Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Monthly Archives: Desember 2018

1 2 »

Bertanam Tanpa Pupuk Kandang (2)

Banyak keuntungan yang didapatkan dengan menerapkan pola bertani tanpa menggunakan pupuk kandang lagi yaitu diantaranya kita tidak perlu menunggu waktu yang lama untuk proses fermentasi pupuk kandang tersebut.(Bisa Buka Link Youtubenya, terkait pertumbuhan tanaman tsb. Semoga bermanfaat)

 

https://youtu.be/-eTUUb2up2E

Selain itu sebagaimana yang sudah kami angkat pula tulisannya di artikel lain yaitu lahan bekas tanaman tertentu bisa ditanami lagi untuk musim tanam berikutnya dengan tanaman yang sejenis pula.

Dalam hal ini kita tidak perlu menyeling nya dengan tanaman lain terlebih dahulu. Jadi bisa disambung, misalnya bekas tanaman  cabe langsung ditanami cabe lagi atau bekas tanaman melon kita Tanami melon lagi tanpa membongkar bedengannya terlebih dahulu.

Hal ini tentunya akan banyak memangkas biaya produksi seperti halnya pada artikel lalu pemangkasan biaya dengan tanpa merombak bedengan lagi , untuk tanaman melon yaitu  sebesar 60% dari biaya produksi.

Adapun hasilnya adalah sebagai berikut tanaman yang dipindahtanamkan pada tanggal 17 september 2018 ini saat ini sudah mau memasuki bulan ke 3. Dan pertumbuhannya pun tidak tertinggal oleh cara yang menggunakan pupuk kandang sebagai pupuk dasarnya.

Dalam hal perawatannya pun ternyata dengan menggunakan pemberian Mikvator ini , ternyata terasa lebih mudah dan tidak rumit dalam pengendalian baik hama dan penyakit nya.

Varitas lokal Sumatera Barat ini terkenal agak rumit dalam pengelolaannya terutama di bulan-bulan musim penghujan seperti saat ini. Hal yang paling sering yang menjadi kendala pada varietas lokal Payakumbuh ini adalah dalam hal virus kuning busuk batang dan penyakit-penyakit lainnya. Untungnya tanaman yang dikelola oleh Mitra kami pak Alham di Bukittinggi kali ini (yang tanpa menggunakan pupuk kandang sama sekali hanya menggunakan MIKVATOR) hingga saat ini tanamannya sehat dan sudah mulai berbuah. Semoga Selamat sampai Akhir masa panen.

Tanam Cabe Tanpa Pupuk Kandang (1)

Sudah menjadi kebiasaan sebelum Petani menanam cabe atau tanaman sayuran lainnya Maka yang dipersiapkan di antaranya adalah pupuk kandang. Ada hal yang berbeda yang dilakukan oleh Mitra kami Bapak Ilham dari Bukittinggi ini yaitu penanamannya tanpa menggunakan pupuk kandang lagi.

Pada umumnya rata-rata kebutuhan pupuk kandang bisa dihitung berdasarkan luasan areal pertanaman bisa juga dihitung per jumlah pokok tanamannya tetapi rata-rata yang dibutuhkan adalah sekitar setengah sampai 1 kg per batang nya.

 Jumlah tanaman yang dikelola oleh Mitra kami kali ini adalah 5000 lubang di mana berlubang nya bisa beri berisi dua tanaman. Jadi kalau dihitung kebutuhan pupuk kandang yang semestinya diberikan adalah tidak kurang dari 5000 kg atau 5 ton.

Dalam hal pengelolaan persemaian pun cara yang biasa kami lakukan adalah dengan mencampurkan PORMIK dengan perbandingan 1 banding 20 tanah halus. Dalam hal ini pun cara atau teknik yang kami tidak menggunakan pupuk kandang sebagai campuran media semai.

Dengan teknologi yang kami kembangkan saat ini kami hanya membutuhkan MIKVATOR lima gram atau setara dengan satu sendok teh saja  per lubang tanam yang diberikan 5 sampai 7 hari sebelum pindah tanam.

Dari segi penghematan dengan pola ini kita akan hemat di pengangkutan Selain itu tentunya biaya produksi akan turun sangat jauh bila dibandingkan dengan kebiasaan pola tanam saat ini.

Pak Ilham sendiri sudah menerapkan pola tanam tanpa pupuk kandang ini di musim sebelumnya sebagaimana yang pernah kami angkat pada web  kami di artikel sebelumnya. Hasil pada penerapan sebelumnya beliau sukses bahkan hingga saat ini tanamannya masih produktif. Kami terus berharap semoga pola ini yang kembali diulang bisa memberikan hasil yang lebih baik  lagi dari sebelumnya.

Petani Melon Untung, Pendapatan Per hari dihargai 1 juta

Judul diatas sepertinya mengada ada atau dianggap terlalu bombastis, mari kita simak uraiannya.

Tanaman Melon khususnya melon yang bernet, memiliki patokan tersendiri untuk bisa segera terjual, yaitu berupa terbentuknya,NET/Jaring  yang menyelimuti kulit buah.  Oleh karena itu setelah kita berusaha agar buah membesar dan berukuran ideal dikisaran 2 kiloan hal yang kemudian kita usahakan adalah sesegara mungkin terbentuknya, net/jaring kulit buahnya.

Seperti halnya tanaman melon Mitra kami Bp. Aziz dari Desa Baluk Karangrejo, Magetan -Jatim yang dalam beberapa episode kami ikuti perkembanganya, bahkan sejak dari awal tanam, tanggal 20 Oktober 2018.  Saat ini per tanggal 7 Desember 2018, tanamannya sudah di “borong” oleh pengepul/bandar  pada saat usia tanaman mencapai 47 hari.

.Kondisi tanaman per tanggal 8 Desember 2018, masih segar daunnya dan tanaman secara keseluruhannya, demikian juga buahnya. Tanaman melon dari Pertiwi ini, yang agak “lain’ adalah ditanam dilobang yang sama dengan sebelumnya, jadi tanpa olah lahan lagi. Jadi habis panen, langsung ditanami lagi dan hanya diberi Mikvator dari KPO-Kl sebanyak 1 sendok teh saja per lobang tanamnya.

Parameter buah yang sudah “ngenet” nyaris sempurna tentunya membuat , pengepul sangat berminat walaupun tanaman baru 47 hari, apalagi ditunjang ukuran buah yang rata rata sudah diatas 2 kiloan per buahnya.

Jumlah tanaman yang dikelola dengan cara KPO-KL ini sebanyak kur leb 5000 an batang, dan musim sebelumnya pun dilahan yang sama ditanam dengan jumlah yang sama 5000 an juga. Harga saat ini di pasaran  Magetan di kisaran Rp.5000 an per kg nya. Dengan asumsi per batang bobot buahnya 2 kiloan, maka rata rata per buahnya diprediksi bisa terjual Rp.10.ooo an dikalikan jumlah tanaman 5000 batang, total jumlah kurleb 50 jutaan.

.