Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Monthly Archives: Februari 2017

1 2 »

RAHASIA SUKSES PETANI PEMULA

Maaf mitra semuanya, karena kesibukan kami melayani “pasien” dari mitra yang tanamannya sakit, akibatnya postingan agak terlambat.

PhotoGrid_1488239641094

Kali ini kami melaporkan, kondisi tanaman mitra junior kami , sdr.Khoer dari desa Mekarsari, Cikajang Garut. Kondisi tanaman yang ditanam pada tanggal 10 Oktober 2017, saat ini sudah panen beberapa kali.

PhotoGrid_1488239688262

Seluruh gambar yang dilampirkan pada artikel kali ini diambil pada hari Sabtu tanggal 25 Pebruari 2017, usia pada saat pengamatan 4.5  bulan. Untuk dataran agak tinggi , usia petik menjadi agak lama dan panjang dibandingkan dengan tanaman yang ditanam di DPL yang lebih rendah.

PhotoGrid_1488239679549

Walaupun pemula sdr.Khoer ini, tanamanya aman dan terhindar dari serangan Antraknosa, Patek , busuk buah.  Selain itu tanaman juga terhindar dari Penyakit Layu Fusarium , Lalat buah dan keriting ,Virus kuning.

PhotoGrid_1488239667415

Kalau menganalisa hasil yang dicapai oleh mitra pemula KPO KL ini, kami sangat bersyukur dan bangga karena walaupun baru dua kali tanam cabe, hasilnya bahkan jauh lebih baik dibandingkan dengan hasil yang diperoleh petani petani senior di kampungnya.

PhotoGrid_1488239657417

Bahkan dari pengalaman kami mendampingi petani , baik yang senior maupun yang Junior, baru kali ini, kami mendapatkan hasil yang sedemikian baiknya. Kami berharap semoga dengan hasil yang diperoleh oleh sdr .Khoer yang dalam bahasa Indonesianya berarti, Baik ,menjadi patokan kami untuk melaju lebih cepat dan lebih tinggi lagi.

PhotoGrid_1488239649559

Penerapan yang FOKUS pada satu metode yang dilakukan oleh mitra pemula kami ini, rupanya menjadi catatan khusus bagi kami.

PhotoGrid_1488239641094

Hal ini berbeda kalau pola kami diterapkan oleh petani yang sudah berpengalaman, biasanya hasil yang diperoleh tidak sama dengan hasil yang dicapai oleh mitra pemula. Selidik punya selidik, ternyata pola penerapan yang dilakukan oleh mitra baru dan senior biasanya dilakukan diLUAR standar KPO KL.

PhotoGrid_1488239626838

Biasanya dosis pestisida kimia dan pupuk kimia nya ditinggikan demikian juga jenis pestisidanya di ubah dari saran anjuran.

Jadi mohon maaf kalau petani senior hasilnya belum sesuai harapan , karena pola KPO KL nya di Ubah ubah menjadi tak berpola lagi. Berbeda dengan petani pemula , yang biasanya disiplin menjalankan PoLa.

LIMA KALI TANAM CABE ,LIMA KALI GAGAL !!!

Sudah cukup lama kami tidak memantau perkembangan tanaman mitra kami dari  sebuah kepulauan di Aceh sana . Tepatnya dari kep. Seumelu. Jarak pulau ini cukup jauh, bahkan kalau ditempuh jarak waktunya sekitar satu hari satu malam dari Banda Aceh.

IMG-20170208-WA0079

Mitra kami ini pak   Guru Arwadin yang pernah kami tulis artikelnya di halaman web kami yang lalu. Dicerikan, pak Arwadin ini sebelum menggunakan metode KPO-KL ini, sudah lima kali tanam dan sudah lima kali pula gagal, dengan metode yang konvensional, secara kimia murni.

IMG-20170208-WA0100

Pada halaman artikel ini, seluruhnya diambil gambarnya oleh mitra kami dari kebunnya yang ditanami dengan cabe 3 varietas, yaitu Kiyo, Lado  dan TM. Jumlah tanaman kisaran 2500 batang dan ditanam pada tanggal 20 Oktober 2016.

IMG-20170208-WA0099

Seluruh gambar ini dikirimkan oleh mitra kami pada saat menjelang petikan ke 7, totalan kisaran yang telah dipetik mitra kami ini sudah mendekati 1000 kg. Petikan ke 5 dan ke -6, yang lalu berhasil panen 267 kg dan 245 kg.

IMG-20170208-WA0097

Menjelang petikan berikutnya masih terlihat buah masih banyak dan lebat, dan dengan harga minggu minggu lalu, dikisaran Rp.50.000 per kg, jelas biaya produksi sudah terlampaui.

IMG-20170208-WA0084

Kami ikut bangga dan senang karena mitra kami ini, yang sebelumnya sebelum mengenal metode bercocok tanam cara KPO-KL, mengalami kegagalan secara berturut turut, bahkan berdasarkan penuturan pak Guru di Madrasah tersebut, gagal sampai 5 kali.

IMG-20170208-WA0080

Kalau pada musim sebelumnya tanaman pak Arwadin gagal dalam mengendalikan patek/busuk buah, keriting daun/virus kuning dan layu, saat ini , penyakit penyakit tersebut, terhindarkan.

Semoga kelak di kepualuan Aceh yang nun jauh disana, beberapa musim tanam kedepan, sudah mampu berswasembada pangan diantaranya cabe beras dsb.  Perlu diketahui, selama ini, kepulaun Seumeulu ini, masih mendatangkan sebagian besar bahan pangan dari luar pulau.

pak arwadin

Semoga berhasil pak Guru, kita berbagi ilmu pada petani lain di pulau Seumeulu.  Bisa dibayangkan apabila faktor sumber daya manusianya sudah mumpuni, pulau ini bahkan bisa “ekspor’ ke Banda Aceh atau daerah lainnya.

Kami bermimpi dan berharap juga untuk pulau pulau lain di Indonesia, mampu ber swasembada pangan untuk pulaunya sendiri dan bisa mensuplay ke pulau lain, bahkan ke Negara Lain.

Semoga  segera cepat terwujud !!!

.

INOVASI PERTANIAN, ala KPO-KL, TERUS BERLANJUT

Pertanian kita yang kian hari kian terpuruk , memang banyak faktor penyebabnya dan salah satunya adalah akibat  rendahnya produksi, sehingga supplay produksi sangat minim.

Seperti saat ini, harga cabai rawit masih dikisaran diatas Rp.110.000 per kg nya, apa ngak salah nihh? harga nya hampir setara dengan daging sapi.  selidik punya selidik dari informasi jaringan mitra kami dari seluruh Indonesia, ahl ini diakibatkan oleh , kerusakan tanaman karena busuk buah/antraknose.

PhotoGrid_1486389796631

( Semoga tanaman mitra kami yang berada di Cikajang, tepatnya di desa Mekar sari, Cimanuk- Garut ini, kondisinya aman dan sehat hingga akhir musim tanam).

Penyakit busuk buah/antraknose ini, sudah sering kami bahas dalam artikel artikel sebelumnya. Pada kesempatan ini, kami akan mencoba membahas perihal inovasi , pembaharuan metode dibidang pertanian.

PhotoGrid_1486389807475

( Tanaman mitra kami , pada saat pengambilan gambar 4 bulan kurang seminggu, 3 Pebruari 2017, kondisinya, aman dan ‘sejahtera’ ).

Pembaharuan yang kami lakukan dalam hal ini adalah, dan kami langsung sosialisasikan dengan cara ,penaman SATU BARIS  DITENGAH. Selain itu, yang kami lakukan disini adalah pola, AJIR MINIMALIS.  penggunaan ajir seminimal mungkin, yaitu hanya dibagian tepi, dan selebihnya dipasang  per 3 meter satu batang ajir.  Sebagai penyanggahnya kami, pasang dengan tali samping saja.

PhotoGrid_1486389787063

( Sdr. D .Iskandar, yang sengaja datang dari  Kadudampit, Sukabumi, untuk studibanding dengan pola demikian, dengan posisi yang ditanam satu barispun, paritannya sudah terasa sempit, dengan buah yang sangat lebat) .

Selain itu pola yang kami terapkan yaitu , JARAK TANAM nya hanya sekitar 20-25 cm saja, jarak tanam yang sebenarnya sangat riskan untuk penanaman di bulan bulan basah seperti saat ini.

PhotoGrid_1486389817484

( Kondisi tanaman dilihat dari bawah, dengan tidak membuang tunas lateral, kami syukuri, karena ranting tanaman juga ,masih memberikan buah yang banyak pula.)

Hal lain yang diterapkan oleh mitra  kami , adalah SATU LOBANG DIISI  3-4  bahkan ada yang 5 batang per lobang tanam.  Suplay makanan yang cukup dan sesuai kandungannya, perlu diperhatikan benar agar tanaman tidak kekurangan ‘gizi’.

PhotoGrid_1486389765260

( Kami sangat bersyukur karena tanaman sdr. Khoer yang ditanam dengan pola demikian walaupun ber’himpitan’, tetapi terhindar dari busuk buah /antraknose dan layu.)

 pemberian POCAniL, dan Cas sangat membantu tanaman dalam usaha , ketahanan tanaman agar terhindar dari Antraknose.

PhotoGrid_1486543726373

Sementara itu dengan pola pemberian PROTEKTAN, BIOPESTIS, membantu  tanaman agar tunasnya terus menaik dan meninggi tetapi terhindar dari hama thrips, keriting daun dan virus kuning. Sementara itu , ulat pun sepertinya enggan datang dengan pola penerapan PESNATOR.

Semoga saja pola baru ini, bisa meningkatkan produktivitas tanaman, tetapi ada satu catatan yang perlu diperhatikan pola ini, yaitu sinar matahari, agak kurang mengenai daun tanaman.

Semoga saja, sukses sdr. Khoer  bersama pola  kolaborasi  KPO-KL ini….. Amiiin