Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Daily Archives: 9 Januari 2018

ANTRAKNOSE CABAI (2)

Kami kembali mencoba membahas, hasil dari perlakuan yang telah kami kelola bersama dengan mitra kami dari Tapanuli Selatan. Kami sengaja untuk memaparkan perkembangan dari daerah yang sama, karena mitra kami dari daerah tersebut saat ini, kami evaluasi sudah dapat mengendalikan penyakit yang biasanya meluluhlantakkan pertanaman cabe.

Kalau kita lihat gambar yang dikirim tertanggal 1 Januari 2018 diatas sekali lagi menunjukkan bahwa tanaman yang masih muda,karena terlihat dari kondisi batang yang sudah lumutan. (Usia tanaman hingga saat ini memasuki bulan ke 7).

Kondisi tanaman pada saat usia sekitar 6 bulanan , masih menunjukkan performa yang masih segar , yang mana tanaman hingga saat ini minggu pertama bulan Januari, sudah petik 1.2 kg per batangnya.

Adapun tehnik yang kami terapkan adalah dengan pengelolaan tanah dan tanaman seawal mungkin.Karena menurut paham kami, Antraknose itu sendiri terjadi akibat pengelolaan yang kurang tepat sejak awalnya.

Tarik ulur atau dalam bahasa istilah kami “Gas dan Rem” nya sudah harus terkontrol sejak awal penanaman. Pemberian perlakuan yang keliru pada suatu waktu, bisa berakibat fatal pada kondisi ketahanan tanaman.

Jadi penekanan dalam pengendalian Antraknose itu sendiri merupakan suatu proses Akumulasi dari perlakuan satu ke perlakuan berikutnya. Pemberian Pocanil (dari KPO-KL) plus penambahan fungisida kimia yang bersifat Sistemik dan Kontak dengan dosis cukup 0.3 mili/gram per liter air, selama ini cukup efektif dalam mengendalikan antraknose tersebut ( seperti terlihat dalam hasil penerapan kali ini).

Kita memerlukan agar tanaman tahan terhadap antraknose tetapi disatu sisi kita pun masih perlu perkembangan tunas yang terus meninggi agar bisa masuk dan bertahan untuk periode ke duanya.

Selain itu menekan populasi cendawan Colletotricum sp, perlu dilakukan dengan perlakuan Antagonis melalui penambahan Mikrobanya.