Apakah berdampak apabila tanam baru di samping tanaman tua?

Kami tertarik untuk membahas perihal , apakah bermasalah atau tidak apabila kita menanam tanaman baru (Komoditas yang sama) didekat tanaman yang sudah lebih tua? Hal ini sering kali dipertanyakan oleh mitra mitra kami karena dengan alasan hama dan penyakit dari tanaman tua di khawatirkan pindah ke tanaman yang muda.

Pada kesempatan ini kami ingin mengamati bagaiamana hasilnya, apakah akan menjadi keriting atau aman aman saja. Lokasi penerapan dilakukan oleh mitra senior kami dari Tapanuli, Sumatera Utara. (Tampak sisi kanan adalah tanaman yang sudah tua panen 7 kali sedangkan sebelah kiri tanaman muda 50 harian.

Kondisi tanaman tua yang sudah panen beberapa kali (tanaman ini sudah kita bahas pada postingan beberapa waktu yang lalu). Memang wajar apabila tanaman tua ini dikhawatirkan hama dan penyakitnya pindah ke tanaman sebelahnya yang lebih kecil dan lebih rentan.

Tanaman tua ini sudah tahan menghadapi gangguan gangguan di awal tanam yang sudah dilewatinya khusus nya hama thrips atau tungau. Tanaman tua sudah kebal hama tersebut tinggal tanaman berikutnya (tanaman muda) yang belum teruji.

Kami sudah beberapa kali pula melakukan penanaman komoditas yang sama dan berdampingan antara tanaman tua dan tanaman muda. Seperti dalam gambar diatas ini yang terlihat tanaman muda disamping tanaman tua. Adapun hasilnya ternyata tidak ada masalah, kedua tanaman beda umur tersebut berjalan seiring sejalan dan tidak saling terganggu.

Tanaman muda keadaan nya sehat sehat saja. Secara pertanian konvensional hal ini biasanya sangat dihindari dengan alasan dan kekhawatiran hama hama dari tanaman tua beterbangan ke tanaman muda demikian juga spora Colletotricum sangat rentan pindah pada tanaman muda.

Kenapa metode KPO lebih berani untuk menyarankan penanaman dengan jenjang umur berbeda pada lahan yang berdampingan? Perbedaan nya sebenarnya ada pada tehnik pengendaliannya. Tehnik kimia yang sudah umum digunakan petani pada umum nya menggunakan metode :membunuh secepat mungkin untuk hama hamanya, sedangkan metode yang kami lakukan justru bukan membunuhnya tetapi dengan cara yang lebih bersahabat, mengusir hama hama. Kelemahan metode ‘to kill’ ini hama hama lain diluar areal bisa dengan mudah masuj kapan saja baik pada tanaman tua atau tanaman muda. Sedangkan dengan metode ‘to Repellen’ hama tidak mudah masuk ke areal yang diberi perlakuan.

(Tanaman tua sehat juga tanaman muda pun sehat pula) . Demikian pula dalam pengendalian penyakitnya, metode kimia sama, yaitu mematikan spora. Adapun metode yang kami terapkan yaitu mengkondisikan agar spora cendawan tidak sesuai untuk tempat berkembang biaknya, selain itu juga dikondisikan agar jaringan tanaman lebih kuat lebih kokoh terhadap serangan spora penyakit, tidak mudah sakit.

Ada perbedaan metode yang dilakukan….