Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Daily Archives: 6 Maret 2019

Bertahan di Harga Cabe yang Murah

Sengaja kami masih membahas perihal harga , karena faktor harga  pasca panen ini sangat menentukan keberlanjutan dan bertahannya petani dalam berbudidaya tanaman, karena seberapa banyaknya produksi tanaman per batangnya tetapi kalau harga tidak mendukung, pada ujungnya petani akan ‘ meringis’ juga.

Kalau melihat performa tanaman mitra kami  pak Alham yang merupakan petani senior KPO KL,dari Bukittinggi ini sudah tidak diragukan lagi perihal produktifitasnya. Tanamannya pun  saat ini masih sehat bugar pada petikan ke 7.

Namun jelas tidak akan ‘tega’ mitra kami mencabut tanaman cabe nya ( seperti yang dilakukan oleh sebagian petani cabe ditempat lain) waluapun harga sedang anjlok saat ini. Pemeliharaan terus dilakukan, karena thooh  dengan cara KPO KL ini, biaya produksi tidak semahal cara konvensional.

Bertahan diharga yang murah kalau dalam rumus KPO_KL adalah dengan menerapkan cara ‘Kopling dan REm’ , dimana komposisi yang digunakan sangat irit dan sederhana.

Hasil ini real….mitra tani, tidak ada efek kamera atau melakukan  rekayasa ,Photo shop dalam hal ini, kami tampilkan hasil berdasarkan apa adanya saja dari mitra mitra kami di daerah. Merawat tanaman sambil menunggu berkurangnya stok hasil dari petani petani ” dadakan” dibeberapa tempat yang mendapat bantuan modal usaha sebanyak 30 jt per hektarnya (bantuan berupa  bibit, Pupuk dan Pestisida) pada pencairan bantuan bulan 8 tahun 2018 lalu.

Adapun komposisinya adalah dengan pengecoran, Protektan, Freshtan @ 7 tutup, Cas ,Pocanil, KCl dan Fungisida @ 7 sendok makan per drum 200 liter airnya, dosis ini tidak baku bisa naik atau turun tergantung kondisi tanamannya saja.

Bertahan bukan untuk dikeluhkan, biarlah import  7 kontainer ( campuran berbagai komoditas pertanian ( termasuk Cabe ) tiba di Pelabuhan Perak Surabaya, setiap hari . Cattan didapat dari sumber yang dapat kami percaya dari pelabuhan Perak). Petani harus lebih ‘prihatin ‘ dalam menerapkan pestisida dan pupuk kimia  dalam dosis minim saja agar biaya produksi dapat ditekan.

Bertahan dari serangan penyakit dan hama dengan meminimalkan penggunaan pestisida kimia dan memprioritaskan dalam penggunaan pestisida organik cara KPO-KL  sebagaimana yang di lakukan oleh mitra kami ini pak Alham yang sudah beberapa tahun bergabung dengan metode KPO-KL.