Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Monthly Archives: Mei 2018

1 2 »

Pengendalian hama dan penyakit Cabe

Pada kesempatan ini kembali Kami mencoba menerapkan metode atau cara klinik pertanian organik dalam menanggulangi hama dan penyakit tanaman secara terperinci dan fokus dalam satu metode. Pola nya jelas tanpa terlalu banyak teori  dan menghindari  spekulasi yang tinggi.

Pola pengendaliannya berdasarkan satu pola saja dan tanpa melakukan pola perbandingan. Hal ini kami lakukan untuk mengetahui seberapa jauh tingkat efektivitas dalam penanggulangan hama dan penyakit tanaman khususnya tanaman cabe.

Terus terang kami biasa mengalami kesulitan dalam penanggulangan masalah hama dan penyakit apabila polanya dicampur baurkan baik dengan yang berbahan kimia atau yang berbahan organik dan di luar jalur yang disarankan. Oleh karenanya Kami mencoba fokus pada Mitra yang pola pertahanan nya masih seperti “sehelai kertas putih”.

Hari ini Mitra Kami adalah Bapak Dachi dari desa Idala Jaya, Kec.Maniomolo Kab.Nias Selatan. Varitas yang digunakan adalah lado sedangkan pindah tanam dilakukan pada tanggal 27 Maret 2018.

Secara intensif Kami mencoba memantaunya dari waktu ke waktu dan melakukan pembahasan secara intensif pula. Kami mencoba memberikan konsep bertani secara aman hati-hati tetapi tetap berharap produktivitas yang tinggi.

Kondisi tanaman pada saat memasuki bulan kedua terlihat tanaman sudah semakin subur dan terhindar pulang dari masalah hama dan penyakit tanaman. Dalam hal ini kami mencoba secara aktif memaparkan Bagaimana mengendalikan hama trip dan Tunggal dengan menggunakan protektan yang di mix dengan insektisida kimia dosis rendah.

Kami juga mencoba menjelaskan kepada Mitra Bagaimana cara mengendalikan ulat dan lalat buah cara mudah dan simpel dengan penerapan PeSnator

Yang dicampur dengan insektisida ulat berbahan aktif profenofos atau metomil tetap dengan dosis rendah.

Usia tanaman yang mendekati 2 bulan kami terus berupaya untuk mengendalikan masalah penyakit busuk buah atau pakai dengan mengandalkan penggunaan pocanil yang ditambahkan dengan fungisida kimia yang berbahan aktif mankozeb dan klorotalonil itu pun tetap dalam dosis yang rendah.

Memang di sini diperlukan kerja sama yang seksama antara Mitra kpo -kl dengan mentornya. Agar terjadi keseimbangan dan kesinambungan pertanaman agar sehat dan selamat sampai akhir masa tanam kelak.

Semoga berhasil pak Dachi…..Pengalaman pertama mengendarai , pola kpo KL.

PENGENDALIAN BUSUK DAUN Pada MELON

Busuk daun pada Melon, merupakan penyakit utama yang bisa menghambat pertumbuhan dan produktivitas tanaman .

Penyakit busuk daun ini atau lebih tepatnya disebut penyakit Bercak daun Cercospora sp, bisa menyebabkan tanaman gagal total, terutama apabila serangan sudah terjadi di awal awal masa pertumbuhan.

Cara mitra kami dari Karangrejo Magetan Jatim yang  beberapa waktu lalu mengikuti kegiatan pelatihan di Tempat KPO KL di Garut, adalah dengan cara aplikasi Pocanil  plus Fungisida kimia seadanya.

Selain itu kami juga menyarankan  aplikasi Cas dan Pocanil yang dikocorkan dengan  Calsium.

Dan cara tersebut beberapa petani mitra yang berhasil membuahkan 3 buah perbatangnya. Mas Khoirul diantaranya mitra dari Karangrejo yang berhasil panen besar, setelah lulus dari mengatasi busuk daun tanamannya.

Hasil yang menggembirakan ini, karena mas Khairul ini, merupakan pendatang pemula di dunia permelonan, tetapi dengan konsistennya dalam menerapakan metode kpo KL, mas Khairul, berhasil panen besar.

Dari jumlah 3000 batang, dengan harga yang bagus di awal Bulan Ramadhan ini dan juga jumlah 2-3 buah perbatangnya menyebabkan mitra panen besar dan memperoleh Rp.60 juta,( yang di beli secara diborong).

Daun yang masih “utuh” di fase akhir masa tanam 59 hari , hal ini menunjukkan tanaman bertahan dan tidak terkena penyakit busuk daun . Buah juga sudah “ngenet”,  dan yang terpenting lagi, Tanaman pada tanggal 23 Mei 18, sudah terjual…tuntas. Perlu bukti dalam mengatasi busuk daun, dan mitra mitra kami di Magetan membuktikannya. Sukses !!!

Perbandingan Produktivitas, antara tanaman yang tinggi dan yang pendek

Perkembangan tanaman Bapak Tatang hingga saat ini masih terus berproduksi dan tunas-tunas masih berkembang dan masih menghasilkan buah buah yang banyak.

 Tanaman ini hingga saat ini hasil petikannya sudah mencapai rata-rata 1,3 kg per lobang tanam.

Kondisi tanaman masih segar dan bertahan dan kami berharap tanaman ini terus berproduksi dalam masa ketik yang panjang.

Sementara itu penerapan yang dilakukan oleh Mitra kami saudara Adi hasilnya hingga saat ini sudah mencapai 0,6 kg per batang.

Kondisi tanaman memang masih segar bugar tetapi karena jumlah ruas percabangan agak kurang dibanding dengan tanaman yang tinggi seperti halnya tanaman Bapak Tatang. Namun walaupun demikian dengan jumlah petikan ke 14 ini, hasil sudah bagus, dan masih berpotensi untuk berproduksi selanjutnya.

Hingga saat ini bisa kita simpulkan bahwa tanaman yang memiliki ruas percabangan yang banyak jelas memberikan kontribusi buah yang banyak pola.

Bisa kita simpulkan dari Hasil tersebut di atas bahwa tanaman yang kurang tinggi jelas potensi hasilnya masih di bawah potensi hasil tanaman yang memiliki percabangan yang banyak dan tinggi.

Pada tanaman yang memiliki pertumbuhan yang tinggi potensi untuk berbuah lebih banyak masih terus ,ada. Hal ini sekaligus mematahkan image bahwa tidak perlu tanaman terlalu tinggi yang penting buahnya lebat ,kalau prinsip kami justru mengharapkan tanaman yang tinggi dan berbuah lebat itu menghasilkan produksi yang berlipat ganda.

Silahkan anda mencobanya sendiri kemudian lakukan perbandingan antara dua Vigor tanaman tersebut.