31 Agustus 2012

KLINIKPERTANIANORGANIK,MEMBUKA BALAI PELATIHAN TANI

1. Keterpurukan dunia pertanian kita sudah sejak lama,bahkan pada era Menristek Bapak B. J. Habibie tanda-tanda keterpurukan tersebut sudah ada.  Mungkin anda masih ingat pada pertengahan  tahun 1996,tehnologi tinggi anak bangsa berupa pesawat CN 235,yang diproduksi IPTN Bandung ditukar /imbal beli  dengan BERAS KETAN dari Thailand? Sangat Ironis memang,negara agraris  “barteran” pesawat dengan BAHAN BAKU ‘DODOL’.  Dalam hal ini bisa kita ambil suatu pelajaran bahwa tehnologi kita kayaknya terlalu mercusuar dengan tidak memperhatikan latar belakang sumberdaya alam  sebagai negara agraris. Akhirnya ujung -ujungnya tehnologi tinggi tersebut kembali  bermuara pada “urusan perut”.

2. Memang bukan hanya sumber daya alam saja yang dibutuhkan,tenyata tehnologi tinggi (istilah Pak Habbibie,HIGH TECH) dibidang pertanianpun sangat diperlukan.  Banyak orang memandang remeh tentang tehnologi pertanian,bahkan tidak sepadan dengan tehnologi ,dibidang industri – industri yang  “High tech”.  Seandainya kita balik sekarang ini,tehnologi dibidang pertanian kita optimalkan dan hasilnya berlebih dan  melimpah sangat mungkin petani bisa membeli kendaraan bertehnologi tinggi sekelas MERCEDES BENS sekalipun, demikian pula apabila seandainya seluruh petani kita bisa meningkatkan kualitas produksinya,tidak mustahil negara bisa barteran sebuah komoditas pertanian dengan pesawat boing ,seperti halnya yang terjadi pada tahun 60 -an, dimana karet mentah dari negara kita di barter dengan pesawat dari amerika.

3.  Tehnologi pertanian hingga saat ini masih dianggap,tertinggal ,primitif,kampungan  dan tehnologi yang gampang dan mudah,tetapi kenyataannya mengapa negara agraris seperti kita masih mengabiskan ANGGARAN NEGARA yang tidak kecil  hanya untuk mengimpor beras,beras

ketan bahkan cabe  walau hanya untuk sambal sekalipun?  Kalau demikian berarti banyak yang “salah” dalam metode tehnologi pertanian kita.

4.Kami berharap ,untuk tidak menganggap remeh  tehnologi pertanian.  Banyak Proffessor ,Doktor, Insinyur pertanian di negara kita,tetapi mengapa tehnologi pertaniannya belum bisa mendongkrak produksi? Mengapa tanaman padi lebih banyak yang bulirnya pada “kosong”?

5.Setelah kami melalukan serangkaian pengamatan ,percobaan  dan penelitian  (yang tidak ada yang membayarnya dari instansi manapun, selama  kurang lebih 12 tahun),ternyata memang kesimpulan yang kami dapatkan adalah

TEHNOLOGI PERTANIAN MEMANG TIDAK MUDAH, TAPI BISA DIBUAT MUDAH.

Kenapa kami menyebutnya tidak mudah,ada beberapa indikatornya antara lain tingkat produkifitas hasil pertanian kita yang sangat rendah, import bahan pangan yang tidak henti-hentinya,setiap hari petani berhubungan dengan bahan kimia baik pestisida (obat) dan pupuk kimia tetapi tidak mengerti secara jelas fungsi dan efek  /pengaruh bahan kimia tersebut.  Manusia ada dokternya, khewan ada dokternya,tetapi untuk tanaman ternyata belum ada “dokter”nya.  Padahal hampir setiap hari petani “bermain dengan OBAT”.

6.  Oleh karena itu ,kami dari kembang langit,ingin berbagi ilmu dan pengalaman untuk menyampaikan TEHNOLOGI KAMI DIBIDANG PERTANIAN INI agar petani minimalnya walaupun belum menjadi ‘DOKTER TANAMAN’ bisa menjadi  ‘MANTRI TANAMAN’,sehingga tidak panik bila menghadapi tanamannya dalam keadaan EMERGENCI dan secara cepat melakukan ” DIAGNOSA DAN TINDAKAN MEDIS”.

Kami tidak berharap  suatu waktu, KITA SEBAGAI NEGARA AGRARIS,  MEMBARTER SEBUAH PULAU (KARENA PESAWAT HIGH TECH ,TIDAK DIPRODUKSI LAGI) DENGAN BERAS KETAN.  (Seperti saat ini sedang marak dibicarakan soal penjualan Pulau Gambar di Laut jawa,senilai  Rp.6.8 M dan Pulau Gili Nanggu di lombok yang dihargai Rp.9.9 M,semoga  tidak menjadi trend,kedepannya).

Untuk pelatihan ini ,Kami tidak memungut biaya   baik untuk pelatihan dan penginapannya

( sedangkan akomodasi  dan transportasi dan lain sebagianya ditanggung peserta)

Bagi anda yang berminat,baik perorangan maupun kelompok,silahkan menghubungi    kantor kami.

Pelatihan kami lakukan 2 (dua )kali dalam sebulan,awal bulan dan pertengahan bulan.

Jumlah peserta dibatasi 10 orang per gelombang.

BAGI ANDA YANG BERMINAT,KAMI PERSILAHKAN MENGHUBUNGI BP. RUSLI GUNAWAN DI 081323218330.