Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Monthly Archives: Juli 2018

1 2 »

MITRA PEMULA , SUKSES!!!

Mungkin kita masih ingat pada bulan Mei dan Agustus 2017 kami kedatangan Mitra bp. Yantje dari Minahasa Utara Sulawesi Utara.Pada saat kedatangan pertama dan kedua tersebut beliau belum paham betul perihal seluk beluk dunia pertanian, maklumlah beliau latar belakangnya bukan dari dunia pertanian.

Latar belakang yang bukan di dunia pertanian tidak mengurangi minat dan semangat beliau dalam mempelajari pertanian khususnya yang berpola kpo KL.

Musim tanam satu ke musim tanam berikutnya setelah mendapat bekal bertani cara kpo KL, saat ini pak Yantje makin memahami cara kerja dan mekanismenya. Keuntungan demi keuntungan diperoleh beliau dari konsistensi dalam menerapkan pola kpo KL ini.

Hingga hasil yang diperoleh di awal tahun 2018 lalu keuntungan besar diperoleh dari penjualan hasil cabe dengan jumlah hanya 6000 batang saja.

Sistem perawatan pengendalian hama penyakit cabe  sudah beliau kuasai melalui transfer tehnologi yang telah kami berikan. Hingga pada akhirnya hasil keuntungan penjualan cabe tersebut, beliau berhasil membeli lahan cengkeh yang terbengkalai di Minahasa Tenggara dengan luasan 1-2 hektaran.

Populasi tanaman cengkeh yang terbengkalai sekitar 80 batang, itu pun awalnya nyaris meranggas akibat terkena ulat / hama penggorok batang.

  • Saat ini pak Yantje yang butuh waktu sekitar tahun saja, beliau sudah mampu memahami pola dan cara kerja dari sistem pertanian yang ramah lingkungan ini. Semoga kedepan makin banyak terbentuk petani petani yang dengan ketekunan, bisa mencetak “pak Yantje pak Yantje” lainnya dan mengembangkan pertanian secara progresif.

PERLUNYA,MEROTASI PESTISIDA

Perkembangan tanaman Mitra KPO KL dari Nias Selatan terus kami Pantau dari waktu ke waktu. Bahkan sampai saat ini tanaman cabe varietas lado Bapak Daci ini sudah panen hingga 20 kali petikan.

Sebagaimana yang diungkapkan oleh mitra kami,bahwa tanamannya makin bertambah umur semakin banyak buahnya. Dan sepertinya,tunas dan buah tahap kedua sudah berlomba lomba untuk saling mencari posisi.

Hingga tanggal 20 Juli 18,ini setidaknya tidak terjadi resistensi hama dan penyakit yang dicirikan oleh sehatnya tunas, bunga buah tanaman secara keseluruhan..

Dengan pola Perbasik organik cara KPO KL,  ini kami sangat menjaga agar tidak terjadi resistensi, penggunaan insektisida,berbagai macam bisa kita rekomendasikan agar terjadi rotasi secara bergiliran.

Bahan utama penggendali hama dan penyakit kami tetap mengandalkan pestisida organik berupa Protektan, Pesnator  dan Pocanil sedangkan untuk kimia juga kami gunakan seperti bahan aktif Abamektin Imidacloprid, diafentiuron, Metil tiopanat, Mencozeb, klorotalonil dan sebagainya agar terhindar dari kekebalan hama dan penyakit tanamannya.

Sangat bahaya apabila kita hanya mengandalkan satu atau dua jenis pestisida saja dimana nantinya dikhawatirkan terjadinya, reaurjensi hama , ledakan hama dimasa mendatang.

ANTRAKNOSA CABE DAN CARA PENANGGULANGANNYA

Penyakit busuk buah antraknose pada cabe merupakan,  penyakit nomor wahid cabe , bahkan ada anekdot yang beredar di masyarakat bahwa berapaapun harga obatnya akan petani beli asalkan penyakit pateknya bisa terkendalikan. Serangan patek atau antraknosa ini mampu menghapuskan  impian petani untuk memetik hasil yang berlimpah, bahkan tidak jarang justru menimbulkan kerugian padahal pada saat tertentu, harga cabai sedang tinggi.

Penyakit antraknose  disebabkan oleh serangan cendawan,   Colletotrichum capsici (Syd.) Bult. Et. Bisby, C. gloeosporioides dan Gloeosporium piperatum Ell.et.Ev

Morfologi dan daur penyakit  : Colletotrichum capsici mempunyai banyak aservulus, tersebar di bawah kutikula atau pada permukaan, berwarna hitam dengan banyak seta. Seta berwarna coklat tua, bersekat, halus dan meruncing ke atas. Konidium berwarna hialin, berbentuk tabung (silindris), ujung-ujungnya tumpul atau bengkok seperti sabit. Konidium dapat disebabkan oleh angin. Cendawan pada buah masuk ke dalam ruang biji dan menginfeksi biji, sehingga dapat menginfeksi persemaian yang tumbuh dari benih yang sakit

Perkembangan penyakit sangat baik pada suhu 30 °C dan kondisi yang kelembabannya tinggi.

Prinsip kami tiada teori tanpa PRAKTEK, bahkan dari teori teori tersebut kami coba kembangkan secara simultan, terus menerus dan saling kait mengkait. Pada artikel kali ini kami melanjutkan pemantauan dan pembahasan dari tanaman cabe mitra kami dari Nias Selatan, yaitu pak Dachi. Tanaman yang ditanam pada tanggal 27 Maret  2018 , saat ini masih terus tumbuh dan berkembang tanpa halangan yang berarti. ( Catatan ada terkena layu , 1 persen saja)

Tanaman yang saat ini sudah petik hingga 12 kali dengan interval pemetikan seminggu dua kali . Hal yang menarik perhatian dan analisa dari mitra kami di Nias Selatan ini yaitu, kondisi buah periode ke dua yang mulai bermunculan disaat buah periode pertama masih lebat.

Tetapi perlu di waspadai karena biasanya daya tahan , buah periode kedua ini pada umumnya lebih rendah dibandingkan dari buah pertama. Harga saat ini punkelihatannya mulai beranjak naik, waktunya untuk merawat tanaman secara lebih intensif lagi.

Pada saat ini di bulan bulan kering , memang tingkat kelembaban cuaca tidak terlalu tinggi, di karenakan curah hujan walaupun masih ada, tetapi tidak seintensif  seperti di akhir tahun. Hal ini tentunya sangat mendukung program ‘pemeliharaan buah kedua ‘ yang terhindar dari antraknosa buah . Pemberian fungisidanya pun sebenarnya sangat standar yaitu dengan mencampurkan POCAniL dengan fungisida kimia antara lain, Ridomil, Dithane dan antracol saja . Pemberiannya disajikan dengan dosis rendah saja yaitu masing masingnya , cukup dengan dosis 1 sendok teh per tangki 17 liter air. Cara aplikasi fungisida tersebut diberikan secara sistem rotasi secara bergantian dan tidak dilakukan secara sekaligus ke 3 macam fungisida kimianya. Semoga bermanfaat….