Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Daily Archives: 2 Agustus 2018

MENGENDALIKAN LAYU FUSARIUM

Layu fusarium merupakan salah satu penyakit pada tanaman tomat dan cabe yang menjadi kendala dalam bercocok tanam.  Sekali terkena biasanya serangan merembet pada tanaman lainnya, dan disitulah kepanikan melanda petani. Oleh karena nya kami terbiasa untuk mengkondisikan seawal mungkin agar tanaman tidak mudah terserang penyakit layu yang mematikan tersebut.

Mungkin anda sudah jenuh dengan kasus yang berulang tersebut, dimana dari musim tanam satu ke musim tanam berikutnya, kasus demikian selalu saja hadir dan mendera pertanaman petani. Berbagai cara ditempuh baik dengan pemberian fungisida, bakterisida atau juga pemberian agen hayati semisal TRICHODERMA, sudah sering dilakukan, tetapi hasilnya, bahkan nihil.

Kami mencoba menerapkan metode KPO_KL dalam, menghambat pertumbuhan cendawan Fusarium oxysporum yang mematikan tersebut. Kami coba untuk praktek langsung , tanpa bla-bla-bla…, dalam teori dalam pengendaliannya. Semoga saja tanaman mitra kami ini yang ditanam tanggal 1 Juni 2018 yang saat ini memasuki usia 2 bulanan, bisa terhindar dari layu fusarium tersebut.

Tanaman tomat, varietas Selfi ini, hingga saat ini dan berharap kedepannyapun , terhindar dari layu fusarium tersebut. Lokasi penanaman di desa Cigadog, Cilawu. Garut. Tanaman tomat sudah mulai berbuah, tomat jenis Indeterminate ini, terus berkembang hingga, jumlah tangkai buah/’manggar’ nya ada yang dipelihara hingga 11-12 tangkai buah. Dan…yang kami syukuri hingga saat ini dari kurang lebih 3000 batang tanaman tomat ini, terhindar dari layu Fusarium. Pemberian pemupukan berupa pengocoran, CAS, Freshtan, Protektan  ( 0.5 gram/mili per liter air ) plus Fungisida bila diperlukan  ( 5 -7 sendok makan saja per drum 200 liter ) sangat efektif dalam menekan pertumbuhan cendawan tersebut.

Ketersedian makanan untuk tanaman jenis Indeterminate ini sangat banyak dan boros, apalagi kalau kita mencoba memelihara tangkai buah lebih dari 10 ‘manggar’, disinilah biasanya muncul dilema antara memberikan suplay makanan yang banyak dan resiko tanaman tanpa disadari sudah kebanyakan/ melewati ambang kebutuhannya. Dalam kondisi kelebihan pupuk tersebutlah pada umumnya tanaman menjadi, rawan terkena layu.

Mengukur kadar makanan yang cukup,( sebagaimana yang kami paparkan pada artikel sebelumnya ) dan kebutuhan agar buah yang bagian teratas tersuplay makanan agar buahnya membesar memang diperlukan pola’perasaan’ tidak bisa diukur sacara ‘saklek’ dan kaku, yaa… diperlukan “perasaan dan dirasa rasakan”. Istilahnya kalau, kurang pupuk, maka buah teratas kecil kecil dan tidak masuk kualitas super tetapi kalau kelebihan pun biasanya berdampak pada , kelayuan tanamannya.

Pemberian konsep berupa pola ,makan sekaligus pola antisipasi terhadap berbagai penyakit , termasuk penyakit  cendawan Fusarium kami lakukan secara terintegrasi, satu kesatuan.  Jadi ibaratnya sambil memberi makan sambil mengupayakan kondisi tanaman yang aman dan terhindar dari hama dan penyakit.

Pola pengendalian yang kami lakukan ini ibaratnya bukan hanya, berhasil di cara InVitro hanya di lab di CAWAN PETRI saja tapi langsung ke lapangan secara INVIVO. Mikroba mikroba, “jago lab”, kita tidak gunakan lagi tetapi kami menggunakan mikroba mikroba yang tahan banting dengan kondisi alam yang keras. Semoga saja kali ini pun , mitra kami ini , sdr. Ilyas berhasil dalam menanggulangi  penyakit layu Fusarium ini.

Semoga….Perjalanan masih cukup panjang….