Antara Bibit cabai Hybrid dan Bibit Lokal

Saat ini trend cabe jenis lokal seperti nya makin diminati petani hal ini di sebabkan oleh kelebihan yang terlihat dan dirasakan oleh petani apabila dilakukan Compare dengan cabai F1 dari pabrikan / jenis cabe hibrida.

Dari pengalaman dan pengamatan dilapangan dilaporkan bahwa jenis cabai merah dari benih lokal ditemukan lebih tahan terhadap penyakit Keriting daun/ virus kuning. Sementara itu penyakit ini membuat pening para petani cabai.

Disimpulkan oleh petani bahwa varietas hybrida kurang tahan atau sangat rentan terhadap penyakit bulai yang disebabkan oleh virus Gemini virus ini. Pada kesempatan ini kami ingin mencoba melakukan compare antara bibit lokal Sumatera yang ditanam di sentra cabai Sumatera Utara dengan bibit Hybrida Or twist 42 yang ditanam oleh mitra kami dari Garut.

Tiga gambar teratas ini adalah tanaman mitra dari bibit hybrida yang ditumpang sarikan dengan tanaman kembang kol Hybrida pula . Usia tanaman mitra Garut ini dua bulan kurang ( ditanam tanggal 26 Agustus 22).

Sementara itu tanaman mitra lainnya yaitu jenis non hybrida/ lokal Sumatera yang ditanam pada tanggal 18 Agustus 22 ( selisih semingguan lebih dulu tanaman mitra Dari Kabupaten Batubara Sumatera Utara).

Sekilas kami mencoba membahas perihal bibit lokal dan bibit hybrida tersebut.

Benih Lokal adalah tanaman Yang didapatkan dari lokal daerah daerah tertentu . Benih lokal mempunyai keunggulan tertentu yang merupakan ciri tersendiri sebagai hasil penyesuaian alam di sekitar lingkungan tempat berkembangnya. Model perbanyakannya atau turunan benihnya cukup memilih buah yang sudah tua dan sudah beberapa kali pemetikan ( biasanya setelah petikan ke 10 keatas). Adaptasinya pun antar pulau di Indonesia yang hampir sama keseragaman tropisnya menjadikan bibit lokal mudah beradaptasi antar pulau di Indonesia.

Sedangkan benih hibrida, atau benih F1 (Turunan 1/Filial 1),Benih ini merupakan turunan pertama dari perpaduan silangan yang indukannya bisa dari dua jenis atau tiga jenis yang memiliki kelebihan tersendiri .Sifat unggul yang dipilih misalnya besar kecil / ukuran buah daya tahan buah ,produktivitasnya ,ketahanan terhadap kelayuan ,ketahanan antraknose,produktivitas hasil yang tinggi, keseragaman dan kualitas buah, dan respon terhadap pupuk kimia disetting harus responsif. Proses pembuatan bibit hybrida sendiri sangat panjang dan waktu lama, penelitian dari indukan yang berkualitas. Dan benih hybrida pada umumnya tak bisa ditanam ulang sedangkan bibit lokal bisa ditanam berulang ulang dengan ketahanan terhadap virus Gemini.

Dalam dua perbandingan tanaman diatas kami ingin mengatakan bahwa antara bibit lokal dan bibit hybrida yang paling menentukan dalam hal ketahanan terhadap virus kuning, antraknose lalat buah dan kelayuan adalah faktor perlakuan nya itu sendiri. Kami berharap sampai akhir MT kedua tanaman ini ( lokal dan hybrida) hasilnya sama saja,tidak seperti kekhawatiran selama ini bahwa bibit hybrida rentan keriting daun/ puretnya.

Berikut ini kami mencoba menyematkan video nya