Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Monthly Archives: September 2018

1 2 »

Bertani , Secepatnya Raih BEP nya, Break even Point, “Batas Titik impas dari Modal.”

Dalam suatu usaha apapun termasuk di bidang pertanian , titik impas dari permodalan yang ditanamkan dalam seluruh biaya operasional dan hasil yang didapatkan hingga waktu tertentu, merupakan patokan kita untuk mendapatkan surplus berupa keuntungan untuk masa perawatan budidaya berikutnya.

Seperti halnya mitra kami dari Sleman- Jogja ini,  hingga petikan 10-11 semua titik impas permodalan yang didapatkan dari awal olah lahan hingga saat ini sudah terlampaui.  Tanaman  rawit yang jumlahnya 3000 batang ini, sudah menghasilkan 700 kg hingga petikan ke 11, per tanggal 12 September 2018

Kondisi setelah pemetikan, tanaman masih segar bugar walaupun informasi yang kami dapatkan bahwa di daerah Sleman pada pertengahan bulan September ini, sangat ekstrem panas. Kami terbiasa setiap mitra yang menggunakan pola/sistem kpo-KL, hal yang pertama kali kami tanyakan  pada saat panenan sedang berlangsung adalah :’ apakah sudah kembali uang permodalan yang sudah dikeluarkan untuk usaha  biaya produksinya?’.

Kondisi tanaman masih sangat ‘ ok’  hingga dipertengahan bulan september 2018 ini. Ada hal yang kami merasakan suatu keuntungan bagi mitra mitra kpo KL yang konsisten dalam aplikasi ke aplikasi  musim berikutnya. Makin lama bedengan di gunakan, maka kondisi tanah makin siap untuk ditanami dan tanpa olah lahan kembali. Hal ini tentunya akan mengurangi biaya produksi khususnya dalam hal , pengolahan LAHAN DASAR, tanpa PUPUK KANDANG DAN TANPA PUPUK KIMIA lagi.

Seperti lahan mitra kami ini,  Mas Ichsan yang sudah menggunakan lahan bekas di 3 musim sebelumnya, beliau langsung tanam di musim ke 4 ini , tanpa olah lahan sama sekali. secara kalkulasi sudah akan sangat mengurangi biaya produksinya.  Oleh karena itu, biaya operasional akan makin cepat tertutupi.

Lahan mas Ichsan yang berada didesa Pundungan- Kalasan- Tirtomartani – Sleman -Jogja ini, sebelumnya sudah ditanami cebe kemudian tanaman pare dua periode tanam dan saat ini di lanjutkan dengan penanaman cabe rawit. Hal unik lainnya yang jadi catatan kami adalah, penamanan yang berdasarkan standar kpo-KL adalah pindah lobang tanam di musim berikutnya, tetapi justru dalam ‘polanya ‘ mas ichsan, titik tanam tidak berpindah  sama sekali.

Tanaman yang ditanam  di awal bulan Mei 18, saat ini sudah berumur 4.5 bulan dan  pemantaunnya kami lakukan secara intensif melalui komunikasi whatsap ini, kondisi nya masih sangat stabil dan relatif aman dari layu – antraknose dan hama penyakit lainnya. Kami sama sama berharap untuk masa masa panen  berikutnya , tinggal meraih keuntungannya saja.

Beberapa bulan ini memang harga cabai, seperti ‘terjun bebas’ untuk rawit jenis Sypon ini sendiri dihargai dikisaran 8000-9000 rupiah per kg nya, tetapi dengan keuletan mitra untuk terus bertahan di kondisi ekstrem dan di harga yang murah akhirnya,  BEP , sudah terlampaui secara cepat  dan berikutnya  kita semua berharap, harga cabe “mau” bersahabat dengan petani  sambil berusaha agar produktivitas tanaman  ini makin bertambah baik pula.

Anda Bosan , karena sering Gagal Tanam Cabe?

Bertanam cabe baik cabe keriting, cabe rawit dan cabe besar memang bisa dibilang gampang -gampang susah. Bahkan ada beberapa petani yang sudah berulang ulang bertanam cabe tapi yang terjadi, gagal dan gagal lagi.

Adapun langkah yang kami ambil untuk menghindari kegagalan khususnya mitra mitra kpo-KL yang baru saja bergabung adalah dengan melakukan pendampingan secara intensif dari waktu ke waktu. Hal ini kami lakukan agar petani yang menggunakan metode/sistem kami ini tidak salah kaprah dalam menerapkannya sekaligus hal ini bentuk dari tanggung jawab kami sebagai klinik  dalam aplikasi sistem yang tergolong baru ini.

Pada kesempatan ini mitra kami menanam varietas dari CMK dan CMB dan keduanya hasilnya mendapat pujian dari kepala Dinas pertanian setempat dan juga petani petani lainnya . Buah yang lebat dan juga hingga saat ini tanaman aman dari lalat buah dan layu batang.

Bahkan apresiasi dari orang dari Dinas Pertanian, mengatakan baru kali ini ada tanaman sebaik ini di desa Cinta Ratu- Parigi- Pangandaran-Jabar.

Hal ini memang kami maklumi karena pada umumnya petani tradisional, menggunakan pupuk dan pestisida , secara “apa kata orang’ tanpa punya prinsip sendiri yang  kokoh selain itu pola konvensional tersebut, yang jadi teladannya belum tentu cocok diterapkan pada pola tanaman petani lainnya.

Tanaman yang lebat ini, didapat dari hasil kerja keras dari pak Tarsidin dan keinginan yang kuat serta kooperatif beliau  dalam menerapkan pola/sistem KPO_KL ini. Komunikasi yang kami lakukan yaitu melalui ‘Chattingan’ WA, atau komunikasi langsung via telpon yang disertai dengan pengiriman kondisi gambar perkembangan tanaman dari waktu kewaktu.

Dari awal kami secara bersama sama sepakat untuk menggunakan untuk menerapkan sistem yang relatif aman karena kami sudah mempunyai, ‘track’ tersendiri dan tidak perlu meraba raba jalan apalagi pola kami tidak ingin ada aplikasi ‘try and error’. Tehnik dan uji coba sudah kami terapkan secara berulang ulang sebelum di sarankan untuk aplikasi ke mitra kpo_KL.

Tanaman saat ini sudah panen untuk yang kedua kalinya dan kami berharap pola ini nantinya bisa di ‘ketok tularkan’ kembali pada petani petani lainnya agar makin banyak petani yang berhasil dan mengurangi resiko kegagalan. Dalam hal ini kami , ‘nyun sewu’  bukan artinya kami merasa jadi ‘master’ atau sok lebih tahu tentang pertanian, hanya saja kami ingin agar metode yang biasa kami terapkan ini berjalan sesuai sistem dan ‘on the track’ nya.

Kita bersama  mitra tidak ingin lagi mendengar petani, mengeluh karena tanamannya, ‘gagal maning gagal maning, son ‘.

Semoga sukses petani Parigi-Pangandaran- Jabar….

BUSUK BUAH

Tanaman Mitra kami dari desa cintaratu Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran kembali kami pantau kondisinya saat ini tanaman relatif masih bisa dikatakan aman.

Bahkan secara khusus tanaman bapak tarsidin ini mendapat perhatian dari dinas pertanian setempat.

Tanaman yang sehat dan berbuah lebat menjadi bahan perbincangan baik di antara para petani maupun dinas pertanian terkait.

Kami bersyukur karena tanpa disangka-sangka tanaman Pak tarsidin menjadi bahan pembahasan oleh petani dan oleh dinas pertanian setempat .

Tanaman yang sehat dan relatif aman dari serangan busuk buah baik yang disebabkan oleh lalat buah maupun yang disebabkan oleh cendawan penyebab patek atau antraknose.

Sebenarnya tidak banyak hal yang kami lakukan agar tanaman terhindar dari busuk buah yaitu terutama adalah dengan pengkondisian agar hama lalat buah tidak mau mendekat pada tanaman yang menggunakan pesnator yang biasanya kami kombinasikan dengan insektisida kimia untuk pengendali ulat dan lalat itupun dengan dosis 0,3 mili liter air. Selain itu Untuk menghindarkan tanaman dari busuk buah yang disebabkan oleh cendawan atau jamur adalah dengan menyemprotkan pocanil 5 gram per 17 liter air dan disarankan untuk ditambahkan dengan 2 macam fungisida kimia dengan merk apapun sebanyak 5 gram per 17 liter air.