Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Monthly Archives: Juli 2017

1 2 »

Virus kuning dan Keriting daun , Menjauhlah

Tanaman pak Tengku Sopyan yang ditanam pada tanggal 14 Juni  saat ini pertumbuhannya pun sangat pesat efek dari Protektan Biopestis dan Pormik sangat nyata Pada pertumbuhan tanaman cabe varietas lado dan tm99 ini.

IMG-20170729-WA0017

Mitra yang baru pertama kalinya bercocok tanam cabe ini hasilnya sampai saat ini sangat menggembirakan dan kami berharap hasil berikutnya semakin memuaskan pula.

IMG-20170729-WA0011

Musim panas saat ini sedang melanda daerah  Jawa barat, terutama daerah Bekasi dimana lokasi penanaman tanaman ini dilakukan, tetapi kami syukuri, tanaman mitra kami ini, kondisinya sehat dan terhindar dari keriting daun dan virus kuning.

IMG-20170731-WA0167

Penerapan metode KPO_KL secara “murni dan konsekuen”, hasilnya bisa terlihat pada lembaran artikel ini,  hasil bukan rekayasa.

IMG-20170731-WA0165

Tanaman mitra kami ini walaupun pekerjaan taninya dilakukan tidak full, karena sebagian waktunya lagi beliau ini bekerja sebagai karyawan di perusahaan  PT. Mondelez Internasional.

IMG-20170729-WA0010

Gejala virus kuning, yang menunjukkan gejala mulai pulih….

IMG-20170729-WA0015

Tanaman tidak di wiwil sama sekali….

IMG-20170729-WA0021

Daunnya segar dan terhindar dari keriting daun juga….

IMG-20170729-WA0017

Semprotan Protektan , Biopestis dan Pesnator, terlihat hasilnya walaupun musim saat ini sedang terik teriknya.

IMG-20170729-WA0030

Penambahan sedikit insektisida kimia dengan dosis hanya 5 mili per tanki 17 liter saja, hasilnya… …Virus kuning dan keriting daun , menjauh….

Dengan Metode KPO-KL ini, Petani pemula saja  bisa mengendalikan kedua jenis gangguan pada tanaman cabe tersebut.

.

TANAM CABE PADA KONDISI CUACA EKSTREM

Tanam cabe pada kondisi cuaca ekstrim istilah ini sering sekali kita dengar khususnya pada petani petani yang sudah senior dalam budidaya tanaman cabe ini ada sebagian petani yang sudah Malang melintang di dunia pecabean mereka justru membudidayakan tanamannya disaat kondisi cuaca tidak menentu . Hal ini dimaksudkan karena pada dasarnya mereka sudah mempunyai kiat-kiat khusus dalam mengantisipasi dan  mengelola tanaman cabe pada kondisi cuaca ekstrim tersebut .Pada kesempatan ini kami mencoba mengulas salah seorang Mitra Junior yang baru terjun di dunia pertanian beliau bernama Bapak Yance yang berasal dari Sulawesi Utara tepatnya dari Tomohon , 3 tahun yang lalu beliau baru saja pensiun dari pekerjaannya sebagai PNS   yang berkantor di Lapangan Banteng Jakarta dan  saat ini beliau pulang kampung dan menjadi petani untuk mengelola lahan yang beliau miliki.

pak yantje

Semangat belajar dan bekerja patut dicontoh oleh generasi muda saat ini Bagaimana tidak walaupun usia Beliau tidak muda lagi tetapi semangatnya patut diacungi jempol . Secara khusus pada tanggal 22 Mei 2017 beliau berangkat dari Sulawesi Utara menuju Garut Jawa Barat untuk mengetahui secara detail perihal budidaya tanaman berbasis organik cara  KPO-KL,  setelah kurang lebih diaplikasikan selama 3 bulan kondisi tanaman cabe  yang Pak Yance  kelola   hasilnya seperti terlihat dalam rangkaian artikel kami ini.

IMG-20170717-WA0128

Kunjungan Bapak Drs. Yantje Tulangau, Amd , ke tempat pelatihan  KPO-KL, pada tanggal 22 Mei 2017.

IMG-20170716-WA0068

Tanaman cabe yang ditumpang sarikan dengan tomat pak Yantje ini dipindahtanamkan pada tanggal  25 April 2017, pada saat dokumentasi gambar diatas dilakukan sepulang dari KPO-KL di garut- Jabar.

(Gambar diambil pada Bulan Juni 2017)

pak yantje 10 juli

Tanggal 9 Juli 2017, pak Yantje memposting kembali, tanaman cabe rawitnya yang saat ini , kondisinya sudah semakin tinggi dan terhindar dari hama dan penyakit yang dikhawatirkan pada saat kondisi cuaca ekstrim antara lain, busuk buah, keriting daun dan virus kuning.

IMG-20170716-WA0069

Kondisi tanaman pak Yantje Tulangau pada tanggal 15 Juli 2017, pada saat tanaman belum genap 3 bulan ini, pak Yantje sudah petik rawitnya sebanyak 3 kali.

IMG-20170716-WA0069

Metode yang dipelajari selama dua hari saja, di Garut, saat ini sudah langsung bisa diterapkan di Lapangan….. Kalau dulu pak Yantje bertugas di LAPANGAN BANTENG, saat ini beliau menikmati masa pensiunnya di LAPANGAN KEBUN.

Semoga sukses pak untuk seterusnya, walaupun kondisi cuaca ekstrim tidak menentu, kadang panas, hujan kemudian panas lagi, yang penting,  metode bercocok tanam secara mudah dan murah cara kpo-KL sudah di kuasai, kita berharap, tanamannya tetap sehat bertahan dan berproduksi tinggi.

Kalau dahulu, pak Yantje hanya melihat lihat saja hasil cara KPO-KL,yang tingginya 2.5 meter, nah saat ini…pak Yantje mulai melihat dan memeliharanya sendiri… Semoga sukses  OPA !!!

.

PENANGGULANGAN HAMA WERENG BATANG COKLAT (WBC), PADA TANAMAN PADI

Hama wereng ini, beberapa waktu ini sedang menjadi tranding topik di dunia pertanian. Secara khusus kami KPO-KL, mencoba mengumpulkan data dari berbagai sumber, diantaranya dari pihak pemerintah dan juga dari akademisi, terutama dari  tim Peneliti IPB.

Selain itu sebagai mana biasa, kami selalu menyertakan hasil penerapan dari mitra kami didaerah untuk melengkapi, teori dan metode ala KPO-KL.  Kali ini hasil penerapan kami ambil dari mitra muda Sdr. Azizs Ibnu Thufail, dari Kec. Leuwimunding – Kab. Majalengka -Jabar. Seluruh gambar diambil , pada minggu pertama dibulan Juli 2017. Kondisi tanaman padi varietas Sertani 14 , diambil gambarnya beberapa hari  menjelang panen.

IMG-20170704-WA0161

Hama wereng batang cokelat telah mengancam produksi padi di berbagai negara di dunia sejak tahun 1970an. Dalam periode 2010-2013, ledakan hama wereng merusak lebih dari 3 juta ha padi di Thailand, dan 1,5 juta ha per tahun di China.
Tanpa pengendalian, hama yang berbahaya ini dapat menggagalkan panen padi. Pengendalian dengan insektisida terbukti merusak lingkungan dan memicu ledakan serangan. Penyebab berkembangnya hama wereng cokelat antara lain perubahan biotipe. Varietas unggul yang semula dinyatakan tahan hama wereng cokelat, beberapa musim kemudian berubah tingkat ketahanannya, penggunaan varietas unggul pun, belum menjadi solusi .

IMG-20170704-WA0162

Di Indonesia sendiri, berdasarkan informasi dari Peneliti dan  Dosen IPB, Bp. Hermanu Triwidodo,tingkat serangan  saat ini sudah mampu mengurangi produksi sebesar 2 juta ton . Hmmmm sangat luar biasa tingkat serangannya.

( Kami bersyukur tanaman mitra muda kami ini, tidak terkena imbas serangan  wereng coklat yang bernama latin Nilapurvata lugens. tsb. )

Sebenarnya senior senior kami di IPB, sudah memprediksi akan terjadinya fenomena serangan hama ini seperti yang terjadi pada tahun 2011-2012. Sebagaia mana yang dikemukakan oleh Bp. Hermanu Triwidodo,  hal tersebut dipacu oleh penggunaan pestisida kimia yang tidak terkontrol. ( Ada korelasi positif antara ledakan wereng dengan penggunaan pestisida). Masih kata guru besar IPB tersebut, semakin sering  di semprot, maka peluang terjadinya ‘PUSO” makin besar. nahhh…lho… Jadi harus bagaimana yaa ?

IMG-20170704-WA0166

(Tenaman padi mitra muda kami, “nyaris tak terkena serangan hama penggerek batang tersebut, sementara ada lokasi pertanaman masih disekitarnya yang luasannya sekitar 5 hektar terkena serangan hebat, bahkan sempat dilakukan penanaman berulang ) .

Masih menurut peneliti IPB tersebut,Penggunaan Pestisida dosis tinggi menyebabkan, melemahnya ketahanan Ekosistem sawah, karena matinya serangga musuh alami, kematian mikroba endofit, kerusakan keanekaragaman hayati mikroflora dan mesofauna dan rusaknya jaring makanan yang kompleks disawah.

IMG-20170704-WA0175

Menurut Dosen senior  Hama di Jurusan hama dan Penyakit  Faperta, IPB tersebut, Faktor lainnya adalah penggunaan pestisida yang berlebihan (dosis nya ). Sebabnya “marketing dan distribusi pestisida yang tidak terkontrol, “kekalahan pelayanan pemerintah dibidang pertanian dibanding  kios pertanian dan petani lupa akan pengendalian hama Terpadu (PHT).

IMG-20170704-WA0176

Faperta IPB merekomendasikan penegasan kembali pada Inpres,  No 3 tahun 1986 tentang penerapan PHT dan Pelarangan 57 Jenis insektisida dan pelarangan  terhadap pestisida penyebab Resurgensi wereng pada tanaman padi serta pengalokasian pendidikan petani dan pemberdayaan penggunaan sarana pengendalian RAMAH LINGKUNGAN.

IMG-20170704-WA0174

Kami klinik pertanian organik Kembang Langit, sebenarnya banyak melakukan langkah langkah “sesuai standar “rekomendasi tersebut. Diantaranya, untuk mengindari kritisnya tanah kami menerapkan penggunaan Pupuk Organik Mikro/PORMIK yang diperkaya dengan Mikroba endofit.

IMG-20170704-WA0163

Demikian pula dalam menerapkan Pola  dalam pengendalian hama WERENG PENGGEREK BATANG COKLAT ini, kami menggunakan pestisida yang benar benar alami, adapun penambahan pestisida kimia kami tekan penggunaannya, bahkan cukup dengan dosis dari 3-5 mili per 17 liter air .

IMG-20170714-WA0035

Pendampingan dan pembinaan terhadap petani   kami lakukan  secara intenstanpa adanya alokasi dana khusus /anggaran sedikitpun dari pihak manapun.  Baik dari Pemerintah maupun lembaga lembaga lainnya.

Hasilnya ,jaringan  petani padi kami di seluruh pelosok, kami syukuri, mitra kami bisa dikatakan terhindar dari serangan HAMA  WERENG BATANG COKLAT tersebut.

Selamat kami ucapkan pada khususnya mitra muda kami dari Majalengka, yang tanamannya  dalam beberapa musim tanam ini, sudah mampu menghindarkan diri dari serangan hama tersebut, demikian juga mitra mitra petani padi KPO-KL yang mampu meningkatkan produksi pertaniannya, justru pada saat petani  padi lainnya terpuruk akibat serangan hama tersebut.