Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Monthly Archives: Juli 2016

1 2 3 »

PETANI PEMULA ACEH, BERTANI DENGAN BASIS ORGANIK

Pada artikel kali ini, kami mencoba menulis artikel dari sumber mitra kami dari ujung pulau Sumatera, tepatnya dari  lingkungan halaman   Kampus Universitas Syaih Kuala (Unsyah ) Banda Aceh , depan RS. Prince Nayef.

azmi A

Sdr. Azmi, kami katakan petani pemula karena baru yang ketiga kalinya bertanam cabe, yang pertama bertanam dengan pola kimia murni, yang kedua dengan pola KPO_KL dan kali ini yang ketiga juga menggunakan pola KPO_KL lagi.

azmi 1

Kurang puas dengan pola kimia murni pada masa tanam pertama , sdr. Azmi, beralih dengan pola pertanian organik cara KPO_KL, dan informasi yang kami terima dari sdr. Azmi ini, peiode ke-3 ini, hasilnya hingga saat ini, lebih baik dari musim tanam ke1 dan ke-2.

 azmi 3

Gambar  hasil aplikasi ,kami terima pada tanggal 29 Juli 2016, berdasarkan pantauan kami kondisi tunas dan tanaman secara keseluruhan, sehat dan terhindar dari serangan hama dan penyakit.

azmi4

Buahnya pun sudah mulai makin lebat diusia tanaman sekitar 2 bulanan ini. Evaluasi yang dilakukan pada masa tanam periode pertama dan ketiga, jelas terdapat perbedaan selisih penghematan biaya antara pola kimia murni dengan pola tanam berbasis organik cara KPO_KL ini.

azmi5

Dengan pola berbasis organik ini, tanaman relatif aman dari serangan hama thrips, tungau, busuk buah, bercak daun, layu fusarium dan virus kuning.

azmi2

Kami dari KPO_KL, terus berupaya mendorong dengan cara ‘mentransfer ” tehnologi pertanian berbasis organik ini ,dari jarak jauh dan terus memonitor kondisi perkembangan tanaman mitra kami dari Aceh ini.

Semoga  harapan kami Sdr. Azmi (bekerja di KANTOR PUSAT ADMINISTRASI DI UNSYAH ini), yang  awalnya PETANI PEMULA  TAK LAMA LAGI MENJELMA MENJADI PETANI PEMUKA…

SEMOGA SUKSES PETANI BANDA ACEH…SUKSES PETANI INDONESIA…

CABE MEMASUKI “PERIODE KE DUA”

Sudah beberapa kali kami mencoba mengusakan dengan.mitra mitra kami agar fase/ masa petik cabe bisa lebih lama.

jay-29-mei-3

Sebagai contoh adalah tanaman mitra kami dari Desa Jambu, Keledung, Temanggung, Jateng. Kondisi pada  Mei 2016, pada saat usia cabe varietas  Jacko, 5 bulanan.

jay-april-2

Kondisi tanaman bang Jay pada tanggal 30 mei 2016. 5.5 bulan. Kondisi yang.masih sehat adalah harapan petani semuanya.

jay 1(3)

Saat ini tanggal 28 Juli 2016, tanaman cabe yang ditanam didaerah antara gunung Sumbing dan gunung Sindoro ini, telah.memasuki usia sekitar 7.5 bulanan dan telah panen sebanyak 22 kali petikan.

jay 2(6)

Tapi ternyata cabe ysng dipelihara secara berbasis organik cara KPO KL ini, masih bertahan dan sudah mencapai rata rata 9 ons lebih per batangnya..

jay 3(4)

Harga yang relatif bagus.juga.mendoarong/ memotifasi mitra kami untuk memelihara terus tanamannya hingga saat ini memasuki tahap ke dua.

jay 4(4)

Periode / tahap kedua ini memang.perlu hati hati karena fase.pembungaan sedng terjadi lagi sementara proses pembuahan sudah memesuki tahap akhir.

Tanaman bang Jay ini memang tergolong bertahan diterpa curah hujan tinggi dan.panas yang menyengat. Ketahanan tanaman memang diperlukan dalam hal ini. Sebab apabila tanaman tidak.memiliki daya tahan ekstra, niscaya tanaman sudah  tidak prospek lagi.

jay 20 mar

( Pada tanggal 30 Maret 2016, tanaman berusia 3.5 bulanan, bang Jay berfose dengan cabe nya)

Untuk memberikan.efek daya imunitas yang tinggi kami memberikan pengecoran Protektan Biopestis, Pormik dan Cas.

Semoga saja dengan cara ini tanaman tidak “rapuh dan lemah”

Semoga berhasil Petani Temanggung Jateng dan menjadi inspirasi bagi petani lainnya dimanapun.

TERKENA VIRUS KUNING, TETAP BERPRODUKSI

Diluar dugaan kami, cabe keriitng mitra kami dari Desa Sungai Limau, Kec. Pusako Kab.Siak Riau yang saat sudah panen 6 kali, padahal kondisi awalnya, sangat mengkhawatirkan karena terkena virus kuning ( bisa dilihat diartikel sebelumnya).

IMG-20160728-WA084

Kiriman gambar pada tanggal 28 Juli 2016 ini, tanaman saat ini berusia 3.5 bulan ( pindah tanam tanggal 12 Mei 2016). Dari gambar diatas menunjukkan bahwa tanaman sakit virus pun masih bisa berproduksi dan menghasilan buah yang bisa diterima pasar.

IMG-20160728-WA088

Apalagi saat ini di Siak, Riau, informasi yang kami terima harga beranjak naik, kisaran 25.000 ribuan per kg nya.

IMG-20160726-WA012

Efek dari  virus kuning cabe, selain tunasnya berkerut kerut juga  pada buah cabe menyebabkan buah agak kurang lurus / bengkok bengkok.

IMG-20160728-WA087

Tapi hal ini tetap, kami syukuri karena buah cabe mitra kami bang Buter ini, berbuah dengan lebatnya. Padahal pada umumnya tunas yang terkena virus sudah  tidak bertunas lagi, dan tidak “membawa” buah lagi.

IMG-20160726-WA010

Tunas yang kuning dan keriting, secara kontinyu kami coba terus agar mau” ngangkat”  terus bertunas dan berbuah.Perlakuan pemberian protektan Biopestis dan Pesnator lewat semprotan secara rutin dilakukan oleh mitra kami ini.

IMG-20160728-WA089Pada umumnya petani kita, suka putus asa dan langsung mencabut tanamannya,apabila menghadapi serangan virus kuning pada usia dini(sebulanan). Pertimbagnnya adalah, karena sudah menjadi mafhum, bahwa serangan virus gemini ini, menyebabkan tanaman “puret”, tunasnya buntu.IMG-20160728-WA090

Namun dengan ketenangan dan ketekunan. walaupun awalnya tanaman mitra kami ini terkena virus kuning saat ini sudah menghasilkan bahkan titik impas modal sudah terlampaui.

Untungnya pada saat itu disaat tanaman berusia 3 mingguan dan sudah terkena virus dan keriting tidak serta merta dicabut, tetapi dipelihara secara telaten dengan pola pestisida organik cara KPO KL

Hasilnya sudah terasa saat ini, walaupun tanaman sakit terkena virus tetapi tetap produktif /menghasilkan.