Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Daily Archives: 7 Agustus 2018

Menguji kadar bahan Kandungan , Pupuk Organik

Kali ini kami akan membahas hasil penerapan mitra kami dari Jogjakarta, tepatnya di desa Pundungan- Tirtomartani-Kalasan- Sleman. Kali ini mitra kami ini  Mas Ichsan Sleman ini, sudah 4 musim tanam ,menggunakan pola KPO-KL. Musim ke dua ketiga dan saat ini musim ke empat, sudah tanpa pupuk dasar  sama sekali, tanpa tambahan apa apa lagi.Pupuk hanya diberikan lewat kocoran saja. Hal ini sekaligus untuk menganalisa seberapa jauh, metode kpo KL bisa diterapkan walaupun tanpa penambahan pupuk organik dan pupuk kimia sebagai pupuk dasarnya sebagaimana yang biasa kita lakukan saat ini.

Tanaman mitra kami kali ini ditanam dilobang tanam yang sama, dan sudah dilakukan untuk ke 4 kalinya, tetapi tanpa penambahan pupuk kandang dan kimia sedikitpun. Penanaman di lakukan pada tanggal 5 Mei 2018, varietas Sypoon.

Walaupun tidak menggunakan pupuk kandang dan pupuk kimia sebagai dasaran, melalui perlakuan yang kami berikan tetap mengupayakan agar suplay unsur hara dan mengaktifkan unsur hara senantiasa terjaga. Tanpa repot dan tanpa perlu memberikan pupuk kandang dalam jumlah yang banyak sebagaimana yang biasa dilakukan oleh petani pada umumnya.

Dengan pola KPO-KL yang kami lakukan ini yaitu pemberian Pormik atau Micvator di awal masa tanam, kami maksudkan agar tanah tetap memiliki daya serap air dan daya tahan yang terus meningkat. Tanpa perlu media yang banyak lagi, kami mencoba agar tanah tetap mampu menahan agar air tidak tergenang atau air tidak terlalu cepat mengalir.

Pengurangan biaya sangat besar kami lakukan dengan metode ini, dimana pada lokasi yang sama tanpa membongkar posisi bedengan, kami mencoba agar tetap bisa mengharapkan produktivitas yang tinggi.

Selain itu, penghematan biaya produksi telah kita pangkas dengan jumlah yang sangat banyak sekali.

( Buah mulai melebat)

Tanpa mengesampingkan perbaikan ‘pori pori’ tanah dan memperkuat daya ikat agregat unsur hara, pemberian nutrisi siap serap ini, yaitu Micvator dan Pormik ini juga dapat berfungsi untuk menambah unsur hara MIKRO dan MIKROBA nya. Saat ini tanaman mitra sudah berusia 3 bulanan dan sudah mulai ada yang memerah.

Semoga saja tanaman mas Ichsan ini bisa lulus dari berbagai kendala, dan tidak kekurangan unsur hara walaupun tanpa pemberian pupuk dasar baik pupuk kandang maupun pupuk kimia untuk yang ketiga kalinya. Sukses petani Jogja….