Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Monthly Archives: Juli 2019

1 2 »

Virus kuning /Puret, pada Tanaman Melon

Virus kuning  biasanya beriringan dengan penyakit keriting daun dan biasanya menyebabkan kerusakan pada tanaman seperti melon dan lainnya. Sebenarnya penyakit ini disebabkan oleh Gemini Virus/Virus Kuning/  Geminivirus ”TYLCV” (Tomato Yellow Leaf Curl Virus) dan  yang paling utama agar tidak terjadinya penularan adalah dengan mengendalikan serangga vektor /penular, al. Kutu kebul. Dan Celakanya pada saat ini di pertengahan bulan Juli 2019, serangan dari puret, Virus kuning sangat meraja lela.

Oleh karenanya tidak heran kalau, harga hortikultura diantaranya melon langsung melonjak tinggi ( dikisaran 7000 rupiah per kg nya). Jumlah yang panen di beberapa sentra Melon di Jatim dan Jateng yang kami dapatkan informasinya dari mitra mitra kami, sangat minim. sambil mencoba menerapkan tehnik pengendaliannya, kami sertakan contoh real hasil penerapan mitra kami mas Vuad dari Kec. Siman Ponorogo Jatim. ( Tanggal tanam  biji 5 Mei 2019) .

Kami bersyukur karena mitra kami mas Vuad yang  musim sebelumnya pun sukses dengan metode pengendalian virus kuning  cara KPO KL, musim tanam kali ini pun kembali menuai hasil yang sangat memuaskan. Memang virus kuning yang sudah tertular pada hama akan tetap dapat menular melalui vektor seperti kutu kebul dan dapat menularkan geminivirus secara persisten ( artinya Tetap :  yaitu sekali makan hama tersebut  pada tanaman yang mengandung virus,  maka selamanya sampai matipun hama tersebut  dapat menularkan virus tersebut).

( Perkebangan tanaman mitra, kami pantau dan bahas bersama sama, pengamatan per tanggal 31 Mei 19). Betapa Gawatnya hama vektor kutu kebul tersebut, karena sekali dia mengisap cairan tanaman maka kemanapun dia mengisap berpindah pada tanaman lain maka , tanaman lain tersebut akan tertular secara masiv pada areal tersebut. Dan kami syukuri pula karena musim ini, mas vuad berhasil lulus dari serangan puret dan virus kuning tersebut, bahkan hasilnya dari sekitar 3000 batang bisa menghasilkan sekitar 5-6 tonan ( rata rata di ukuran 2 kiloan per buahnya).

Adapun untuk tehnik pengendaliannya yang biasa kami lakukan adalah sebagai berikut, aplikasi Protektan, untuk meredam penyebaran virus agar tidak bertumbuh kembang pada tanaman tersebut yaitu dengan cara menghambat agar DNA virus tidak berkembang lebih lanjut. PESNATOR, bereaksi dalam menekan perkembang biakan dan penularan HAMA VEKTOR/KUTU KEBULNYA, sedangkan BIOPESTIS selain memperkuat reaksi keduanya, juga memberikan stimulus berupa mensuplay enzim /hormon pertumbuhan agar tanaman tidak kerdil.

( Menjelang panen, daun “preteli”, setelah diberikan hormon ethrel pada buah, buah siap dipetik) .  Adapun kombinasi insektisida kimianya kami tidak fanatik terhadap suatu merk/perusahaan karena insektisida kimia pada pola KPO KL ini hanya bersifat sebagai pelengkap saja, buka sebagai faktor utama.

 

Waspadai apabila terdapat Gejala serangan virus kuning ini, adapun cirinya al :  pada awalnya daun  pucuk seperti  mencekung dan mengkerut sedangkan warnanya mosaik ringan. Gejala biasanya akan berlanjut  dengan hampir seluruh  pucuk berwarna kuning cerah, daun  makin mencekung dan mengkerut – kerut , lebih tebal tetapi ukuran permukaan daun mengecil. Penanggulangan sedini mungkin dengan menggunakan PROTEKTAN, PESNATOR DAN BIOPESTIS dengan dosis 0.4 mili per liter air dan penambahan insektisisida kimia dua macam dengan dosis 0.3 ml per liter airnya, kembali teruji dan terbukti. METODE KPO KL, bukan sekedar, teori.

KITA BERDOA SAMA SAMA SEMOGA SUKSES PETANI MELON DIMANAPUN BERADA, BERSAMA KPO KL.

 

Mengatasi “Puret” daun di Musim Kemarau

Perihal Keriting daun/puret, pada tanaman sayuran dan buah tetap saja menjadi topik yang menarik untuk dibahas, karena hingga saat ini petani masih sering mengalaminya dan bahkan menyebabkan gagal panen. Kami seperti biasa membahasnya sambil praktek langsung dari hasil penerapan mitra kami yang menggunakannya, jadi tidak lah berdasarkan teori yang ‘sepotong sepotong’.

Sambil praktek menanggulangi keriting daun/puret, kami sertakan hasil penerapan mitra kami dari PONOROGO/JATIM, tepatnya di desa Sawuh, Kec. Siman.Sudah banyak teori yang membahas perihal keriting daun, ya kami coba merangkumnya dengan praktek langsung. Adapun hasilnya seperti diatas ini, mitra kami dari Ponorogo, mendapatkan  hasil yang memuaskan berikut ini kita simak bersama cara  mengatasinya.

Tanaman ditanam biji pada tanggal 5 Mei 19 dan mulia muncul sekitar  4-5 hari kemudian. Varietas yang digunakan, jenis Madu Rasa/ TAVI.Dari awal terus kami antisipasi dengan Protektan dan Biopestis sebagai pengendali Puretnya/keriting daunnya. Penambahan insektisida seperti biasa kami gunakan pula tapi dengan dosis 0.3 mili per liter airnya.

Selain dari atas kami juga melakukan antisipasi PURET/Keriting daun melalui pemberian nutrisi  yang cukup dan tepat, pemberian hormon pertumbuhan berlebih dan pemberian pestisida kelas berat ( jenis dan dosisnya) hanya membuat tunas malahan semakin puret saja.

Umur 47 sedang ngebut ngebutnya pemberian nutrisi pembesaran buah, tetapi terlihat tunas sudah aman dan terlewati fase kritis dari serangan puretnya. Pemberian nutrisi dari bawah kami berikan kocoran PROTEKTAN dan BIOPESTIS juga dengan dosis  @ 7 tutup per 200 liter airnya sambil mengurangi penggunaan pupuk kimianya.

Pas dua bulan dari penanaman biji, kondisi tanaman sudah berbuah secara merata dan sudah membentuk net secara utuh. Pada dasarnya antisipasi keriting daun adalah dengan menolak/repellen segala jenis hama yang mengganggu seperti, kutu kebul, aphids, thrips tungau dan hama hama pengisap lainnya. Dengan cara  penerapan Protektan dan Pesnator , hama hama tersebut, tidak betah hinggap di daun dan dengan serta merta, kabur menghindar dari tanaman kita.

Jadi sebenarnya tidak terlalu “ribet” , antisipasi keriting daun /puret dengan cara KPO KL ini, bahkan kalau sudah mengikuti “irama’ nya akan terasa simpel sekali dan Mas Vuad ini kembali merasakan hasil dan manfaatnya. Sementara  teman teman disekitarnya, banyak yang gagal total pada saat ini , tanaman mitra KPO KL kami ini berhasil lulus dari ujian keriting daun/puret pada tanamn melonnya.

.

.

BERTANI YANG BERKARAKTER (dalam pengendalian hama penyakit dan pemupukannya)

Saat ini komoditas cabe dan tomat, harga nya sedang bagus bagusnya buat petani, walaupun terjadi fluktuasi tetapi tetap saja harganya masih menguntungkan bagi petani. Hanya sayangnya hukum pasar berlaku kembali, hal ini terjadi karena tidak banyaknya petani yang saat ini panen . Dibeberapa tempat malahan sedang istirahat total karena kekeringan /kekurangan air. Disebagian tempat lagi ada juga yang baru menanam karena tergiur oleh harga nya yang aduhai.

 

Beruntunglah mitra binaan KPO KL, mas angga yang tanamannya pada saat ini justru masih dan sedang panen. Adapun jumlahnya tidak tanggung tanggung 40 TON dan hasil ini bukan prediksi atau hitung hitungan diatas kertas yaaa…mitra mitra. Ini hasil real, bahkan kami sarankan mitra mitra yang berada disekitaran areal Malang Raya ,monggo mampir ke perkebunannya mas Angga di Poncokusumo, tepatnya di DEPO BANGUNAN ABUNAWAS. Dengan harga  dikisaran 6000 rb-8500 rb, keuntungannya silahkan di taksir saja , (ngak perlu dihitungkan, nanti tergiur…hhe ). Hari kemarin  8 Juli 19, memang harga agak menurun sedikit dikisaran 5000 rb per kg nya, tetapi harga tersebut masih diatas harga rata rata.

Kami terus pantau perkembangan tanaman mitra ini sejak awal tanam sampai panen, jumlah tanaman sekitar 12.000 batang, dan berharap tercapai total tonase 48 ton artinya setara dengan 4 kg per batangnya, syukur syukur bisa lebih.

Buah terbentuk dari bawah sampai atas, dan seperti biasa dengan cara KPO KL ini kami selalu menekankan agar buah teratas, ukurannya sebisa mungkin sama dengan ukuran buah bagian bawahnya.

Kunci dari keberhasilan dari mitra muda KPO KL ini adalah,selalu terbuka dengan apa yang diterapkannya sehingga metode tetap bisa terkontrol dan ada dalam ‘jalur’ yang sesuai dengan standar. Kembali konsistensi dengan tidak mengambil jalan pintas dengan dosis dan jenis yang direkomendasikan.

Kami berbangga karena saat ini mas Angga sudah lebih paham  dalam hal penerapan metodenya, sehingga saat ini lebih leluasa dalam melangkah bahkan sudah bisa ‘ngebut sendiri’ tetapi tetap dalam kecepatan yang terkontrol.

Pemahaman metode diperlukan agar kita didalam bertani memiliki ciri khas dan karekter sehingga tidak mudah terombang ambing oleh cara orang lain yang terkadang malah membingungkan sehingga setiap akan aplikasi yang terjadi adalah ragu dan keraguan saja. Tidak mudah ikut ikutan apa kata orang serta dalam menganggapi saran baik pemupukan maupun penyemprotan pestisidanya tetap teguh tidak mudah terombang ambing. Disinilah kita memerlukan metode dalam bertani tidak hanya sekedar, memberi dan ‘menempelkan’ obat pada tanaman. Sukses terus mitra KPO KL.

.