Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Monthly Archives: Mei 2019

1 2 3 »

Aplikasi ke Aplikasi,pada Tanaman Jeruk dan Kakao Kakao

Perkembangan Tanaman Jeruk dan Kakao mitra muda kami dari Agam dari waktu ke waktu menunjukkan progress yang menggembirakan. Bagaiamana tidak, tanaman yang awalnya sakit berat saat ini makin menunjukkan tingkat pertumbuhan yang pesat serta berbuah lebat , diluar dugaan.

Memang menjadi keheranan juga bagi kami, kenapa petani muda yang baru mengenal pertanian, atau mungkin juga belum pernah melakukan pencangkulan ladangnya sendiri, tetapi hasilnya bisa membuat kami tercengang.

Bisa dimaklumi memang karena metode yang kami kembangkan ini, sebenarnya bisa dikatakan sangat mudah dan tinggal menerapakn langkah per  langkah  sesuai tutorialnya.

Hal inu juga bentuk layanan purna jual dari produk kami yang tidak  hanya sekedar melepas produk terapi kami melakukan pendampingan sebagai rasa tanggungn jawab kami dalam merealis produk produk kami ini.

Hal ini menjawab pula beberapa pertanyaan seperti, kpo KL, pelit ilmu dan melakukan pembodohan petani. Dengan hasil ini Kami tak perlu berdebat menjawabnya, karena perdebatan tidak ada ujungnya apabila tidak ada hasil nyata yang diperlihatkan.

(Ukuran buahnya pun sudah seperti jeruk Medan / Brastagi). Dari hasil adik Kecil Siswa SMA ini, membuktikan bahwa, orang yang tidak paham bertani sekalipun bisa langsung berhasip , sukses??? Kami mau balik bertanya, apakah ini langkah pembodohan atau sebaliknya??? Yang ngak tahu apa apa jadi tahu ” apa apa”??? Apakah dalam proses ini kami tidak mentranferkan ilmu  ????

Hasil pada tanaman Kakao pun sudah tampak, awalnya tanaman setiap akan berbunga berbuah , selalu rontok tetapi saat ini tidak lagi malahan terlihat buahnya mulai lebat.

Hal yang utama dalam pola kami ini adalah, step langkah per langkahnya betul betul kita perhitungkan dan cermati secara detail, ada saja satu langkah( aplikasi) yang diluar anjuran maka akan sulit kami menganalisanya. Kejujuran dan saling kepercayaan memang diperlukan, dan rupanya anak anak yang “polos” lebih cepat tanggap dan memahaminya.

Dengan demikian, setiap langkah aplikasi tidak ada yang diluar anjuran dan tidak ada yang tidak terdeteksi , sehingga memudahkan kami bersama dalam menjalankan metode ini, hingga saat ini. Hasilnya pun sudah mulai terasa. Semoga sukses Adik Kecil….Engkau telah banyak memberi kami pelajaran perihal kerendahan hati dalam menerima suatu, Pengetahuan.

Tanaman Jeruk dan Kakao nya, Semakin pulih dari Sakitnya(3)

Perkembangan tanaman adik kecil mitra kpo KL,betul betul menampakan jati dirinya yang sejati. Tanaman yang awalnya sakit sakitan dan malas berbuah saat ini berbalik 180 derajat, tanaman berbuah bahkan sangat lebat.

Seperti terlihat dalam gambar dihalaman artikel kami saat ini. Tanaman tak mau lagi malas , saat ini bahkan bisa menjadi tanaman yang dibanggakan.

Salah satu kuncinya dalam menerapkan pola KPO KL adalah, kesabaran, tidak “grasa grusu”, tidak tergesa gesa sehingga akibat tidak sabar tsb biasanya petani memberikan dosis yang tinggi dan interval yang dirapatkan. Hal ini berlawanan dengan metode KPO KL.

Kita lihat buahnya sama sekali tidak ada rekayasa. Hanya saja yang biasa menyebabkan petani yang menggunakan metode KPO setengah hati adalah, merubah komposisi yang menjadi standar penerapan.

Selain Tanaman Jeruk,Mitra junior dari Agam Sumbar ini  menanam tanaman kakao yang juga mulai belajar berbuah setelah sekian lama tidak produktif. Perbedaan yang mendasar kenapa banyak petani pemula yang berhasil dg cara kpo KL ini, yaitu karena petani pemula, ada kesungguhan, keyakinan, tidak setengah hati dan tak terbersit untk menggunakan cara pola pola kimia sedikitpun

Kalau dalam metode kami, aplkikasi ke aplikasi / langkah berikutnya sangat kami perhatikan betul, karena adanya waktu jeda kekosongan informasi dari mitra pada masa masa awal penerapan, akan menyulitkan untuk menganalisa pada aplikasi berikutnya.

(Tanaman yang awalnya hanya meninggi saja saat ini pun mulai berbuah). Adanya koordinasi dan kerjasama diperlukan untuk terus memantau reaksi demi reaksi yang terjadi. (Hal ini bukan karena kami lah yangmengeluarkan produk pendukung dan paham spesifikasi dari masing masing fungsinya.)

Sekali lagi kami ingin menjelaskan bahwa adanya penambahan atau pengurangan unsur akan menyulitkan analisa kita bersama,jadi kalau ada yang berhasil pada  tanaman Jeruk, bisa jadi karena …memang produknya dipakai tetapi metodenya,( maaf) ” sakarepe dewe”( semaunya sendiri). Sedangkan sebenernya mudah sekali metode kpo KL ini,sampai sampai anak putri kecil SMA kelas 2 pun, sudah pandai Menafigasi memandu jalannya arah kendaraan dll nya.

Jeruk yang awalnya sakit, kini pulih dan sehat

Ibarat suatu kendaraan yang  model baru, memiliki Fitur fitur  baru, dan kapacitas CC nya sudah diatas 2000, kemudian  seseorang mempelajari fitur tombol tombol   yang  memang berbeda dengan sebelumnya dan sukses, dilain pihak ada lainnya yang tidak mempelajari dan hanya  menyamakan  saja cara penggunaan kendaraan lama  (yang tanpa tombol tombol automatis tersebut) kemudian gagal.

Orang yang Gagal tersebut, boleh saja menyalahkan kendaraan jenis baru tersebut  dengan mengatakan versi  modelnya sulit, ribet dan tidak baik sementara yang mau mempelajari fitur fitur barunya kemudian sukses mengendarainya  mengatakan kendaraannya sangat mudah di kendarai bahkan oleh anak kecil sekalipun.

Baik… hal diatas kami hanya menganalogikan berbagai tipe orang  dalam menyikapi tehnologi baru yang sebelumnya sangat berbeda dan di buat sebenarnya untuk memudahkan . Baik kita buktikan lagi kemudahan kemudahan dengan mengunakan ‘kendaraan” cara KPO KL ini.

Pada halaman artikel kali ini kita coba menyimak perkembangan tanaman yang di  percayakan ‘Driver’ nya oleh seorang anak kecil,  yaa…. seorang anak SMA kelas dua dari  Kab. AGAM Sumatera Barat. Pada artikel sebelumnya sudah kami tampilkan kondisi perkebunan jeruk dan kakao  milik dari   orang tua dari Adek Dian ini. Dalam hal ini Adek Dian hanya  memanage /mengarahkan dalam hal penerapan dari ‘ Fitur fitur dan tombol tombolnya.

Kondisinya saat ini tidak akan kami lebih lebihkan tapi apa adanya saja. Tanaman tumbuh subur sehat semantara awalnya  seperti yang terlihat dalam artikel sebelumnya. saat ini selain tunas tunasnya berkembang pesat, tanamannya pun sudah mulai berbuah dengan sangat lebatnya.

Inilah kondisi sebagian tanaman ( dari total 330 han batang ) saat ini ( gambar diatas ini) kondisinya sudah  tumbuh berseri… Bandingkan dengan kondisi sebelum perlakuan ( gambar bawah ) dan dilakukan pengamamatan pada lokasi ‘titik” yang sama.

Kondisi awalnya sangat memprihatinkan,….. Bahkan menurut hemat kami  kondisi untuk tanaman 4 tahun seperti ini sangat jauh dari harapan, tetapi untungnya Adik Dian secara aktif mau menerapkan POLA KPO KL secara konsisten dari step satu ke step berikutnya tidak ada yang ditambahi atau dikurangi.

Nah beginilah sebagian tanaman kondisinya saat ini, buah sudah mulai lebat dan ini tidak ada rekayasa sama sekali. Intinya memang penerapan secara konsisten tidak ada yang keluar jalur untuk langkah langkah awal hingga  langkah langkah berikutnya. Adanya penambahan ‘bahan tertentu”, hanya akan membuat sulitnya mendeteksi reaksi yang terjadi apa lagi kalau petaninya, tidak berterus terang dalam hal penambahan  dari bahan  apa yang ditambahkannya.

Ada sedikit catatan yaitu apabila pola KPO KL ini  pola penerapannya disamakan dengan tradisi kebiasaan sebelumnya maka kalau hasilnya tidak sesuai dengan harapan jangan menyalahkan kami. Nah dalam contoh kali ini kembali kami mencoba memberikan teladan dari hasil penerapan seorang anak/putri kelas 2 SMA saja yang diberi kepercayaan dalam menerapkan pola sesuai standar, sudah mulai terlihat tanda tanda keberhasilannya. Semoga berlanjut… menuju kesuksesan  selanjutnya.