Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Pimpinan KPO-KL Bpk. Rusli Gunawan SW, SH. (kiri) Bersama Bupati Garut Bpk. H. Rudi Gunawan, SH, MH dan Camat Leles Dra. Hj Rusmanah M.Si More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Pare/Paria More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Tomat di-Bandung More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 ... 419 »

KERITING DAUN DAPAT DIATASI

Kami tertarik untuk membahas perihal keriting daun yang merupakan salah satu kendala utama dalam budidaya tanaman cabe/lombok. Ada fenomena yang mana, pestisida kimia sepertinya “angkat tangan” dengan masalah keriting daun ini.
A.1.Kondisi tanaman yang terserang hama trips sehingga tunas-tunas tampak keriting. Tanaman yang kondisinya demikian biasanya,petani bimbang,ragu untuk melanjutkan tanamannya dan panik. Dalam keadaan demikian hendaknya,kita bersikap tenang dan bersiap memberikan makanan/pupuk dan pestisida yang tepat bagi tanaman cabe.


B.1.Kami tampilkan kembali,hasil aplikasi kami pada tanaman cabe keriting yang terserang keriting daun.  Tanaman terkena keriting yang cukup parah. Daun tampak jarang-jarang dan pertumbuhan agak terhambat,hal ini terjadi karena teriknya panas,yang menyebabkan banyaknya penguapan,akibat tanaman cabe ditumpangsarikan dengan Brokoli, dan yang paling pokok adalah akibat isapan hama trips dan tungau.


B.2.Dengan penanggulangan yang “telaten”,akhirnya 50 hari kemudian,hasilnya menunjukkan seperti diatas ini,tanaman pulih dari serangan keriting daun. Proses yang cukup panjang memang.selain ketelatenan perlu kiranya perlakuan yang ekstra hati-hati dan memberikan perlakuan sesuai dengan “keinginan” tanaman itu sendiri.


B.3.Menurut versi kami,”keinginan” tanaman itu sendiri diantaranya adalah ,karena sedang mengalami keriting,maka daun inginnya segera tergantikan nutrisinya yang diisap oleh hama trips.
Tanaman tentunya tidak ingin,sari-sari daunnya diisap terus oleh hama trips tersebut,tanaman mengiginkan hama trips dan tungau segera tidak mengganggu lagi “dirinya”.Hanya biasanya hama trips ini cukup bandel,dan pada umumnya sudah kebal dengan insektisida/akarisida kimia. Sedangkan dari bawah/tanah,tanaman meninginkan media tempat tumbuhnya subur /gembur. Akar tanaman tentunya tidak ingin tumbuh pada media tanah yang keras. Media tanam yang keras,justru menghambat untuk mempercepat pulihnya keriting daun,karena akar akan lambat mensuplai unsur hara/makanan ke daun.

.

B.4. Tunas-tunas berkembang pesat,buah tumbuh dengan lebatnya,bahkan pada saat ini tampak sedang petik/panen.

C.1.Hama trips memang bandel,terkadang sudah diberikan insektisida dosis tinggi,namun tetap saja menempel dan mengisap ‘ sari daun cabe‘.Sedangkan terkadang pemberian pestisida dosis tinggi,justru makin membakar daun cabe. JADI mengharap tanaman segera pulih malahan bertambah keriting dan terbakar.

C.2.Apabila diperhatikan kondisi awal pada gambar C.1, kemudian tanaman secara berangsur pulih dari serangan hama trips.  Adapun langkah yang kami ambil adalah pertama,dengan berupaya mengusir hama trips nya(menggunakan PROTEK-tan) agar tidak betah dilokasi penanaman cabe.

D.1. Kondisi tanaman dari sisi lain,tampak cukup parah ,terserang hama trips,penyebab keriting daun.  Namun kami tidak berkecil hati,kami mencoba untuk,mengupayakan agar tanaman dapat pulih kembali.

D.2.  Bisa anda perhatikan secara seksama,kondisi awal D.1. menjadi pulih kembali setelah perlakuan dengan tehnik kami,PT.KEMBANG LANGIT. Dalam hal ini,selain hama trips nya kami kondisikan tidak betah,juga secepatnya kami “isi ” nutrisi daun yang telah diisap oleh hama trips.
D.3. Hasilnya tidak sia -sia,akhirnya daun tanaman pulih kembali dan sudah berbuah dengan lebatnya.  Tampak tanaman sedang dipanen.  Hal lain yang tidak kalah pentingnya untuk mempercepat pulihnya tanaman adalah,dengan mengkondisikan agar tanah jangan sampai mengeras.  Sebab apabila tanah mengeras,efeknya suplai makanan dari bawah/tanah akan terhambat untuk cepat terisap oleh tunas.
E.1. Kita pantau dari sisi yang lain,pada bagian sisi lokasi pertanaman. Keriting daun sudah cukup parah.  Berbagai saran biasanya muncul pada saat seperti ini,ada yang menyarankan pemberian insektisida merk A,B,C atau D.  Yang parah nya lagi ada juga terkadang petani yang menyarankan penyemprotan dengan NPK,Calsium atau ada juga yang menyarankan pengecoran NPK dosis tinggi.
E.2. Seminggu kemudian,setelah aplikasi E.1, kondisi tanaman walau masih agak keriting,terlihat daun daun bawahnya mulai agak melebar.  Penyemprotan PROTEK-tan,PESNATOR dan POCAniL,SECARA KONTINYU terus dilakukan.
Selain itu tidak kalah pentingnya adalah perlakuan dari bawah tanah,dengan berupaya agar tanah menjadi subur/gembur. Justru pada saat seperti ini,kami menyarankan untuk tidak terlalu banyak pemberian pupuk kimia.  Karena jelas pemberian pupuk kimia yang berlebih menyebabkan tanah menjadi keras.

E.4. Dari bawah kami melakukan pengecoran menggunakan PROTEK-tan dan Pupuk CAS,yang bertujuan agar tanah subur,menetralisir keasaman,mengikat unsur yang berpotensi meracuni tanaman dan memacu agar akar serabut berkembang pesat.

E.3. Hasilnya bisa anda perhatikan,setelah beberapa aplikasi,tanaman subur kembali. Kami tidak berpindah dalam pengambilan gambar,masih dalam titik yang sama dengan pengambilan gambar E.1Sebagai catatan,bisa kami anjurkan,dalam pengendalian masalah hama trips ternyata tidak cukup hanya dengan mengendalikan hama trips nya saja,tehnik lain sebagaimana yang kami kemukakan diatas,perlu dilakukan secara bersamaan,agar selain hama nya bisa diatasi juga daun yang keriting cepat pulih kembali.

 Nah ternyata dengan tehnik alami cara KPO-KL , ini masalah keriting daun,bisa teratasi.

( Tidak ada rekayasa dalam hal ini.)

CABE AMAN DARI SERANGAN ,ANTRAKNOSE/PATEK

Pada kesempatan ini, kami angkat hasil aplikasi mitra kami dari Asahan- Sumatera Utara.   Walaupun,saat ini musim kemarau yang cukup terik bukan berarti penyakit antraknose/ patek pada  buah cabe tidak terjadi. Kondisi Kemarau berat, ditempat ini,  pada umumnya Bunga cabe gugur dan pertumbuhannya mandek.

1507771_1429129917328218_453973340_n(Cabe  di Kabupaten Asahan 14 Maret 2014,  di desa Rawasari , kecamatan Aek Kuasan, Sumatera Utara)

Tanaman cabe ini dikelola oleh mitra muda kami yang baru kedua kalinya bercocok tanam cabe.

1011597_1429161213991755_1307512705_n(Walaupun Tanaman  cabe ini, sudah petik 10 kali,namun tunas tunasnya masih terus berkembang. Pengamatan pada tanggal 14 Maret 14)

1173896_1429129887328221_850226_n( Hingga saat ini, Hasil yang dicapai sudah sekitar 1.250 kg.  Jumlah tanaman yang ditanam,  sekitar 2200 batang.)

1238923_1429129757328234_1137830871_n(Kondisi daun,sangat biru….Berdasarkan standar KPO-KL, kondisi daun tanaman yang seperti demikian, pada umumnya lebih tahan terhadap serangan penyakit   dan hama, termasuk penyakit antraknose/patek.)

1383091_1429129940661549_194015899_n(Untuk ukuran petani pemula,  seperti sdr.Eko dari Asahan,Sumut ini sudah terbilang sukses.)

Pengaturan dan pengelolaan pupuk terutama pola KPO -KL yang mengedepankan penggunaan pupuk dan pestisida organik, sambil menambahkan “bumbu” pupuk dan pestisida  dengan kadar minimun, ternyata… mampu mengatasi penyakit yang sangat ditakuti petani tersebut.

1525373_1429161263991750_2052788484_n Ada perbedaan harga pada tanaman cabe mitra kami ini yaitu harganya  Rp.13.000/kg nya, kualitas buah yang baik sehingga cabenya menjadi rebutan para agen.  Pada saat ini, diSumatera Utara  sedang panen raya, harga rata rata cabe  sekitar Rp. 8000. saja.

1920459_1429129930661550_34034926_nTampak buah  cabe nya pun masih banyak. Komentar  petani lainnya dengan melihat hasil aplikasi KPO- KL pada tanaman mas Eko ini yaitu ,katanya ” tangan bertuah”…tangan nya cocok  untuk  bertanam  cabe…

1964849_1429129863994890_679088656_n(Selain buah aman dari Antraknose , pada saat  pengankutan dan penyimpanan  buah cabe walaupun disimpan dalam waktu  seminggu ternyata lebih  tahan dan tidak mudah  busuk.)

1970364_1429129740661569_1915148934_n(Ceritanya musim  yang lalu mas Eko ini… gagal,walaupun pada musim  yang lalu sudah menggunakan sistem organik juga,tetapi belummenggunakan pola KPO-KL…. Hal lain yang menjadikan kepuasan tersendiri yaitu hasil panennya  di jemput oleh  agen, sementara itu petani lain pada umumnya hasil panen cabenya  diantar  sendiri ke agen.)

Kualitas buah yang demikian, buah yang tidak busuk, buah yang mengkilat serta padat dan ,buahnya  panjang -panjan ,merupakan indikasi bahwa buah aman dari serangan hama dan penyakit .

1970469_1429129840661559_1100846558_nHarapannya,  hasil yang bisa dicapai  tidak terlalu muluk, yakni sekitar 2 ton an ….semoga tercapai… Informasi yang kami dapatkan rata-rata , di wilayah ini,hanya 3 ons  per batangnya.  Sedangkan masa petiknya biasanya, sudah habis sekitar  6 kali petik saja .  Sementara itu tanaman cabe  mas Eko,saat  ini sudah  mencapai sekitar  6 ons lebih…

Kami bersyukur, hasil yang diperoleh mitra muda kami di Asahan ini, yang dipandu oleh Pak Handry ,Cabang KPO – Medan, sudah ada beberapa petani  cabe lain yang ingin  belajar,metode yang dikembangkan oleh KPO – Cabang Medan ini.

Salah satu trik yang kami lakuan adalah dengan upaya menebalkan buah cabe  sambil menghindari pupuk kimia yang  tinggi .  Alhasil , buah cabe yang didapat ternyata selain  buah lolos dari penyakit antaknose, lalat buah ternyata buah juga meningkat secara kualitas.

Sukses petani asahan…Sukses Mas Eko,Pak Handry,semoga makin banyak yang ikut sukses !!!

 

MENGHINDARI LAYU FUSARIUM,DENGAN MENGATUR JENIS PUPUK ( HABIS GELAP TERBITLAH TERANG)

Penyakit layu yang diakibatkan oleh cendawan Fusarium oxysporum ini,memang sering membuat petani risau. Bagaimana tidak tanaman yang awalnya sehat wal afiat, tiba tiba dalam beberapa saat menjadi layu terkulai.

terong 1

Biasanya dalam menghadapi kondisi yang demikian, petani sibuk mencari “obat” apa yang “pas” untuk mengendalikannya. Padahal berdasarkan pola kami, hal ini biasanya ,kami menelusuri dari kondisi awalnya. Mengapa hal ini terjadi ?

terong 3

Berdasarkan tehnik yang biasanya kami lakukan dalam menghindari layu fusarium ini adalah dengan secara hati hati memberikan jenis dan dosis makanannya/pupuknya.

terong 4

Kondisi tanaman terong hijau, yang dikelola oleh Mitra kami di LeuwiGoong Kab. Garut,  yang  kondisinya segar bugar, adapun serangan layu fusarium hanya 1-2 batang saja, dari jumlah ribuan batangnya. (  Seluruh gambar,diambil pada tanggal 19 April 2014)

terong 6

Pemberian pupuk kimia yang merupakan pupuk “imitasi” hanya akan menyebabkan kondisi tanaman menjadi rentan terserang oleh penyakit “stroke” pada tanaman ini. Pola pemberian makanan kimia dosis tinggi yang bersifat “asam dan dingin”, makin mempercepat terjadinya “pengasaman lambung ” tanah.  Keasaman “lambung ” tanah, jelas  berdampak pada makin berkembang biaknya spora cendawan penyebab layu, seperti spora cendawan Fusarium oxysporum ini.

Kalau sudah demikian,masih beranikah kita memberikan jenis makanan/PUPUK yang bersumber dari makanan buatan.  namanya juga makanan buatan/pupuk buatan.wah wah …wah

Seandainya petani,menyadari efek efek dari makanan buatan/imitasi,kami optimis,pertanian di Bumi Pertiwi akan bangkit… dan menjadi harapan kita bersama…

HABIS GELAP TERBITLAH TERANG!!!