Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Monthly Archives: Januari 2018

1 2 3 4 »

LAYU TANAMAN (2)

Bersyukur tiada terhinga karena tanaman, mitra yang sudah terendam air beberapa kali, kondisinya hingga tanggal 11 Desember 2017 , masih bertahan bahkan bisa panen .

Hujan masih terus terjadi dilokasi mitra kami ini hingga pada saat tanggal tertera diatas.

Kondisi tanaman masih bertahan 90 persenan , pada saat setelah petikan ke -4, pada tanggal 25 Desember 2017 tersebut.

Bahkan informasi yang kami dapatkan hingga tanggal 27  Desember 2017 , layu akibat terlalu basahnya perakaran, sudah berhenti.

Transkrip scren shoot, percakapan kami dengan mitra dari Aceh sengaja kami tampilkan untuk menggambarkan kondisi yang sebenarnya.

Hingga tanggal 31 Januari 17, kondisi masih bertahan 80 persen , dimana tanaman sempat terendam dari jam 4 sore sampai jam 8 pagi baru surut,  dan terjadi hingga 4 kali walaupun intensitas banjir ke dua ketiga dan ke empat tidak selama yang pertama.

Hingga awal tahun 2018, tanaman yang sempat tergenang aliran sungai KUTABALANG Kab. Bireun ACEH  ini, masih bertahan dan produktif .

 

 

 

Kami bersyukur ternyata efek Protektan dan CAS, berdampak  bukan hanya untuk menghindari kelayuan akibat Fusarium tetapi juga untuk menghindari kelayuan akibat kelembaban yang tinggi akibat  tergenangnya air.

Berusaha dan berdoa semoga , berhasil  pak Hanafi !!!

LAYU TANAMAN (1)

Selain diakibatkan oleh cendawan Fusarium sp atau bakteri Pseodomonas sp , layu bisa juga diakibatkan oleh membusuknya akar karena faktor  fisiologis seperti akibat kebanjiran atau terlalu ternaungi sehingga sinar tidak bisa masuk atau bisa pula akibat justru kekurangan unsur hara.

Pada kesempatan ini kami memberikan ilustrasi dari wilayah Birieun Aceh. Mitra kami kali ini yang kami bahas adalah sdr. Hanafi Samer yang kami dampingi sejak akhir bulan agustus 2017 kami bersinergi dengan mitra senior kpo-KL dari  Aceh Pidie.

Tanaman  cabe yang di tanam adalah varietas TM 999 penanaman dilakukan pada tanggal 17 September 2017, kondisi tanaman sehat walafiat hingga dua bulan pertama.

Bahkan pada saat usia tanaman dua bulan lebih seminggu kondisinya pun sehat sehat saja, bahkan sudah memperlihatkan ‘tanda tanda ‘lebatnya buah. Dalam posisi demikian kami melakukan pola, masih dalam posisi ‘berlari kencang’…

Bencana tak dapat ditolak, hujan deras hampir setiap hari sehingga pada tanggal 2 Desember 2017, terjadi “tsunami’ kecil pada areal pertanaman mitra kami pak  Hanafi ini . Tanaman mitra kami terendam dalam beberapa jam, bahkan semalaman ,kurang lebih 8 jam terendam air secara terus menerus.

Beginilah kondisi tanaman cabe pak hanafi pada saat terendam air….Memprihatinkan…

 

Tanaman terendam sekitar 3 kali dari akibat meluapnya sungai di dekat areal pertanaman mitra kami ini. Informasi yang kami dapatkan dua hari kemudian, sungguh diluar dugaan, pertolongan dari yang Maha Kuasa, sangat  kami syukuri…Ternyata tanaman terhindar dari kelayuan total. Sementara informasi yang kami dapatkan, tanaman petani lain disekitarnya, nyaris habis…akibat busuknya perakaran dan kemudian layu.

Betapa bersyukurnya kami karena tanaman mitra kami ini terselamatkan, memang walaupun ada yang layu tapi persentasenya masih taraf wajar. Dari catatan yang ada , sanda ecara ikhtiar yang kami lakukan adalah , dua minggu sebelum kejadian musibah banjir tersebut, kami melakukan metode “kopling’ dengan memberikan pengecoran Pupuk Cas dan Protektan, untuk menghindari kelayuan yang pada saat itu terdapat tanda tandanya.

Benar benar suatu anugrah bagi kami dan mitra, karena dengan meminimkan penggunaan pupuk Kimia sambil memberikan mikroba mikroba yang terkandung dalam Protektan dan Cas, secara ‘lahiriah’ tanaman menjadi lebih tahan genangan air secara masif dalam beberapa hari tersebut.

Kesimpulan  yang bisa kami ambil dalam kejadian ini adalah, dengan aplikasi Protektan dan pupuk CAS ,terbentuk suatu ketahanan khusus tanaman terhadap kondisi yang lembab akibat kebanjiran tersebut.

LAYU FUSARIUM

Kami kembali mencoba mengulas, gambar kiriman dari mitra kami dari Tapanuli Selatan, yang hingga saat ini tanamannya sudah mencapai  7 Bulan.

Tanaman ini yang ditanam pada tanggal 20 Juni 2017, sebagai mana yang kami sampaikan secara berseri dari waktu kewaktu. Mitra kami ini dengan senang hati, memberikan testimoni hasil penerapannya hingga tanamannya bertahan hingga  saat ini, sudah berproduksi  dikisaran 1.3-1.4 kg per batangnya.

Tanaman dan buahnya diusia ‘senja’tersebut masih produktif dan bisa dikatakan terjagfa dari serangan layu akar, akibat cendawan Fusarium Sp yang ‘menyeramkan ‘tersebut. (Hingga saat ini, mitra kami melaporkan sudah 28 kali petikan.)

Bahkan pada beberapa ruas, masih ada pada percabangan tanaman yang mengasilkan 3-4 buah pada tangkainya, padahal saat ini, buah sudah memasuki tahapan “pembungaan kedua” . Konsep kami dalam pengendalian penyakit layu fusarium ini adalah dengan menggunakan pengocoran Mikroba yang ada pada Pupuk CAS dan Protektan.

Bisa kami katakan bahwa tanaman mitra kami ini termasuk yang ‘lulus ujian’ dalam menghadapi serangan penyakit yang langsung mematikan tersebut. Informasi yang kami dapatkan dari sentra cabai Sumatera Utara, diwilayah Batubara, saat ini,  penyakit ini menjadi kendala utama pada pertanaman cabe keriting ini. Bagaimana tidak informasi yang kami dapatkan, ribuan petani tanaman cabenya banyak yang dipetik hijau karena terserang ‘layu sebelum berkembang’.

Saat ini harga cabai di Sumatera Utara, masih bisa dibilang tinggi, hal ini diakibatkan salah satunya serangan dari penyakit cendawan Fusarium ini.  Intinya walaupun tanaman mitra kami ini, ada serangan cendawan juga, tetapi masih dalam tahapan yang wajar, hal ini terlihat dari masih  produktifnya tanaman dan masih menghasilkan pundi pundi perbendaharaan ‘kas rumah tangga’.

Kami berharap mitra kami ini Bp. Harahap ini , bisa terus bertahan dan  masih memberikan kontribusi untuk penanaman tanaman cabe Selanjutnya yang jumlahnya diperbanyak.

Semoga makin sukses mitra mitra KPO-KL di Sipirok dan juga mitra mitra lainnya dimanapun berada.