. (kiri) Bersama Bupati Garut Bpk. H. Rudi Gunawan, SH, MH dan Camat Leles Dra. Hj Rusmanah M.Si More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Pare/Paria More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Tomat di-Bandung More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 ... 436 »

KERITING DAUN DAPAT DIATASI

Kami tertarik untuk membahas perihal keriting daun yang merupakan salah satu kendala utama dalam budidaya tanaman cabe/lombok.
A.1.Dalam gambar tampak kondisi tanaman yang  tunas-tunasnya tampak keriting. Tanaman yang kondisinya demikian biasanya,petani bimbang,ragu untuk melanjutkan tanamannya atau tidak. Dalam keadaan demikian hendaknya,kita bersikap tenang dan bersiap memberikan makanan/pupuk dan pestisida yang tepat bagi tanaman cabe. ( Yang bagaimana ya?)


B.1.Kami tampilkan kembali,hasil aplikasi kami pada tanaman cabe keriting yang terserang keriting daun.  Tanaman terkena keriting yang cukup parah. Daun tampak “jarang-jarang”  dan pertumbuhan agak terhambat,hal ini terjadi karena :  Teriknya panas,yang menyebabkan banyaknya penguapan,akibat tanaman cabe ditumpangsarikan dengan Brokoli, dan yang paling pokok adalah akibat isapan hama thrips dan tungau.


B.2.Dengan penanggulangan yang “telaten”,akhirnya 50 hari kemudian,hasilnya menunjukkan seperti diatas ini,tanaman pulih dari serangan keriting daun. Proses yang cukup panjang memang.selain ketelatenan perlu kiranya perlakuan yang ekstra hati-hati dan memberikan perlakuan sesuai dengan “keinginan” tanaman itu sendiri.

( Lokasi masih sama dengan gambar sebelumnya).


B.3.Menurut versi kami,”keinginan” tanaman itu sendiri diantaranya adalah ,karena sedang mengalami keriting,maka keinginan daun adalah  segera tergantikan nutrisinya .
Tanaman tentunya tidak ingin,sari-sari daunnya diisap terus oleh hama thrips tersebut,tanaman juga  menginginkan hama thrips dan tungau segera tidak mengganggu lagi “dirinya”.Hanya biasanya hama thrips ini cukup bandel,dan pada umumnya sudah kebal dengan insektisida/akarisida kimia. Sedangkan dari bawah/tanah,tanaman mengiginkan media tempat tumbuhnya yang “sesuai”.

B.4. Setelah aplikasi secara berulang dan  “telaten” ,Tunas-tunas berkembang pesat,buah tumbuh dengan lebatnya,bahkan pada saat ini tampak sedang petik/panen. (Bisa diperhatikan lokasi masih sama.)

C.1. (Ilustrasi berikutnya kami ambil gambar dari sisi yang lain.) Hama thrips memang bandel,terkadang sudah diberikan insektisida dosis tinggi,namun tetap saja menempel dan mengisap ‘ sari daun cabe, sedangkan terkadang pemberian pestisida dosis tinggi,justru makin membakar daun cabe. JADI mengharap tanaman segera pulih malahan bertambah keriting dan terbakar.

C.2.Apabila diperhatikan kondisi awal pada gambar C.1, kemudian tanaman secara berangsur pulih dari serangan hama thrips dan keriting secara keseluruhan.  Adapun langkah yang kami ambil adalah pertama,dengan berupaya mengusir hama thrips nya(menggunakan PROTEK-tan) agar tidak betah dilokasi pertanaman cabe.

D.1. Kondisi tanaman dari sisi lain,tampak cukup parah ,terserang hama trips,penyebab keriting daun.  Namun kami tidak berkecil hati,kami mencoba untuk,mengupayakan agar tanaman dapat pulih kembali.

D.2.  Bisa anda perhatikan secara seksama,kondisi awal D.1. menjadi pulih kembali setelah perlakuan dengan tehnik kami, KLINIKPERTANIANORGANIK-KEMBANG LANGIT. Dalam hal ini,selain hama trips nya, kami kondisikan tidak betah,juga secepatnya kami “isi ” nutrisi daun yang telah diisap oleh hama trips tersebut.
D.3. Hasilnya tidak sia -sia,akhirnya daun tanaman pulih kembali dan sudah berbuah dengan lebatnya.  Tampak tanaman sedang dipanen.
E.1. Kita pantau dari sisi yang lain,pada bagian sisi lokasi pertanaman. Keriting daun sudah cukup parah.  Berbagai saran biasanya muncul pada saat seperti ini,ada yang menyarankan pemberian insektisida merk A,B,C atau D.  Yang parah nya lagi ada juga terkadang petani yang menyarankan penyemprotan dengan NPK,Calsium atau ada juga yang menyarankan pengecoran NPK dosis tinggi.
E.2. Seminggu kemudian,setelah aplikasi E.1, kondisi tanaman walau masih agak keriting, namun terlihat daun daun bawahnya mulai agak melebar.  Penyemprotan PROTEK-tan,PESNATOR dan POCAniL,SECARA KONTINYU terus dilakukan.
Selain itu tidak kalah pentingnya adalah perlakuan dari bawah tanah,dengan berupaya agar tanah menjadi  “sesuai”.

E.4. Dari bawah kami melakukan pengecoran menggunakan PROTEK-tan, BIOPESTIS  dan Pupuk CAS,yang bertujuan agar tanah bisa  sesuai untuk memacu pertumbuhan tunas diatas.

E.3. Hasilnya bisa anda perhatikan,setelah beberapa aplikasi,tanaman subur kembali. Kami tidak berpindah dalam pengambilan gambar,masih dalam titik yang sama dengan pengambilan gambar E.1

Sebagai catatan,bisa kami anjurkan,dalam pengendalian masalah hama trips ternyata tidak cukup hanya dengan mengendalikan hama trips nya saja,tehnik lain sebagaimana yang kami kemukakan diatas,perlu dilakukan secara bersamaan,agar selain hama nya bisa diatasi juga daun yang keriting cepat pulih kembali.

 Nah ternyata dengan tehnik alami cara KPO-KL  ini masalah keriting daun,bisa teratasi.


ANTRAKNOSE/PATEK PADA CABE

Penyakit antarknose/ patek merupakan salah satu penyakit yang menjadi kendala utama dalam budidaya cabe . Kami coba membahasnya dari berbagai aspek yang selama ini dianggap , tehnik yang biasanya sering dihindari.

Gambar 1.Umur tanaman 2 mingguan,gambar diambil tanggal 21 Desember ,penanaman dilakukan pada awal bulan Desember . Ada hal yang tidak biasa dilakukan oleh konsep pola pertanian berbasis  kimia,yaitu bentuk bedengan tidak di rombak kembali.   Tampak dalam gambar,LUMUT yang tumbuh disamping mulsa plastik,hal ini menunjukkan bahwa bedengan tidak dirombak lagi.

Gambar 2.Umur tanaman 3 minggu.

Tidak merombak bentuk dan arah bedengan ini sekaligus sebagi pembuktian bahwa dengan tidak merombak posisi bedengan , hasilnya tidak berbeda dengan membuat bedengan baru. Langkah yang demikian biasanya dihindari karena, dianggap berpotensi mengundang terjadinya serangan hama dan penyakit termasuk antraknose. KPO-KL dalam hal ini, melakukan perlakuan yang agak berbeda.

Gambar 3.Usia memasuki bulan ke 2.

Pada kesempatan ini,tanaman CABE KERITING  sebagai tanaman utama/pokok,ditumpangsarikan dengan tanaman TOMAT dan KACANG MERAH. Tanaman yang terlalu berdekatan karena ditumpangsarikan, pun, sebenarnya bisa berpotensi menyebabkan terjadinya serangan patek yang tiba -tiba.  Tapi dalam hal ini pun mitra KPO-KL, melakukan langkah yang agak diluar kebiasaan petani.

Gambar 4.Umur tanaman 2 bulan lebih.

Pengaturan jarak antar tanaman tumpang sari, memang seharusnya  diperhatikan betul,penanaman TOMAT sebagai tanaman yang di “tumpangsarikan ” diupayakan tidak terlalu rapat dalam penanamannya.  Dalam Hal ini,jarak antar tanaman cabe dengan tomat adalah, 3 – 4 batang tanaman Cabe kemudian 1 tanaman tomat.  Sedangkan untuk kacang Merah,ditanam dibawah cabe  tetapi agak menyamping (bisa dilihat pada gambar).

Gambar 5.Umur tanaman memasuki bulan ke 3.

Kalau sudah begini vigor tanaman demikian  ,kiranya penentuan jarak tanam yang tidak terlalu rapat perlu dipertimbangkan, ditambah lagi tanaman tumpang sari yang ditanam akan makin mempersempit “ruang gerak’” tanaman yang  secara optimal menerima sinar matahari untuk  berfotosintesis dan menyebabkan kelembaban tinggi yang bisa memicu serangan patek. Jarak tanam yang digunakan dalam aplikasi ini adalah 40 X 40 cm,memang terlalu rapat dan kurang ideal .

DSC05201

Gambar 6. Usia tanaman sekitar 4 bulan, tanaman “subur makmur”.

Tanaman yang terlalu rapat,selain menghambat proses “memasak makanan/fotosintesis” juga bisa menghambat  “terkenatnya jaringan tanaman baik daun,batang dan buah tanaman” dari aplikasi /semprotan PROTEKTAN, PESNATOR DAN POCANIL  yang kita berikan. Hal demikian bisa berefek tanaman mudah terserang hama dan penyakit terutama penyakit PATEK/ANTRAKNOSE.

Gambar 7. Usia 5.5 bulan

Untuk mengantisipasi terlalu rimbunnya tanaman sehingga dikhawatirkan,buah tidak tersemprot/terkena pestisida organik KPO_KL adalah dengan ,melakukan penyemprotan  secara telaten/hati-hati dan intervalnya bisa dirapatkan.

Gambar 8. Usia tanaman telah 6.5 bulan

 Dalam usia sudah 6.5 bulan,tanaman masih produktif dan ‘nyaris’ aman dari serangan  patek.   Logikanya, Apabila Tanaman cabe terserang penyakit  Patek,biasanya penyebarannya sangat cepat dan dan bisa memperpendek umur produktif tanaman (kalau sudah terserang petek,biasanya petani sudah enggan memelihara tanamannya).

Gambar 9.  Usia 6.5 bulan.  Daun Tanaman masih hijau.

Sedangkan dalam aplikasi kami ala KPO-KL ,tanaman masih terus berproduksi /produktif.

Gambar 10.  Tampak daun- daun masih hijau “berseri”….

Gambar 11.  Buah nya pun,sampai ke tunas-tunas  nya masih banyak, dan terpenting lagi terhindar dari serangan Antraknose.

Gambar 12.  Batang yang tampak sudah berwarna kecoklatan,tetapi buah masih “lurus-lurus” dan buah tetap segar.

Demikianlah sekilah perihal cabe patek/antraknose, berdasarkan tehnik KPO-KL yang telah kami lakukan bersama mitra kami dan berhasil, hingga tanaman berusia kurang lebih sampai 7 bulan.

Walaupun ada beberapa tehnik  yang agak keluar dari “pakem” / kebiasaan, tetapi  dengan metode pengendalian yang dilakukan oleh mitra kami ini, dengan  menggunakan metode  KPO-KL,tanamannya  bisa lolos dari serangan penyakit yang sangat ditakuti oleh petani ini.

 

MENGENDALIKAN HAMA THRIPS DAN TUNGAU PADA CABE KERITING

 Hama thrips dan tungau merupakan dua hama yang bisa membuat petani kelimpungan, karena apabila serangan sedang tinggi, bisa menyebabkan tunas tanaman menjadi  seperti terhenti.

IMG_6878

Gambar.1. Dalam kesempatan ini kami sertakan hasil aplikasi dari mitra kami di Muaro Jambi- Jambi, pada tanaman cabe keriting yang hingga saat ini, tanaman telah berusia 70 harian, tunas tunasnya tidak mengalami keriting daun.

IMG_0815

Gambar 2. Buah juga sudah mulai tampak lebat.  dalam mengendalikan hama tersebut biasanya langkah yang kami lakukan adalah dengan menyemprotkan Protek-tan, Pesnator dan  Biopestis dengan dosis sekitar 1-3 tutup per tangkinya.

IMG_2060

Tanaman tampak subur dan terhindar dari serangan hama thrips dan tungau.  Selain itu dari “bawah” langkah yang kami lakukan adalah dengan aplikasi memberikan pupuk secara di kocorkan . Pupuk yang kami berikan adalah kombonasi antara pupuk Protek-tan, Pupuk Cas dan Biopestis dengan dosis yang sangat rendah per drum 120 liter airnya.

IMG_3928

Gamabr 4. Hasilnya, hingga saat ini, sangat menggembirakan, tanaman tidak mengalami gangguan keriting daun yang berarti.  Jadi kombinasi antara pengecoran dan aplikasi semprot saling menunjang dalam menghindari serangan hama tersebut.

Semoga berhasil pak Wadmo,  Sukses !!!