Perbedaan Penyakit Embun pada Tanaman Melon

Penyakit embun pada tanaman melon/ tanaman Keluarga Cucurbitae biasa meresahkan petani ,karena biasanya tanaman memasuki fase generatif maka daun berangsur mengering dari daun bawah ke bagian tengah bahkan ada pula yang hingga daun ujungnya.

Baik , seperti biasa sembari kami memaparkan penyakit embun ini kami juga mengambil contoh tanaman mitra pemula pendampingan kami dari Kalimantan Selatan.

Penyakit embun itu sendiri ada dua jenis ( yaitu Embun bulu Dan embun tepung) tetapi masih banyak mitra tani yang belum paham dalam membedakan antara penyakit embun tepung dan penyakit embun bulu . Berikut ini kami coba membahas perbedaan antara kedua penyakit embun tersebut. Seperti biasa selain itu kami juga membahas tanaman melon tanaman mitra pemula kami dari Kalsel tepatnya di Kab.TABALONG.

  1. Embun Tepung (powdery mildew)

Penyakit embun tepung ini disebabkan oleh cendawan Oidium sp yang menyerang bagian daun dan juga terkadang menyerang batang tanaman . Adapun gejala yakni dicirikan Antara lain

Daun dan batang di liputi seperti tepung (powder) berwarna putih, bahkan kalau serangan berat cendawan bisa pula mengenai buahnya .

2.Embun Bulu ( downy mildew)

Penyakit Embun bulu Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Pseudoperonospora cubensis menyerang daun dengan gejala seperti berikut ini : timbul bercak-bercak kuning pada daun, lalu berubah menjadi coklat kemerahan, buah yang terbentuk abnormal, berukuran kecil, rasa tidak mansi dan aromanya nyaris tak ada

Ternyata tanaman melon Merlin mitra Tabalong ini ,awalnya terkena serangan embun yang cirinya berupa embun bulu ( Downy Mildew) bahkan serangan mencapai kisaran 5-10 daun terbawah sudah terkena serangan berupa bercak tersebut .

Untungnya mitra tetap telaten memelihara tanamannya ,langkah awal yang dilakukan adalah merapatkan aplikasi semprotannya. Fungisida organik Pocanil 50 WP diberikan baik melalui aplikasi semprotan dan juga aplikasi pengecoran pupuknya. Hasilnya ternyata mitra berhasil ‘Come back’. Buah yang dipelihara pada tangkai atas nya saja ( diatas tangkai 10).

Buah masih bisa dibuatkan satu / dua dengan ukuran 2.5-3 kg lebih. Beruntungnya mitra karena walaupun tanamannya terkena embun bulu yang parah tetapi masih berhasil memelihara buahnya hingga saat ini tanaman berusia 58 hst.

Berikut kami lampirkan pula versi videonya,dimana terlihat walaupun daun bagian bawah nyaris gundul tetapi buah tidak terganggu pembentukan nya dan ukurannya pun tetap besar besar.


Varietas yang mitra kami gunakan sebagai berikut