Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Monthly Archives: Desember 2016

1 2 3 »

INOVASI BERKELANJUTAN ( SEBUAH REFLEKSI DI AKHIR TAHUN 2016 )

Diakhir tahun 2016 ini, kami masih tetap setia untuk  terus memantau perkembangan tanaman mitra mitra kami, termasuk yang di daerah Mekarsari, Cikajang- Garut ( disekitaran hulu sungai Cimanuk -Garut ).

khoer1

Tanaman mitra kami, sdr. Khoer , saat ini tanggal 31 desember 2016, telah berumur 2 bulan 20 hari.

khoer-6

Kondisi tanaman cabe var. Sedayu ini, saat ini, tampak makin pulih dari permasalahan serangan virus kuning sebagaimana yang terjadi pada saat awal, di’rehabilitasi’ dengan cara KPO-K.

img_20161231_085545oh ya… dalam tahun 2016 ini telah beberapa kali kami mengadakan inovasi inovasi dalam hal tehnis budidaya termasuk diantaranya, pemupukan dasar tanpa menggunakan pupuk kimia sama sekali.

khoer2

Dan….kali ini inovasi kami yang akan kami sodorkan adalah, pola tanam, satu lobang diisi dengan 3-4 batang tanaman cabe. Perihal hasil memang belum kami dapatkan dan belum bisa mengambil suatu kesimpulan apalagi memberikan rekomendasi pada mitra mitra KPO-KL, tetapi setidaknya hingga saat ini, hasil yang diperoleh mitra kami ini, sangat memuaskan

img_20161231_090418

Selain itu, pola yang diterapkan oleh mitra kami ini, adalah pola ‘irit ajir’, dimana kebiasaan petani kebanyakan adalah menanam dengan satu tanaman satu ajir/kayu penyanggah, tetapi kali ini mitra kami mencoba mengubah pola tersebut.

img_20161231_085545

Pola nya per 3 meter hanya diberi 1 ajir saja, sedangkan sebagai penyanggahnya digunakan tali yang dipasang disamping tanaman yang dibentangkan disisi cabe tersebut.

img_20161231_085740

Kami berharap, pola ini nantinya bisa menjadi inspirasi mitra mitra yang lainnya, jadi bisa lebih irit ajir, karena yang ditanam memang cabe bukan ajir…hehe., selain itu dengan pola satu lobang  3-4 batang ini, akan menambah jumlah populasi tanaman dan harapannya , produktifitasnya pun bisa lebih tinggi.

Semoga saja inovasi inovasi antara kami dan mitra,  terus berlanjut  yang arahnya tentunya  makin meningkatkan produktifitas pertanian kita.

DARI SEBUAH PULAU DI ACEH

Ada hal yang menarik yang kami angkat dalam artikel kali ini yaitu lokasi penanaman dari Sebuah pulau di sebelah barat daratan pulau Sumatera .

Tepatnya di sebuah pulau yang berjarak sekitar 150 km dari lepas pantai barat Aceh yang juga pemekaran dari Aceh Barat. Namanya pulau Simeuleu.  Pulau ini, walaupun termsuk wilayah Aceh, tetapi untuk transportasi dan jarak lebih dekat dari Medan, Sumatera Utara.

img-20161226-wa021

Mitra baru kami kali ini adalah, seorang Guru, namanya Bp. Arwadin dari desa Sigulai, Kec. Seumeulu Barat, Seumelu. Aceh.

Bisa dibayangkan, jauhnya jarak dari Medan ke Pulau tersebut !!! Dari Medan ke Pelabuhan singkil ditempuh dengan 8 jam perjalanan kemudian naik kapal Pelabuhan singkil 10 jam, ke labuhan haji 10 jam dilanjutkan dari  pelabuhan Meulaboh 12 jam, dan perjalanan dilakukan malam hari dengan catatan tidak ada ombak besar, waw !!!

img-20161226-wa022

(Var yang digunakan oleh mitra kami dari Kepulauan ini, ada dua varietas yaitu Pm 999 dan Kiyo.)

Dalam penerapan kali ini, kami mencoba bersama sama mengelola pola KPO-KL sejak dari pengolahan lahannya.

img-20161226-wa020

Hingga saat ini tanggal 26 Desember 2016, tanaman yang ditanam pada tanggal 20 Oktober 2016 . berusia 2 bulan kurang semingguan.

img-20161226-wa017

Hingga saat ini kami bersyukur karena, mitra binaan kami kondisi tanamannya,sehat dan terhindar dari penyakit virus kuning, antraknose, dan layu.

img-20161226-wa019

Pembinaan dan pendampingan Total kami lakukan terhadap mitra mitra,  kami terus lakukan dimana ada “sinyal” disitu kami melakukan pendampingan .

img-20161226-wa015

Dan….kali ini, kami menjalin kemitraan menjalin Silaturahmi dengan mitra yang jauh dari Ujung Barat kepulauan Di Nangro Aceh Darussalam.

img-20161226-wa016

Semoga saja pak Guru Arwadin yang sebenarnya sudah kami kenal beberapa musim tanam sebelumnya berhasil dalam menggembangkan tanaman budidaya cabenya.

Kendala tranfortasi dan  suplay produk pendukung ke kepulauan tersebut, sehingga menyebabkan baru musim tanam kali ini beliau bisa bercocok tanam Ala KPO – KL.

SEMOGA BERHASIL pak Guru Arwadin, semoga kedepannya, Pulau Seumeulu bisa menjadi salah satu sentra tanaman cabe dan bisa meng”ekspor” hasilnya ke wilayah Aceh dan Sumatera Utara. Semoga saja pak Guru!!!

BISAKAH MEMBERI PUPUK DAN PESTISIDA ,SECARA TERPROGRAM?

Sebelum menjawab pertanyaan diatas, sebagaimana biasa kami selalu menyertakan hasil penerapan sebagai landasan dari alasan jawaban yang kami akan paparkan.

img-20161226-wa011

Kami kembali menyodorkan hasil penerapan mitra kami dari Candipuro, Lumajang – Jawa Timur, yang dikelola oleh mitra muda, Mas Magfur el Yazid. Gambar tanaman ini dikirimkan tanggal 22 Desember 2016,  setelah petikan ke -6.

img-20161222-wa012

Kami bersyukur karena mitra yang baru pertama kali tanam dengan pola KPO-KL dibawah bimbingan mitra senior kami Bp. Abdul Karim  M.pd, yang juga sekaligus cabang KPO-KL di Krebet – Jember – Jatim.

img-20161222-wa013

Varietas  Imperial 10 yang ditanam dengan cara KPO-KL, saat ini, sudah dirasakan dan dilihat sendiri oleh mitra muda kami yang juga berprofesi sebagai guru di Lumajang tsb.

img-20161222-wa014

Kondisi tanaman tampak  masih segar bugar setelah petikan ke 6, dan walaupun kondisi cuaca sangat tidak menentu, terkadang hujan turun beberapa hari kemudian disusul oleh cuaca panas dalam beberapa hari berikutnya.

img-20161226-wa014

Hari seni 26 Desember 2016, kami mendapat kiriman gambar lagi dari  Bp. Abdul Karim Jember tentang kondisi tanaman mitra di Lumajang. Kondisi tanaman setelah petikan ke 7, masih dalam kondisi sehat “wal afiat”.

img-20161226-wa013

Sebagaimana yang sering kami paparkan dalam metode KPO-KL,  cara kerja yang kami berikan berupa perlakuan dari langkah satu ke langkah berikutnya tidak di “setting” dari awal, tetapi perlakuan diberikan berdasarkan pengamatan terakhir saat akan diberikan perlakuan berikutnya .

img-20161226-wa012

Ya….kata kuncinya, adalah : PENGAMATAN TERAKHIR , pada saat perlakuan akan diberikan, tidak diprogram SEJAK AWAL.

Jenis suatu pupuk dan pestisida , berdasarkan klasifikasi kami ada yang cocok di musim hujan ada yang cocok di musim panas, nah kira kira apa jadinya apabila pupuk dan pestisida tersebut sudah diprogram SEJAK AWAL???

Jadi menurut kami, pada pola budidaya pertanian tidak bisa dilakukan COPAS ( Copy Paste ) dalam langkah langkah perlakuannya.

Apa jadinya apabila PROGRAM pemberian yang tertulis dan diprogramkan pada usia tanaman  “X -Hari” setelah tanam  (  kondisi pada saat tersebut musim panas) , kemudian di COPAS pada musim tanam berikutnya, dan ternyata pada hari yang sama ‘X-Hari ‘ setelah tanam , ternyata kondisi cuaca berbeda / musim  hujan )  ???

Kalau pertanyaan dalam judul diatas, BISAKAH, jawabannya memang bisa saja,,, Tapi kalau hasilnya, bisa mitra pertimbangkan , pertanyaan kami dialinea terakhir, diatas  tersebut.

.