Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Monthly Archives: Juni 2018

Pengendalian hama dan penyakit dengan mikroorganisme


 

Sebagaimana sudah sering kami kemukakan bahwa yang membantu dalam proses tumbuh dan kembangnya pertanaman cara KPO-KL adalah, ‘mahluk halus’ yang tak kasat mata biasa.  Sebenarnya banyak mahluk halus yang bisa membantu pertanian kita dan alam Indonesia sangat kaya akan mahluk halus tersebut. Secara khusus yang kami gunakan adalah Rhizobacterium. Memang jenis Rhizobakterium ini banyak sekali jenisnya bahkan banyak yang belum tereksploitasi dan tentunya banyak yang belum pula terpublikasikan.

( Baiklah sambil kita mengulas perihal mikroba aktivator tersebut kita ikuti perkembangan tanaman mitra kami dari Kep. Nias Selatan , berupa tanaman cabenya Bp. Daci).

(Tanaman yang ditanam pada tanggal 27 Maret 18 , saat ini sudah makin berkembang dengan buah yang mulai tampak lebat pula).

Sebagaiamana yang kita ketahui, rhizobakterium  dibedakan menjadi dua macam  yaitu , Rhizobakterium yang bisa membantu untuk mempercepat pertumbuhan tanaman dan yang kedua adalah yang sangat berbahaya karena termasuk Rhizobakterium yang merugikan tanaman yang biasa disebut ‘deleterious rhizobcterium. Nah antara keduanya jangan sampai bercampur dan bersatu dalam proses fermentasinya. Apalagi mikroba “deleterious”, mendominasi sehingga ‘mendelete’ menghapus mikroba yang ‘baik’.

(Kami syukuri karena walaupun pak Daci ini petani pertama kali bertanam cabe, tetapi tanaman var. Ladonya sudah ada tanda tanda seperti tanaman petani yang sudah berpengalaman. Hingga saat ini, tanaman berusia 2 bulan lebih 1 minggu).

Mikroba yang terkandung dalam Protektan, Pesnator, Cas dan Pocanil yang diaplikasikan melalui semprotan dan kocoran sebenarnya dapat meningkatkan kualitas pertumbuhan tanaman melalui penambahan  hormon pertumbuhan,kemampuan fiksasi nitrogen dari udara, dan  menghasilkan ‘senyawa’  tertentu yang dapat menekan pertumbuhan, patogen tanaman . 

( Tanaman cabe pak Daci, sehat dengan bantuan  “makhluk halus”, semoga untuk seterusnya tanaman beliau ini, bisa makin membaik dan terhindar pula dari serangan hama dan penyakit).

Banyak sekali jenis mikroba yang tersedia di alam dan belum termanfaatkan, dengan tehnologi yang dimiliki team riset dari  kpo -KL, berupaya untuk mengeksplororasi beberapa jenis yang digunakan untuk fungsi fungsi tersebut diatas. 

Pada tanaman mitra kami ini, kami mencoba memberikan pupuk N dengan  dosis yang rendah saja, hal ini dikarenakan Mikroba yang terkandung baik dalam Protektan dan Biopestis, selain berfungsi sebagai menekan Mikroba penyebab penyakit juga  berfungsi sebagai Fiksasi N2 /Nitrogen. Oleh karena itu tidak perlu lagi pemberian pupuk N dalam dosis tinggi.

Pada saat ini gambar yang tertera diatas, mikroba yang ada dalam Pocanil, mulai di aktifkan…. Bergerak dan berkembang biak dilahan setelah di aplikasikan. Mereka “mikroorganisme tersebut secara aktif menekan pertumbuhan Cendawan Colletotricum sp, penyebab busuk buah /patek.

Agen hayati berupa mikroba tersebut akan terus berkembang biak, asalkan tidak diberi pupuk dan pestisida dosis tinggi. Semoga berhasil pak Daci, seperti mitra mitra KPO-KL yang telah lebih dahulu sukses dengan metode ini.

“Berjalan terus tetap hati hati “….