Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Monthly Archives: April 2019

1 2 »

Bibit dari Pasar pun, Tetap Ok!!!

Kurang lebih tujuh tahun sudah , kami membangun kebersamaan dengan mitra kami dari Kalimantan Selatan ini, Bapak Guru Aswandi . Berbagai macam hasil hasil yang menurut kami sensasional , seperti tanaman,buncis   terong dan lain lainnya yang lebat dan tinggi. Penggunaan lahan bekas hingga lebih dari 9 kali musim tanam tanpa menggeser posisi bedengannya. Demikian juga hasil.hasilnya yang banyak kami muat artikelnya di web kami ini.

Saat ini mitra makin kreatif saja dengan memanfaatkan sisa sisa bibit belanjaan dari pasar, ya Bibit yang sudah tidak jelas dari turunan F1 mana atau lokal dari mana. Istilahnya hanya asal ambil saja. Selain itu uniknya lagi bedengan yang dipakainya pun, bedengan bekas penanaman cabe dan kembang kol misum sebelumnya.

Bedengan tanpa dirubah sama sekali, kedalam lubang tanam hanya di masukkan Mikvator 5-10 gram sudah cukup tanpa perlu pemberian pupuk kandang atau pupuk dasar apapun juga.

Kita akan coba terus mencoba mengamati hasil dari perkembangan tanaman bibit “abal abal “ini. Kami mencoba terus melakukan pengkajian pengkajian agar  variabel biaya pertanian makin rendah.

Tetapi kalau kita melihat posisi menumpuknya buah (maaf sengaja kami tidak merubah posisi Gambar ) makin terlihat buahnya  lebat, bukan sekedar lebaynya. Kami ingin terus memberikan pemahaman  pada mitra mitra bahwa dengan bibit apapun dengan menerapkan metode kpo KL ini (secara tepat) hasilnya pun bisa kita rasakan manfaatnya.

 

Bertani adalah ilmu praktek bukan ilmy sekedar teori, jadi salah besar komentar beberapa waktu lalu yang mengatakan metode ini tidak mencerdaskan petani. Hal ini kembali kami bantah dengan hasil hasil bukti nyata dilapangan. Kami memang agak malas melayani pihak pihak yang banyak berkomentar (Lebay, istilah anak sekarang) tanpa lebih dahulu menyelami metode tersebut hingga tuntas. Semoga kembali menjadi salah satu solusi  pertanian kita. Aamiin….

Budi daya Semangka :Tanaman masih seger hijau dan sehat , hingga panen

Budi daya tanaman semangka bisa dibilang gampang gampang susah, karena  sejak awal tanam, biasanya penyakit puret/ tunas yang mengkerut sudah menghadang, selain itu pada saat panen tiba, kekhawatiran akan pecah buah bisa tiba tiba terjadi  pada buah  semangka ini,

 

Hasil dari mitra kami  dari Lampung tengah ini, termasuk yang beruntung karena pertanamananya selamat hingga panen walupun sempat terkena busuk batang, Phytopthora sp pada usia usia 45-50 harian. Untunglah dengan memanfaatkan Pocanil plus fungisida kimia dosis rendah akhirnya busuk batangnya terkendalikan.

Buah yang  dipelihara di dua sd  tiga butir per batangnya ini dipanen di usia 59 hari, dengan alasan trend harga yang  agak menurun di wilayah Lampung Tengah, sehingga pada saat harga masih dikisaran 4.400 rupiah per kg nya, buah langsung di jual borong saja. Adapun hasilnya dari 2800 batang tanaman menghasilkan 25 ton lebih, artinya hasil berat per batangnya ada dikisaran 9 kiloan.

Agar tidak terlalu besar ukurannya, mitra rupanya secara sengaja memelihari 2-3 buah perbatangnya. Adapun secara analisa biaya dari produk KPO-KL,( total 8  item ) hanya dikisaran Rp 300 rupiah perbatangnya, sedangkan seluruh pupuk dan pestisida kimianya kita kurangi dosisnya, jauh dibawah standar konvensional.

Ini diambil beberapa hari sebelum pemetikan, bisa diperhatikan ketebalan kulit, hal ini tentunya menyebabkan buah semangka yang dikelola secara kpo KL, tidak mudah pecah pada saat panen menjelang atau pada saat pengangkutan. kalau masalah rasa, kerenyahan buah tingkat kemanisan dan lapisan buahnya lebih baik  dari rata rata metode kimia.

Ini gambar diambil 2-3 hari menjelang pemetikan, tampak daunnya masih sangat  segar dan sehat, adapun untuk pengendalian puretnya kami menggunakan Protektan, untuk Ulat kami menggunakan Pesnator sedangkan untuk busuk daun/bercak daundan busuk batangnya kami  menggunakan Pocanil.

Ada hal yang berbeda pada hasil  cara KPO KL ini yaitu,  walaupun ukuran buah tampak kecil tetapi rata rata beratnya , bisa dikatakan diatas rata rata dari buah yang seukurannya . Oleh karena itu dengan hasil demikian kami bersyukur karena dari tanaman sebanyak 2800 tersebut bisa menghasilkan lebih dari 110 juta untuk sekali tanam , selama 2 bulan kurang satu hari.

Dengan mengupayakan tanaman yang sehat hingga akhir musim tanam, dampaknya adalah produktivitas tanaman tidak diragukun lagi.Semoga mitra mitra lainnya pun terinspirasi dari hasil  yang diperoleh mitra kami  dari Lampung Tengah ini.

Penerapan Metode, hendaknya tidak setengah hati.

Secara konsisten, kami  terus melanjutkan pemantauan  perkembangan tanaman mitra baik yang ada dalam website maupun yang tidak kami tampilkan hal ini bentuk dari tanggung jawab dan pelayanan klinik kami bagi  mitra mitra  kpo dari manapun yang membutuhkannya. Termasuk kelanjutan dari perkembangan tanaman terong mitra kami dari Rokan Hilir, Riau, sdr. Refi yang saat ini tanamannya sudah berusia menjelang 4 bulan.

 Mitra kami ini telah panen 21 kali dan rata rata hasil per batangnya sudah mencapai 3 kg lebih. Hasil yang sudah cukup memuaskan disaat komoditas lainnya  yang saat ini sedang, ‘ngedrop’. Dengan senang hati kami melayani mitra yang merupakan bentuk tanggung jawab kami, tanpa meminta imbalan sepeser pun. Hal ini pun merupakan bentuk solusi yang selama ini, kita sering  gaungkan,perihal solusi pertanian masa depan.

(Tanaman pak Refi, kondisinya masih banyak potensi bunga nya)

Kami memberikan pendampingan bukan berarti juga kami merasa lebih tahu perihal pertanian ini, apalagi bermaksud menggurui petani, hanya kami ingin berbagi saja tukar pengalaman, tukar ilmu dan wawasan. Selain itu khususnya dalam penerapan metode yang kami kembangkan ini, kami merasa bertanggung jawab memberikan penjelasan secara detail perihal cara menerapkannya.

Dan….kami bersyukur karena hampir setiap waktu ada terus penambahan mitra mitra yang merasakan betul manfaatnya, bagaimana hasil dari menerapkan metode yang menjadikan bertani itu lebih mudah dan simpel, praktis tidak  mahal pula . Seperti halnya pun mitra kami pak Refi ini dengan harga terong putih didaerahnya yang dirata rata harga 4000 rupiah per kg nya, jelas sudah untung besar dan sudah kembali modal sejak awal awal  masa panen.

Memang benar apa kata orang bijak, kalau belajar itu mesti sungguh sungguh dan jangan setengah hati, karena disitu maka keberkahan ilmu  dan rezekiakan datang, terkecuali yang ingin hanya sekedar ingin MENCuRI ilmunya, bukan dengan niatan MENCaRI ilmunya, akibatnya belajarnya setengah setengah sambil ” mengintip intip”. Memakai produk kpo setengah hati, setengan jalan  tetapi tidak dengan metodenya, atau bisa juga sebaliknya.

Memang tidak mudah melayani mitra dari berbagai daerah, tetapi semoga saja kami  dari tim KPO KL,diberi keikhlasan dalam semangat membangun pertanian kita bersama .  Kami sangat berharap pula bagi mitra yang sudah berhasil agar  dengan keihlasan pula mau berbagi pada petani lainnya agar kita secara bersama sama berkesempatan berbuat walau sedikit pada yang lainnya.

Tidak mudah memang mencari teman atau mitra yang sepemahaman satu idealisme , yang rela berbagi ilmu dan pengalamannya pada petani lainnya. Semoga saja makin banyak mitra lainnya dari hari ke hari  yang berhasil seperti mitra kami dari Rokan Hilir, Riau ini.

Metode kami yang memprioritaskan  konsep, bertani untung dengan secepatnya kita bisa kembali modal melalui penekanan biaya produksi  dan  meningkatkan produktifitas pertanian  tetapi dengan prinsip mengedepankan tehnologi yang ramah lingkungan. Semoga makin banyak mitra yang berhasil dengan metode kpo KL ini.