21 Januari 2014

MENGHINDARI, SERANGAN CABE PATEK, LALAT BUAH, LAYU FUSARIUM

Pad hari ini, tanggal 21 Januari 14, mitra kami dari Riau mengirimkan kembali hasil aplikasi dengan penerapan tehnik pertanian organik ala KPO-KL.

1

Beginilah kondisi tanaman cabe keriting mitra kami menjelang petikan ke 2.

2

Buah muncul dimana-mana…..dalam gambar ini, memang tanaman tidak terlalu tinggi, karena tanaman tidak dilakukan pembuangan tunas samping/lateralnya.

3

Akibatnya….seperti terlihat seperti tanaman diatas…Buahnya “tidak ketulungan”, bergerombol kesamping….(hati hati patah…dek Seem) khawatir keberatan buah…

4

Tunas pun , masih terus “menaik”, belum terhenti, walaupun  tingginya sudah ada yang mencapai 1.5 m.

5

Dibeberapa bagian, ajir tanaman sudah “tertutup” oleh tunas-tunas yang terus tumbuh.

6

Usia tanaman hingga saat ini, sekitar 75 harian. kami sangat bersyukur karena hingg saat ini, jumlah tanaman yang layu hanya 5 batang saja dari total 2500-an batang.

7

Bentuk dan warna tanah, seperti yang telah kami tampilkan di artikel yang lalu dimana tanahnya yang berwarna merah, ternyata tidak terlalu bermasalah dengan menggunakan tehnik pertanian organik ala KPO-KL ini.

8

Serangan hama dan penyakit, terus kami waspadai dengan mengatur pola pupuknya. Kami tidak mau memaksakan memberikan makanan kimia pada tanaman kami, karena seperti halnya kita, ternyata lebih suka makan makanan yang bersumber dari bahan makanan alami dari pada makanan kimia.

9

Bersyukur kehadirat Ilahi…Karena tanaman ….Hasilnya seperti ini…..

10

Kunci utama dalam hal MEWASPADAI terjadinya serangan HAMA DAN PENYAKIT menurut pola pertanian berbasis organik  ala KPO-KL adalah dengan memberikan makanan dan obat yang berasal dari ALAM.

11

Karena …Kuasa yang MAHA KUASA, yang menghidupkan dan mematikan, kondisi tanaman cabe, mitra pemula kami dari Rokan Hilir ini, menghasilkan buah tanaman cabe seperti gambar diatas, walaupun kondisi tanahnya seperti dibawah ini…

Dengan kondisi tanah yang seperti diatas ini, ada mitra kami yang mengatakan : “Kalau saya, tidak berani tanam, ditanah yang warnanya seperti “tanah kuburan” seperti ini. Ada lagi petani  kirim kabar dan  meragukan , apakah benar tanaman cabe ini ditanam ditanah yang warnanya seperti ini ?

Tidak ada yang mustahil, kalau kita mau dan berusaha untuk “bersahabat dengan Alam” dan kita berharap semoga yang Maha Kuasa pemilik Alam Semesta, memudahkan urusan kita…. Aaamiiin…