Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Monthly Archives: Agustus 2018

1 2 3 4 »

TETAP BERTAHAN di HARGA MURAH

Harga berbagai macam cabe di akhir bulan Agustus ini hampir semuanya mengalami penurunan nilai jual.

Demikian juga harga cabe rawit di daerah Sleman Yogyakarta saat ini hanya dihargai Rp8.000 per kg nya. Harga yang rendah tersebut menyebabkan petani berupaya agar produktivitas tanaman tetap tinggi sambil mengupayakan agar biaya perawatan bisa ditekan serendah mungkin.

 Hingga saat ini hasil petikan yang diperoleh Mas Ihsan adalah 255 kg untuk jumlah tanaman sekitar 3000 batang. Jadi walaupun harga sedang mengalami penurunan yang drastis tetapi kita tetap mencoba agar tanaman bisa bertahan dan tetap produktif.

  • Dalam kondisi cuaca yang sangat panas dan minimnya air dan daya dukung harga yang kurang bersahabat, berpotensi untuk mengurangi produktivitas tanaman.

Dalam hal ini cara kami untuk menekan biaya produksi adalah dengan mengurangi dosis pupuk dan pestisida dan juga merenggangkan interval antara aplikasi  satu ke aplikasi lainnya.

Hal utama dan menjadi prinsip dalam kondisi demikian adalah dengan tetap mengupayakan agar kecukupan air tetap terjaga.

Dengan adanya mahluk renik/ mikroorganisme dalam Freshtan dan Micvator yang perlu suplay  air yang cukup   kami usahakan agar tetap tersedia, namun kompensasinya yaitu interval pemupukan dan aplikasi menjadi lebih renggang dan juga dosis bisa dengan dosis yang rendah saja.   Hal ini menyebabkan biaya produksi bisa tetap rendah tetapi kebugaran tanaman tetap terjaga.

Lalat Buah Cabe

Cukup lama kami tidak membahas perihal pengendalian lalat buah pada tanaman cabe besar. Secara khusus untuk beberapa waktu kedepan Kami mencoba untuk membahasnya bersama Mitra kami Bapak Tarsidin dari Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran Jawa Barat

Varietas yang ditanam oleh Mitra kami ini yaitu jenis gada MK. Pak Tarsidin  untuk saat ini baru menanam tiga kali musim tanam dan secara khusus beliau dipercaya sebagai ketua kelompok tani Harapan 1 di kecamatan Parigi tersebut.

Sebagai bahan pengamatan Pak tarsidin menanam dengan pola KPO KL sebanyak kurang lebih 2200 batang tanaman. Dan seluruh areal pertanaman tersebut menggunakan 1 pola yaitu pola dari klinik pertanian organik.

 Kami mencoba mengamati pertanaman beliau dari sejak awal pindah tanam. Pola di terapkan secara langkah-langkah dengan detail.

Langkah pertama yang kami lakukan adalah dengan mencoba mencoba mendorong secara perlahan agar tunas tanaman menaik dan meninggi sambil menghindarkan tanaman dari serangan hama thrips tungau dan kutu kebul .

Secara hati hati kami coba memberikan tekanan gas agar tanaman terus berkembang tetapi masih dalam taraf aman.

Sampai saat usia tanaman berusia dua bulanan, tanaman sehat setelah di dorong dengan Protektan Biopestis@0.5 mili per liter airnya plus dengan Pormik plus pupuk kimia totalnya  1.5 kg per 200 liter airnya.

Hingga tanaman berusia 60 hari terlihat pertumbuhan buah sangat lebat nah disaat seperti inilah kita mulai berhati-hati untuk menjaga agar tanaman tidak mudah kena serangan lalat buah dan patek atau antraknosa.

Pola yang diterapkan sangat sederhana yaitu dengan cara menyemprotkan Pesnator sebanyak 1 mili per liter airnya plus apabila diperlukan pada waktu yang tepat yaitu dengan menambahkan pocanil sebanyak 0,3 gram per liter air. Dalam menghindari serangan lalat buah cara Kami tetap konsisten yaitu dengan tidak menggunakan umpan perangkap atau lem perekat.

Busuk dan Bercak Daun pada Tomat

Perkembangan tanaman Mitra kami saudara Ilyas dari desa cigadog Cilawu Garut hingga tanggal 20 Agustus 2018 kondisinya makin terlihat sehat terhindar dari penyakit busuk daun dan bercak daun.

 Tanaman sehat yang terhindar dari penyakit tersebut dicirikan dengan perkembangan tanaman yang sangat subur disertai dengan pembentukan buah yang berukuran besar.

Penyakit busuk daun yang disebabkan oleh phytophthora infestans dan penyakit bercak daun yang disebabkan oleh alternaria sp, merupakan 2 penyakit yang sangat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan tanaman tomat.

Terutama di musim hujan kedua penyakit tersebut sangat mudah terjangkit apalagi kalau dikondisikan dengan pemberian makanan atau pupuk yang kurang tepat. Yang kamu maksud kurang tepat dalam hal ini adalah berupa pemberian pupuk pupuk kimia yang memang mempercepat laju pertumbuhan tanaman tetapi sebenarnya berpotensi juga menyebabkan tanaman semakin lemah dan rapuh.

Pemberian pupuk yang mengandung sumber nitrogen tinggi lagi menjadi penyebab tanaman bisa berpotensi menjadi lebih mudah terkena busuk dan bercak daun tersebut tetapi di lain sisi kekurangan nitrogen bisa menyebabkan tanaman menjadi kurang subur dan kurang pesat pertumbuhannya.

Oleh karena itu pengukuran kadar nitrogen baik yang bersumber dari kimia maupun nitrogen organik perlu diukur dan dicakar sehingga tanaman tidak kekurangan gas untuk memacu pertumbuhan ukuran buah yang lebih besar. Dua sisi perbedaan pola makan yang dibutuhkan oleh tanaman baik pada saat perlu banyak nitrogen tinggi dengan Pada saat tanaman tidak mau diberi nitrogen tinggi.

Dengan mengatur pola makanan tersebut Mitra kami berhasil mengendalikan busuk dan bercak daun pada tanaman tomat tersebut dengan hanya pemberian fungisida dosis rendah dan model fungisida yang tergolong “kelas ringan” saja.

Kami sangat berhati-hati dalam hal pemberian fungisida dosis yang tinggi karena walaupun biasanya busuk dan bercak daun dapat ditanggulangi dengan dosis tinggi tersebut tetapi pertumbuhan tanaman menjadi terganggu. Jadi dalam hal ini untuk pengendalian busuk dan bercak daun kami kembali memilih pola yaitu dengan cara mengatur asupan jenis dan dosis pupuk yang kami berikan. Semoga menjadi inspirasi bagi petani lainnya.