Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Monthly Archives: Desember 2017

1 2 »

BIAYA TANAM CABE, MAHAL?

Beberapa waktu yang lalu, kami secara bersama sama dengan mitra kpo KL dari Solok Selatan, menerapkan pola pertanian cara KPO KL. Mitra kami ini bisa dibilang pemula, karena profesi awalnya Bapak Ilham ini sebagai pengusaha toko Emas di Solok Selatan.

Screenshot_2017-12-26-12-20-54-32

Kami mencoba mendampingi dari awal hingga waktu saatnya panen.  Dan tidak usah khawatir mitra petani , proses pendampingan dalam menerapakn pola KPO KL ini, tidak dipungut biaya sepeserpun.

Screenshot_2017-12-26-12-21-11-96

Diatas ini sebagian hasil yang diperoleh dari penerapan mitra pemula kami pada saat itu. Sedangkan hitungan sampai akhir ditotalkan kurang lebih 250 jutaan. Adapun jumlah tanaman dikisaran 6000 batang saja. Hal yang kami syukuri adalah awal penanaman dengan cara kpo KL ini, mitra tidak mengalami kerugian  sebagaimana yang sering terjadi pada petani pemula dengan metode try and error nya, walaupun mitra tsb baru dan sangat pemula sekali.

Screenshot_2017-12-26-12-12-39-91

Adapun biaya total yang dikeluarkan setelah menggunakan pola kami ini adalah dikisaran Rp.4000  saja per batangnya, sedangkan kebutuhan penggunaan produk dari kpo KL untuk 6 jenis produk dalam satu musim tanamnya dikisaran 600-700 rupiah per batangnya.

Dari hitungan kebutuhan bertanam cabe cara kpo KL,  biaya total dan biaya PAKETAN PRODUK dari kpo KL ,terbilang mahal?

Screenshot_2017-12-26-11-36-58-95

Nah….saat ini mitra kami tersebut, menanam dengan jumlah tanaman yang lebih sedikit dari jumlah sebelumnya, adapun hasil yang telah diperoleh sampai dengan saat ini tanggal 21 Desember 2017 sudah mencapai 2500 kg dengan rataan harga di Sumatera dikisaran  30-40 ribu per kg nya.

Screenshot_2017-12-26-11-36-02-53

Hasil tersebut masih dalam kondisi tanaman masih segar karena baru dilakukan sebanyak 10 kali petikan ( Sesuai dengan informasi yang dikirimkan mitra via screenshot  WA nya).

Screenshot_2017-12-26-11-35-50-57

Kalau melihat potensi buah yang masih lebat dan harga yang masih bagus didaerah Dumai ini( Lokasi dimana saat ini Bp. Ilham berbudidaya cabai Var. Bukit Tinggi) , sepertinya pundi pundi  tabungan Masih terus bertambah.

Hitungan kasar hingga saat ini hasil yang diperoleh di musim kali ini, diperkirakan sudah dikisaran 80- 90 Jutaan, dan semoga makin bertambah.

Nah …kalau analisa biaya produksi yang dikeluarkan dengan biaya yang digunakan dengan paket kpo KL yang hanya dikisaran 600-700 rupiah per batangnya apakah termasuk mahal dibandingkan potensi hasil 1 kilo per batangnya (harga Rp 35.000- Rp. 40.000 per kg nya)   . Sementara kontribusi yang di berikan , dibandingkan dengan hasil yang diraih, sangat Signifikan.

Semoga sukses dan  berkah !!!

AGAR JARINGAN TANAMAN TIDAK CEPAT, TUA

Kembali kami memaparkan hasil real penerapan mitra kami secara berkelanjutan dari Sipirok Tapanuli Selatan Sumatera Utara.

Tidak ada rekayasa gambar dan hasil dari artikel ini.

Screenshot_2017-12-19-11-51-29-29

Kami mendapatkan kiriman gambar bahkan video pendek dari tanaman cabe Var. Red Kris nya pak Harahap yang ditanam pada tanggal 20 Juni 2017 ini.

Screenshot_2017-12-19-11-51-48-38

Tanaman yang sudah mendekati 6 Bulan ini (pengiriman gambar tanggal 16-17 Des 2017), saat ini sudah mencapai rata rata 1 kiloan per batangnya. Tetapi walaupun tanaman sudah 6 bulan, kondisinya masih terlihat segar bugar bahkan seperti tanaman yang berusia 3-4 bulan saja. Tanaman mitra kami ini telah petik sebanyak 17 kali.

Screenshot_2017-12-19-12-57-41-05

Sementara itu ada mitra kami dari Jember Jatim yang tanamannya masih muda belia tapi justru seperti tanaman yang sudah tua. Hal ini salah satu adalah akibat pemberian pupuk kimia MKP yang TIDAK PERNAH kami rekomendasikan sama sekali.

Screenshot_2017-12-19-11-52-02-62

Secara genetik dan Fisiologis  Tanaman sebenarnya tidak memerlukan pemberian pupuk NITROGEN , PHOSFAT dan KALIUM tinggi apalagi yang berasal / sumbernya dari bahan KIMIA .

Screenshot_2017-12-19-11-52-08-37

Tanaman yang diberi pupuk kimia yang berlebihan hanya akan membuat pertumbuhan seperti “terhentak” saja. Ibarat sedang naik kendaraan , yang dipacu secara cepat kemudian di Rem secara tiba tiba dan demikian secara berulang ulang hanya akan menyebabkan kendaraan cepat rusak dan cepat aus.

Screenshot_2017-12-19-11-52-20-09

Tanaman pun demikian, pemberian pupuk Nitrogen  atau Phosfat dan KALIUM seperti ( Sp 36, TSP dan MKP) hanya akan menyebabkan jaringan tanaman cepat menua .

Screenshot_2017-12-19-11-53-06-13

Disinilah terlihat bahwa tanaman yang tidak dipaksakan menua terlihat tunas tunas nya masih terus meninggi walaupun sudah berusia senja.

Screenshot_2017-12-19-12-00-14-51

Memang diperlukan “keterampilan dari driver”, untuk menerapakn kapan “timing” nya kita memberikan Gas pelan tapi pasti kapan kita over kopling  ke gigi yang lebih rendah atau bahkan meninggi .

Hal ini kami berbagi pengalaman dengan mitra mitra dan bagi petani yang mau dan bersedia. Kami berbagi pengalaman secara kontinyu  dan berkesinambungan dengan mitra mitra kami tersebut termasuk dalam hal usaha agar tanaman tetap “ever green”.

Semoga berhasil pak Harahap Tapanuli Selatan, jangan lupa untuk berbagi pada petani lainnya.  Kami setiap waktu selalu menekankan pada mitra mitra agar terus berbagi ilmu dan pengalaman pada petani lain yang , mau dan memerlukannya.

Sukses  bersama ,selalu.

BERTANAM CABE TANPA PUPUK KANDANG

Kali ini kami lanjutkan pemantauan pengamatan kami pada tanaman cabe mitra kami dari Sipirok Tapanuli Selatan, yaitu pada tanaman bapak Harahap.

FB_IMG_1512360418075

Tanaman mitra kami ini hingga saat gambar ini dikirim pada tanggal 2 Desember 2017 sudah berusia 5.5 bulan (Pindah tanam tanggal 20 Juni 2017).

FB_IMG_1512360433549

Kondisi tanaman hingga saat ini sudah petik 16 kali dengan hasil  sudah mendekati 1 kg per batangnya ( sekitar 0.95 kg per batangnya.)

FB_IMG_1512360442319

Hasil demikian sudah sangat menggembirakan kami dan mitra kami, karena produktivitas tanaman masih sangat segar walaupun usia tanaman sudah cukup “desawa”.

FB_IMG_1512360451092

Ada hal yang agak berbeda pada tanaman yang kami kelola pada saat ini yaitu, tanaman di tanam tanpa PUPUK  KANDANG Sama sekali.

FB_IMG_1512360461678

Tanaman hanya menggunakan pupuk dasar kimia dengan dosis rendah saja.

FB_IMG_1512360469195

Memang hal ini, baru pertama kali kami terapkan secara langsung di Lapangan, tapi rupanya hal demikian akan kami coba kembangkan secara lebih meluas dikemudian hari.

FB_IMG_1512360501358

Kalau pada beberapa waktu yang lalu , kami sempat membahas hasil penerapan KPO KL yang tidak menggunakan pupuk KIMIA sama sekali saat ini kami mencoba mengebangkan metode tanpa Pupuk KANDANG sebagai pupuk DASAR.

Semoga saja berhasil pak Harahap, dan bisa menjadi  inspirasi bagi mitra lainnya. Setidaknya bisa menghemat biaya pengangkutan dan bagi mitra yang lokasinya jauh dari sumbet pupuk kandang.

KPO KL Terus melakukan inovasi, sehingga secara bertahap terus menemukan metode standar yang pembiayaannya  irit, aman  dari hama dan penyakit, berusia panjang ,  sehat  dan yang terpenting lagi tanaman  berproduktivitas tinggi.