Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Monthly Archives: Januari 2019

1 2 3 4 »

Lalat buah , Hindari Umpan Perangkap

Salah Kendala yang terberat bagi petani cabe dan buah pada umumnya yaitu serangan hama Lalat buah hama ini sangat menjengkelkan, bagaimana tidak, tanaman yang awalnya terlihat sangat subur, sesaat menjelang panen, ternyata buahnya sudah terdapat lubang lubang bekas, menyimpan telur oleh hama serangga dewasa dari Lalat buah .

Pada saat pembentukan buah, mulailah kami , bersiap siap untuk mengantisipasi serangan lalat buah tersebut.

Lalat buah  merupakan hama penting pada tanaman  sayuran dan buah di Indonesia. Yang jadi kenapa begitu sulitnya mengendalikan hama tersebut adalah karena, Lebih dari seratus jenis tanaman hortikultura menjadi sasaran /inangnya. Pada populasi tinggi, intensitas serangannya dapat mencapai 100%. Karena itu, hama ini menarik perhatian praktisi hama seluruh dunia untuk melakukan upaya pengendalian, inventarisasi spesies, kisaran inang, dan pemetaan daerah sebaran melalui survei suatu area.

Berbagai cara dilakukan, baik dengan insektisida yang targetnya mematikan hama lalat atau dengan pola menangkap / sebagai perangkap  / dengan cara memasang umpan berupa sex feromon.

Ada juga yang melakukan pengendalian secara memasang alat berupa kelambu perangkap. Hal ini biasanya dilakukan didaerah yang sudah endemik serangan lalat buahnya.

 Kali ini kami mencoba menerapkan kembali pola KPO_KL, yang kami lakukan berupa praktek langsung dalam pengendaliannya. Karena kami memandang sudah terlalu banyak teori yang menjelaskan perihal pengendalian lalat buah ini hanya melalui, teori saja.

Lokasi penerapan cara KPO-KL yang menggunakan insektisida alami ,Pesnator , sebagai pengendali utama hama lalat buah ini, yaitu berada di kebunnya Bp. Agus dari desa Warungpeutey- Banyuresmi-Garut Jawa Barat. Insektisida tambahan yang kami gunakan dalam hal ini yaitu, menggunakan bahan aktif, beberapa insektisida kimia secara rotasi/rolling. Dosis Pesnator yang kami gunakan hanya dikisaran 1-2 ml per liter air sedangkan dosis insektisida kimia yang kami gunakan sebagai  pelengkap hanya 0.3 mili saj per liter airnya.

Tanaman yang ditanam pada tanggal  5 Desember 2018 ini, saat ini  per 25 Januari 2019, sudah berusia  50 harian. Hal yang sangat kami ‘tabukan” dengan sistem pengendalian  lalat buah ini adalah dengan pemberian umpan perangkap/ Meutyl euganol, diareal pertanaman.

Mengatasi Kutu Kebul ( Sambil praktek— Bukan hanya teori)

Sebagai mana kita ketahui dan rasakan bersama , hama kutu kebul merupakan salah satu hama utama pada tanaman antara lain, Cabe, Tomat, Melon dll. Hama ini memang bandel karena mengandung lapisan lilin sehingga sulit ditembus oleh insektisida.

(Link terkait)

https://youtu.be/ruaLWYsVnPU

Dan hal yang paling dikhawatirkan adalah serangan kutukebul ini, selain mengisap sari daun /tanaman juga adalah daya tularnya terhadap penyebaran virus bagi tanaman  lainnya.

Sambil berjalan terus kami coba memantau perkembangan tanaman contoh penerapan kami , bp. Agus dari Warungpeutey Banyuresmi, Kab. Garut. Varietas yang digunakan adalah CMB Var. Dharmais. Tanggal tanam 5 Des 2018.

Hama ini mengeluarkan embun madu yang biasa membuat warna daun menjadi Hitam. Anda mungkin pernah Bosen menaggulangi hama ini karena begitu bandelnya setelah diaplikasikan bahkan dengan insektisida yang mahal sekalipun.

Nah cara kami dalam hal ini adalah dengan cara mengendalikan hama tsb, tidak cara mematikannya secara langsung yang juga justru menyebabkan kekebalan tetapi cara kami adalah dengan sistem pengendalian ,Repellen .

Sistem /cara ini ternyata efektif sebagaimana yang tampak pada  gambar/ video Youtube , bahwa kutu kebul dibuat ngak tahan dari Aroma yang menyengat dan tidak disenangi kutu kebul tsb.

Aplikasi yang kami lakukan unt pengendalian hama tsb adalah dengan cara semprotan Pesnator dan Protektan @1-2 mili per liter air plus insek kimia  dosis 0.3 mili per liter airnya, cukup  sederhana. Bahan kimia  tsb yang biasanya sudah dianggap resisten dengan penambahan sedikit Insektisida organik, Protektan dan Pesnator. Dan hasilnya terus kita pantau dari waktu ke waktu. Semoga berhasil tanaman mitra kami ini, seperti halnya mitra mitra sebelumnya.

Pemilihan Varietas tanaman yang Tepat

Sudah menjadi kebiasaan petani untuk memilih dan menentukan jenis bibit  sebelum tanam, memang wajar dilakukan. Pertimbangannya, salah pilih bibit maka resiko berbudidaya sudah terasa sejak awal. ( Lokasi penerapan Bp. Rizal Sumedang Jawa Barat, dengan bibit  dari Sumatera Barat yang tidak diketahui  jenis /varietasnya ). ( Tanggal 22 Januari 2019)

Untuk milihan varietas tanaman  ada  beberapa hal yang perlu diperhitungkan  antara lain adalah :
Jenis varietas berdasarkan  permintaan pasar  yang paling dominan, hal ini biasanya ditentukan oleh ukuran buah, tampilannya, grade rasa dan warna buah dll.

Memilih varietas yang diketahui Produktivitas tinggi sudah menjadi rumus baku bagi petani sebelum, menentukan  pilihannya. Hal ini biasanya di ketahui melalui pengamatan dan informasi dari sesama petani.

 Sering pula kita dengar istilah dari petani , bahwa varietas ini, tahan layu atau tidak tahan patek  sebagainya, hal ini di tentukan oleh daya Tahan varietas tersebut terhadap serangan organisme pengganggu tumbuhan

 Daya adaptasi dari suatu varietas juga menentukan produktivitasnya. Sebab apabila tidak   Cocok ditanam pada kondisi ekosistem setempat, yang terjadi adalah penurunan kuantitas dan kualitas produksi.

Tetapi dalam konsep dan praktek yang sudah kami jalani sampai saat ini, kami mencoba untuk keluar dari pakem yang berlaku, bahkan sering kami menggunakan suatu bibit yang belum ‘ternama’, mencoba adaptasikan varietas dari ekosistem dataran tinggi untuk ditanam di dataran rendah. Intinya, varietas apa saja silahkan di gunakan, sebab kami baik sangka saja , suatu varietas diluncurkan ke Masyarakat sudah melalui penelitian dan uji kesesuaian lokasi yang panjang. Kita tinggal tanam, menggunakan pola KPO_KL. Semoga berhasil mitra dengan Jenis Varietas apapun.