Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Monthly Archives: Maret 2019

1 2 3 »

Kejar Target BEP (Break even Point) ,Secepatnya

8Dalam bertani cara kpo KL,yang kami kedepankan adalah secara cepat segera tercapainya BEP, Break Even Poin,hal ini penting terutama di saat ini memasuki minggu ke 4 bulan Maret, dimana harga masih dibawah rata rata.

Per petikan pada tanggal 20Maret , kami bersyukur karena mita melaporkan bahwa hasil tanamannya sudah,kembali Modal. Hal ini sangat penting didalam dunia usaha pertanian, sebab apabila harga terus murah dan modal tidak kunjung kembali yang terjadi adalah  keengganan Petani untuk bertani lagi di musim berikutnya.

Kami sangat bersyukur karena tanaman Red Kriss pak Rahmat saat ini sudah siap siap start untuk meraih keuntungan, walaupun harga disaat ini dikisaran 10-12 rb per kg nya. Tanaman yang sehat, berproduksi lebat walau dengan perawatan sekedarnya saja.

Terinspirasi dari Hasil hasil mitra kpo lainnya,yang sering kami posting di website ini akhirnya pak Rahmat saat ini bisa mencapai harapannya walaupun dengan harga yang memprihatinkan ini. Minimalnya beliau sudah bisa merasakan sendiri bagaiamana rasanya memiliki tanaman yang subur sehat walaupun tanaman cabe ini ditanam bukan pada habitatnya.

Sebagaimana kita ketahui varietas ini cocoknya di dataran menengah atau tinggi tetapi kali ini ditanam di daerah yang panas dekat dengan pantai Di Pandeglang, tetapi hasilnya diluar dugaan. Syukur tiada terhingga. Ditanam di ketinggian 7 mdpl saja di daerah Bojan Kulon,Kec.Sobang Pandeglang,  yang panas, tanaman mitra bisa kami katakan sudah setara dengan senior senior kpo KL sebelumnya.

Total biaya untuk pengeluaran obat obatan untuk menanggulangi Keriting daun, Virus kuning,Kutu kebul,Hama Thrips, Tungau ,Ulat dan Lalat dan lainnya, terbilang minimalis, sangat hemat dengan penggunaan Metode KPO KL ini. Demikian juga halnya dalam penggunaan pupuk organik dan pupuk kimianya tergolong super hemat.

Pada saat ini kami prihatin, pengamatan langsung kami ke Lapangan, tidak sedikit petani yang tidak lagi merawat tanamannya dikarenakan harga produksi yang murah sangat sedangkan untuk biaya perawatan masih diperlukan biaya yang tidak kecil. Hal yang terjadi adalah, jangankan BEP segera teraih, malahan yang terjadu adalah kejatuhan semangat untuk merawat tanaman dan membiarkannya terlantar.

Hal ini bukan bahan rekaan tapi ini adalah kenyataan realitas petani di lapangan , dengan hasil demikian, petani bukannya berhasil melampaui BEP, yang terjadi adalah minusnya hasil yang dicapai. Semoga petani petani yang masih bertahan pada pengelolaan tanamannya, kami sarankan untuk bertahan sejenak,karena harga sudah mulai bergerak naik, semoga tidak lama lagi BEP , mitra mitra petani bisa terlampaui.

Pintar Pintar Memilih Komoditas

Harga komoditas pertanian sampai saat ini pertengahan bulan Maret, masih saja Seret, tidak sedikit petani “gulung tikar”, benar benar tersungkur, dilain sisi katanya petani sejati tidak boleh , Patah semangat dan dilarang mengeluh dan menyalahkan siapapun .

Harga yang murah dan kondisi curah hujan yang tinggi hampir di seluruh Pulau Jawa dan Sebagian Sumatera, menyebabkan  banyak juga petani yang tak mampu lagi bertahan apalagi petani petani yang baru /Petani Dadakan yang tidak sedikit pula jumlahnya pada saat ini. Mitra kami Pak Waluyo,dari Purwosari  Di Perbatasan Lampung Tengah dan Lampung Timur, mempunyai inisiatif sendiri untuk menanam Melon Tanpa Net.

Tanaman Melon Golden yang ditanam pas diawal tahun 2019, Panen pada saat usia tanaman 75 hari dengan harga yang sangat Fantastis 15 ribu rupiah per kg nya . Sementara harga komoditas lain , tersungkur Melon Goldennya di hargai Tinggi. Apalagi rata rata per batangnya menghasilkan total kurang lebih 5 kg , dimana per batangnya di pelihara rata rata 3-4 buah ada juga yang 2 atau bahkan 5 butir per batangnya.

Rasa nya pun sangat super legiiit, dan berada di kisaran Brik 15/ (Skala tingkat kemanisan), data ini berdasarkan informasi yang kami dapatkan dari Mitra kami dari Lampung tersebut, Pak Waluyo ini,boleh percaya atau tidak, baru pertama kali nya tanam Melon, tetapi dengan metode Gas Rem Kopling yang beliau terapkan, ternyata hasilnya sangat memuaskan.

Mitra yang sudah 3 tahun bergabung dengan KPO KL sebelumnya pertanamannya lebih sering Cabe kubis, tetapi felling mitra kami ini tajam juga untuk berhenti tanam cabe  dan beralih ke Melon. (Melonnya dipelihara 5 buah).

(Dalam gambar dua batang  yang dipelihara 8 buah). Pola yang kami kembangkan ini memang “hulu”pada tanaman cabe yang kami jadikan standar dari pola tanaman cabe tersebut, kita upayakan agar mitra bisa juga untuk memelihara komoditas apapun termasuk,Melon Eksklusif ini.

(Berkumpul dan berdiskusi dengan beberapa petani petani senior dibidang Permelonan di Lampung Tengah). Semoga menjadi inspirasi bagi petani petani Melon Lainnya. Satu hal yang sangat kami tekankan lagi, tidak cukup hanya menggunakan Produknya tetapi juga diterapkan Metodenya. Karena produk KPO KL, sebagai sarana yang dirancang untuk menerapkan Metode nya.

Di usia 74 hari, sehari sebelum petik, kondisi daun bisa di katakan masih utuh dan bertahan dari Hama dan Penyakit di bulan bulan curah hujan tinggi seperti saat ini.Dengan memahamu metodenya diharapkan mitra mitra bisa bertanam komoditas apa saja,baik tanaman semusim atau tanaman tahunan, atau tanaman Hortikultura ataupun tanaman Serealia.

Untuk selanjutnya dari penguasaan metode tersebut diharapkan kita bisa berekspresi berinisiatif untuk menaman komoditas apa saja ,sambil membaca peluang yang ada dan juga pangsa peluang pemasarannya. Semoga sukses mitra tani semua , dimanapun

Metode nya Jelas, Hasil tidak Terlalu Meleset

Saat ini memasuki bulan Maret 2019, bertanam cabe masih bisa dikatakan sulit, bagaimana tidak, panen melimpahpun masih belum mampu mengejar faktor “kembali modal”.


Tetapi walaupun demikian harga yang rendah tidak menghalangi mitra mitra kami untuk terus berusaha, agar tanaman bisa bertahan dan sambil produktif. Tanaman mitra kami yang sejak awal tanam bahkan dari dua musim sebelumnya sudah menerapkan pola KPO KL, hingga saat ini tetap bertahan dan dipertahankan.

Harga dikisaran 10-12 rb, terbilang sudah agak menaik dibanding harga minggu minggu lalu. Semoga saja harapannya tanaman bisa bertahan sampai periode pemetikan ke dua nantinya.

Dalam perjalanannya mitra kami ini menerapkan pola Metode secara utuh, dari sejak pengolahan lahan sampai saat ini. Tidak ada keraguan dan hal ini penting , dan juga konsisten tidak terpengaruh dari kiri kanannya. Hal ini kami anggap prinsip , sama halnya juga apabila kita sedang menerapkan suatu cara dari manapun yang diperlukan adalah konsistensi.

Terlalu banyak informasi dan masukan dari sana sini, malahan membingungkan kita sendiri,mana langkah akhir yang kita akan putuskan untuk di ambil. Cara KPO KL dalam menjalankan metode nya adalah semisal dengan, mempelajari dan seperti “menghapalkan jalan” juga , kita terencana juga, didepan ada tanjakan belokan turunan atau jalan datar.

Dalam metode yang diterapkan ini pula kita biasanya sudah berusaha memprediksi dan memperhitungkan secara matang,beberapa langkah kedepan, apa yang akan dialami oleh tanaman apabila diberikan unsur unsur tertentu tersebut.

Dalam metode yang kami kembangkan ini pun kita sama sama akan bisa rasakan apabila ada komposisi yang di luar ” jalur” dipaksa untuk disisipkan, akan sangat terasa dampaknya. Jadi selain proses Gas Rem Kopling, hal hal tersebut tadi bisa kita rasakan sambil, melaju. Selamat menjalankan menerapkan Metode nya.. Semoga berhasil. Satu lagi mitra kami dari Pandeglang Banten sudah merasakannya. Sukses untuk petani ,Indonesia.