Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Daily Archives: 6 Agustus 2018

Tehnik agar tanaman rajin berbuah

Tanaman yang rajin berbuah tentunya sangat didambakan oleh setiap orang yang bercocok tanam apalagi kalau tanaman tersebut sepertinya tidak berhenti berbuah, walaupun tidak pernah diberi pupuk buah secara khusus.

Tunas seolah olah terus naik dan berkembang keatas sambil membawa bunga dan buah seperti halnya tanaman mitra kami dari Nias ini.

Beberapa hal perlu diperhatikan agar tanaman mau terus berkembang dan berbuah diantaranya adalah, ketersediaan air, kecukupan unsur hara, Mikroba pengurai, ketersedian cahaya dan terutama adalah pada saat pengolahan lahan yaitu berupa,persiapan lahannya.

Tanaman pak Daci yang ditanam tanggal 27 Maret 2018 saat ini sudah panen lebih dari 20 kali, tetapi hingga saat ini diusia tanaman sudah lebih dari 4 bulan, cabe Lado beliau masih saja aktif berbuah.

Ketersediaan pupuk yang siap diserap oleh tanaman, juga merupakan hal yang penting diperhatikan. Padahal kebanyakan dari kita memberi makanan pada tanaman budidayanya masih berupa “beras” belum berupa “nasi”. Dalam prakteknya dalam hal ini kalau cara kpo KL adalah dengan memberikan Protektan dan Biopestis yang dilakukan secara di kocorkan dengan dosis hanya 1/2 mili saja per liter airnya.

Selain itu pemberian mikroba mikroba pengurai tidak kalah pentingnya dalam budidaya tanaman, tetapi terkadang karena praktek yang kurang tepat mikroba yang kita berikan justru “mati”karena tertekan oleh bahan kimia dengan dosis tinggi.

Dalam prakteknya , cara yang kami lakukan adalah dengan memberikan Micvator (dosis 2 gram per liter ) dan Freshtan (dosis 1/2 mili per liter) airnya.